Tom Chapman: Pendiri Matches Fashion Hingga Investor Start-up

Tom Chapman adalah pengusaha ritel dan investor yang sangat aktif. Sebagai seorang investor swasta, ia dikenal telah berinvestasi dalam sejumlah besar perusahaan rintisan (start-up­) serta mendorong, memelihara, dan bermitra dengan para pendiri yang ambisius.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Juni 2019  |  11:24 WIB
Tom Chapman: Pendiri Matches Fashion Hingga Investor Start-up
Tom Chapman - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Tom Chapman adalah pengusaha ritel dan investor yang sangat aktif. Sebagai seorang investor swasta, ia dikenal telah berinvestasi dalam sejumlah besar perusahaan rintisan (start-up­) serta mendorong, memelihara, dan bermitra dengan para pendiri yang ambisius.

Dia telah menunjukkan minat untuk mendukung start-up yang berusaha untuk terhubung dengan pelanggan mereka, baik di platform digital dan kehidupan nyata.

Sebelum pindah ke bisnis investasi, Chapman merupakan pendiri perusahaan ritel busana mewah MATCHESFASHION.COM, salah satu merek online kelas atas pertama. Di bawah kepemimpinannya, Matches dikenal secara global karena tingkat pertumbuhannya yang ekspansif. Saat ini, bisnis Mathes memiliki salah satu tingkat retensi tertinggi di ritel fashion.

Sejak mundur dari Matches, Tom telah berinvestasi di sejumlah perusahaan teknologi baru yang tumbuh paling cepat di dunia, mencakup berbagai industri termasuk ritel, fashion, transportasi, real estat, dan ganja.

Sebagai seorang investor, Tom telah menunjukkan minatnya untuk mendorong wirausaha dan membantu mereka mengembangkan bisnis mereka, dan sering bersedia untuk mengambil peran aktif sebagai mentor dalam mengembangkan usaha.

Masa muda

Tom berasal dari London. Dia memulai pendidikan ke sekolah menengah setempat. Tom memperoleh keahlian katering dan horeka di Ealing Technical College sebelum menghabiskan waktu bekerja sebagai trainee manajer hotel.

 Pada tahun 1987, Tom mendirikan Matches sebagai toko mode tunggal di Wimbledon. Pada usia 21, ia bertemu calon istrinya, Ruth Chapman, dan meyakinkannya untuk bergabung menjalankan bisnisnya. Bahkan di masa-masa awal bisnisnya, Tom dan Ruth menunjukkan naluri untuk mengutamakan pelanggan dan memahami bahwa bisnis yang sukses adalah tentang menciptakan hubungan jangka panjang.

Di saat ritel menjadi bisnis yang sangat transaksional dan impersonal, Matches menjadi terkenal karena pendekatannya yang kontradiktif, dinamis, inovatif, dan menganggap belanja sebagai pengalaman dan toko sebagai tujuan untuk santai.

Menemukan Bakat

Perhatian yang diberikan Matches kepada pelanggannya terbayar dan perusahaan berkembang pesat di London menjadi pengecer mode independen terbesar pada tahun 2011 dengan 14 toko konvensional.

Di masa awal bisnis perusahaan, sebagian besar ekspansi bisnis yang dilakukan Tom didorong oleh kemampuan untuk mengenali dan kemudian memelihara bakat-bakat mode global yang muncul.

Hingga hari ini, Matches mereka memiliki mata dan kapasitas yang luar biasa untuk menemukan, mengenali, dan mendukung talenta dalam industri kreatif, dan hasrat untuk menemukan dan mendorong talenta inilah yang pasti juga memberi informasi serta mendorong investasi teknologi Tom.

Pelopor ritel digital

Setelah menjadi perusahaan di Inggris yang berpengaruh, pada tahun 2005 Tom mengambil keputusan strategis untuk mengembangkan bisnis online. Keputusan ini awalnya diambil agar pelanggan dapat melihat katalog inventaris toko yang komprehensif dan terbaru.

