Tas Kulit Alinea Mulai Jadi Idola

Keinginan untuk menciptakan tas kulit sapi berkualitas dan murah, menjadi jalan rejeki baru bagi Cintana Puput dan Jamil Malik.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 25 September 2019  |  05:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Keinginan untuk menciptakan tas kulit sapi berkualitas dan murah, menjadi jalan rejeki baru bagi Cintana Puput dan Jamil Malik.

Mereka menciptakan tas dari kulit sapi pada Agustus 2016. Mulanya, Puput memiliki kesulitan dalam membeli tas kulit asli dengan harga terjangkau. Berawal dari kegelisahan itu, ia pun berinisiatif menciptakan tas kulit dengan harga terjangkau untuk digunakan secara pribadi.

Lalu, tas-tas yang diproduksi secara pribadi, dipamerkan di instagram dan facebook. Beruntung, keisengan dalam memamerkan tas di media sosial direspon positif oleh teman-temannya.

Sebagian teman-teman Puput meminta untuk dibuatkan tas yang persis sama dengan foto di media sosial. Merek Alinea pun disematkan pada tas kulit ini.

Sejak menciptakan brand baru, puluhan pesanan hingga ratusan pun datang kepadanya. Kemudian, teman yang berada di media sosialnya menyarankan untuk bergabung dengan komunitas tas kulit asli. Komunitas tersebut suka membeli dan mengoleksi tas kulit aneka model.

"Setengah tahun, bisa produksi sekitar 700 tas. Kalau dalam setahun, jumlah produksi bisa mencapai sekitar 1.000-2.000 tas," ungkapnya kepada Bisnis.

Kini dia menjajakan tas kulit melalui instagram @alinealeather. Ada tiga jenis pilihan kulit yang biasa ditawarkan oleh Alinea kepada pelanggan yakni kulit jenis krom/simon, pull up atau full grain dan italian nappa.

Pemilihan jenis kulit tas, sangat bergantung dengan kualitas dan tekstur kulit yang diperolehnya. Usaha yang dirintis oleh dua anak adam ini memiliki pembagian tugas yang signifikan yakni Jamil berperan mencari kulit berkualitas dan Puput bertugas mendesain tas dan memasarkan ke komunitas dan media sosial.

Saat baru-baru menjual tas Alinea Leather, Puput sempat menjajakan produknya di market place. Namun, bila menjual produk melalui market place, tidak memiliki kedekatan dengan pembeli.

Biasanya, pembeli tas kulit adalah pembeli loyal dan sering membeli berulang produk tas kulit dengan model yang berbeda. Selain itu, kolektor tas kulit juga memiliki forum diskusi untuk membahas cara merawat tas kulit sapi muda dan tas kulit sapi tua. Keintiman dengan penjual menjadi perhatian penting bagi Puput.

Maka Puput lebih memilih memasarkan tas melalui instagram. Hingga saat ini, total desain tas yang sudah dimiliki oleh Alinea sekitar 50-60 jenis. Tekstur kulit yang dijual oleh Alinea tak hanya kulit jeruk, tetapi sempat juga memperoleh mirip dengan jeans. Biasanya, kulit sapi tersebut diambil dari Banjaran, Jawa Barat.

Ketik Jamil memperoleh bahan kulit bagus, maka Alinea Leather langsung mengadakan pre-order tanpa meminta uang muka. Sebanyak 90% produk yang dipasarkan adalah preorder.

"Jumlah tas yang ready stok hanya dalam belasan tas saja. Kami berdasarkan asas kepercayaan saja. Kalau tas sudah sampai, maka uang langsung ditranfer semua. Biasanya ready stok berasal dari konsumen yang menghilang dan persentasenya tak sampai 3%," kata Puput.

Target pre-order sekitar 2 minggu-3 minggu. Untuk lokasi produksi berada di Cihanjuang, Bandung Barat. Pembeli tas Alinea dominan berasal dari segmen kelas menengah ke atas dan ada pekerja muda.

Bila dilihat dari sisi usia, pembeli tas Alinea Leather rerata berusia sekitar 30-40 tahun. Untuk profesi pembeli juga bervariasi mulai dari dokter hingga karyawan kantor.  Harga yang ditawarkan mulai dari Rp800.000 per tas.

Alinea Leather juga sering sekali dijadikan oleh-oleh bagi pelancong asal Malaysia. Sebab, bukan sekali dua kali pelancong asal Malaysia memborong ready stok milik Alinea Leather saat datang ke Bandung. Bahkan, ada juga pelancong dari Malaysia yang melakukan pemesanan berulang tas Alinea melalui via pos.

Berbisnis tas kulit adalah hal yang sangat menyenangkan bagi Puput. Namun, dia juga menghadapi tantangan dalam mengelola bisnis tas kulit. Tantangan itu datang dari dalam diri sendiri. Sebab, di tengah kesibukan sebagai pegawai negeri sipil, Puput sempat kesulitan dalam memanajemen waktu.

Untuk mengatasi hal tersebut, Alinea pun mulai merekrut banyak pihak, 5 orang tukang dan 1 orang admin media sosial dan 1 orang mengurus bagian teknis dan logistik.

Setelah merekrut orang-orang untuk bekerja di Alinea Leather, maka Puput dan Jamil semakin serius menekuni bisnis ini. Sebab, telah ada orang yang bergantung pada bisnisnya. Puput juga menyemangati diri sendiri untuk terus semangat bekerja, mengurus keluarga dan berwirausaha.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wirausaha baru

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top