Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Membuat Konten Iklan Durasi Panjang

Iklan ke depan harus memiliki kualitas yang menarik agar menghindari iklan dilewati atau tidak ditonton (skippable) oleh konsumen
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  05:13 WIB
ilustrasi - www.metalinjection.net
ilustrasi - www.metalinjection.net

Bisnis.com, JAKARTA – Ishak Reza, Creative Lead Google Indonesia mengatakan bahwa YouTube menyediakan platform bagi merek untuk menuturkan cerita menarik bagi konsumen.

Iklan ke depan harus memiliki kualitas yang menarik agar menghindari iklan dilewati atau tidak ditonton (skippable) oleh konsumen.

“Terdapat tiga tren utama yang memberikan iklan untuk meningkatkan performa sebagai pemanfaatan popularitas dan promosi, seperti konten berdurasi panjang, cerita yang menyentuh emosi, dan pemanfaatan budaya populer setempat,” jelasnya.

Menurut Reza, Merek dan agensi dapat menerapkan keterampilan bercerita mereka untuk memunculkan berbagai ide hebat. Kemudian, menyentuh emosi lebih efektif dalam menarik minat penonton daripada melakukan penjualan secara agresif.

Adapun Reza menambahkan bahwa saat ini industri yang paling banyak memasang  iklan di YouTube  adalah industri makanan, perjalanan dan kecantikan.

“Untuk meluncurkan produk asuransi bersama AXA bagi pecinta masakan pedas, yaitu ‘Pedasuransi’, Heinz ABC berkreasi dengan sambal ABC yang merupakan produk terlarisnya dalam sebuah iklan pendek yang lucu. Kemudian, Toyota Indonesia yang memanfaatkan karakter dari film untuk mengemas cerita dalam iklan berdurasi 11 menit,” terangnya.

Sebagai informasi,Reza mengatakan bahwa Iklan dari Indofood Ice Cream yang sempat viral pada akhir 2019 merupakan 50 iklan terfavorit periode 2017-2019, di mana konten yang dikemas oleh merek tersebut mengisahkan kunjungan Raja Nusa dan Ratu Tara untuk membeli produk Indoeskrim Nusantara. Video berdurasi 2.36 menit tersebut ramai dibicarakan karena konten yang dikemas dengan pendekatan komedi.

“Indonesia tertarik dengan humor dan komedi, tetapi [tema iklan ini] cukup beresiko karena bila tidak lucu akan enggan dikonsumsi oleh penonton. Namun, Sesuatu yang beda dan nyeleneh membuat orang indonesia jadi mudah ingat [dengan iklan tersebut],” terangnya.

Ke depan, Reza mengatakan bahwa content creator dapat mencuri perhatian penonton melalui pendekatan ekspresi, fokus ke satu objek, adegan emosional, dan membuka video dengan beberapa adegan cepat.

Ia pun memberikan tiga tips agar iklan diminati untuk dikonsumsi penonton

1. Curi perhatian di 3 detik pertama

Orang dapat memutuskan apakah dia akan menonton atau tidak di 3 detik pertama. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk menggunakan audio dan visual yang mencuri perhatian di awal, seperti ekspresi (menangis, tertawa, berteriak), dan adegan yang mengejutkan atau menimbulkan rasa penasaran (gelas pecah, tabrakan, dan lainnya).

“Contohnya iklan Ramayana yang saat bulan puasa, mengawali adegan dengan tokoh utama berkata ‘bapak ga puasa dulu hari ini,’ sehingga penonton bertanya dan penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya,” terangnya.

2. Konteks yang sangat lokal dan relevan

Usahakan fokus cerita tidak semata-mata hanya untuk menjual produk, tetapi lebih menceritakan konteks lokal/kebiasaan sehari-hari yang kuat di masyarakat Indonesia dan bagaimana brand bisa relevan dengan konteks ini.

3. Jalan Cerita yang Menghibur

Hindari cara bercerita yang bertele-tele karena banyaknya adegan-adengan proses yang terlalu lama, seperti berjalan, menyetir tanpa dialog, dan lainnya. Ia menyarankan untuk menambahkan hal-hal yang menarik dan emosional di setiap adegan, misalnya sesatu yang membuat orang tertawa (humor), penasaran ataupun sedih.

Penggunaan musik yang sudah populer juga bisa membuat cerita lebih mengibur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

youtube
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top