Hampir setelah website Matches dirilis, mereka mulai menerima pesanan dari seluruh dunia. Sejak saat ini, pertumbuhan bisnis meningkat dengan kecepatan hingga 100 persen. Menyadari kebutuhan akan investasi besar yang terus menerus untuk memanfaatkan posisinya di pasar dan semakin memimpin, Tom dan Ruth pada 2012 meraih pendanaan senilai 20 juta poundsterling dari Scottish Equity Partners dan Highland Europe.

 Investasi ini membuat Matches dapat membangun dan lebih lanjut mempromosikan penawaran digitalnya. Pada tahun 2013, Tom mengambil keputusan untuk mengubah citra semua toko MATCHESFASHION.COM, sebuah langkah yang menurut The New York Times inovatif.

Pada 2016, Matches juga meluncurkan program pengiriman 90 menit di London, dan memelopori pengenalan iPad New York Times.

Dipimpin oleh Tom dan Ruth, Matches membukukan periode pertumbuhan yang luar biasa. Investasi Tom dalam bisnis digital membuat bisnis ini meningkat dari valuasi 76 juta pound pada 2012 menjadi lebih dari US$1 miliar hanya beberapa tahun kemudian, pengembalian yang luar biasa bagi investor.

Sihir dan Logika

Meskipun Tom banyak berinvestasi dalam teknologi, hal tersebut tidak pernah menjadi alat untuk mencapai tujuan maupun gimmick, namun, teknologi menjadi alat untuk memprioritaskan kebutuhan pelanggan.

Bahkan, New York Times telah menulis bahwa Tom dan Ruth percaya "pada keunggulan pengalaman pelanggan, dalam pelayanan, dan dalam daya pikat sudut pandang estetika."

Pentingnya pengalaman pelanggan membuat Tom meluncurkan toko dengan enam lantai bernama ‘No.23’. Bertempat di sebuah townhouse di Marylebone, toko konsep ini memberikan seluruh pelanggan pengalaman berbelanja yang sangat personal di lingkungan yang nyaman.

Dalam banyak hal, ia menarik warisan dan pemikiran yang telah mendorong bisnis dari masa-masa paling awal, ketika bisnis pertama kali memperkenalkan area lounge di toko-toko pertamanya.

Peluncuran ini lebih dari sekadar sinyal penekanan Tom pada pengalaman pelanggan; Matches juga membuka jendela pemikirannya tentang hubungan antara toko fisik dan digital.

Meskipun kenyamanan dan personalisasi yang dilakukan oleh teknologi sangat penting untuk ekspansi bisnis, Tom merasa hal tersebut tidak cukup untuk mendorong keberhasilan bisnis. Teknologi harus dilengkapi dengan tangan 'ajaib' dari merek, menciptakan pengalaman personal bagi pelanggan. Dengan cara itu, No. 23 dapat dilihat sebagai salah satu wajah 'sihir' dari bisnis Matches.

"Toko fisik adalah tentang pengalaman, pakaian dan pengetahuan staf. Digital adalah tentang pemilihan produk dan kemampuan untuk berbelanja pada saat yang diinginkan. Semakin banyak hubungan langsung yang kami miliki dengan pelanggan, semakin besar loyalitas pelanggan itu. Kami percaya bahwa yang membuat kami unik adalah keseimbangan sempurna antara sihir dan kurasi; sihir dan logika adalah dua hal yang mendorong kesuksesan kami,” ungkap Tom, seperti dikutip Successstory.com.

Investasi Teknologi

Sejak mundur dari Matches, Tom menjadi terkenal sebagai investor tahap awaldi perusahaan-perusahaan. Tom mendukung dan membina pengusaha ambisius yang ingin mengidupkan industri.

Tom telah membawa pengalamannya di Matches ke dalam bisnisnya, termasuk pengetahuan tentang mendorong tingkat pertumbuhan yang tinggi, kemampuan untuk meningkatkan modal eksternal, pemahaman tentang bagaimana terhubung dengan pelanggan di toko digital dan fisik, dan apresiasi terhadap cara membuat merek yang kaya cerita melalui pemasaran mendalam yang menangkap pelanggan.

Tom telah berinvestasi di perusahaan-perusahaan di banyak industri di Amerika Serikat, Eropa, dan global, dan beberapa perusahaan start-up, baik sebagai penanam benih dan investor lanjutan.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fashion

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top