Bayar Warren Buffett Rp62 Miliar untuk 'Dinner', Siapa Justin Sun?

Pebisnis cryptocurrency (mata uang kripto) asal China Justin Sun dengan bangga mengumumkan bahwa ia akhirnya dapat 'kencan' dengan investor legendaris Warren Buffett.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  15:35 WIB
Bayar Warren Buffett Rp62 Miliar untuk 'Dinner', Siapa Justin Sun?
Orang Terkaya Dunia Warren Buffet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pebisnis cryptocurrency (mata uang kripto) asal China Justin Sun dengan bangga mengumumkan bahwa ia akhirnya dapat 'kencan' dengan investor legendaris Warren Buffett.

Kesempatan ini diraihnya setelah memenangkan sebuah lelang amal pada Juni 2019. Namun rencana makan bersama salah satu orang terkaya di dunia itu harus ditunda sekian lama karena masalah kesehatan yang dialami Sun.

Sun rela merogoh koceknya senilai US$4,56 juta (sekitar Rp62,23 miliar, kurs tengah BI 7 Februari Rp13.647 per dolar AS) untuk mendapat kesempatan makan bersama Buffett. Dengar-dengar, nilai tawarannya itu mencetak rekor sepanjang sejarah lelang.

“US$4,56 juta untuk makan malam seharga US$515,05 adalah nilai uang yang dihabiskan dengan baik! Wawasan yang saya terima sangat berharga,” ungkap Sun melalui akun Twitter pada Kamis (6/2/2020), seperti dilansir South China Morning Post.

Lelang makan bersama untuk tujuan amal yang telah diselenggarakan oleh Buffett sejak tahun 2000 ini awalnya dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli 2019.

Melalui Twitter, Sun sebelumnya mengungkapkan bermaksud mengundang sejumlah pemimpin industri blockchain untuk bergabung dengannya dan berharap "ini akan menguntungkan semua orang".

Sun dan empat tokoh lainnya di industri cryptocurrency akhirnya bertemu Buffett pada 23 Januari 2020 di Happy Hollow Club di Omaha, Nebraska.

Ia mengundang Charlie Lee, pencipta penyedia layanan pembayaran mata uang internet peer-to-peer Litecoin; Chris Lee, CFO bursa penukaran cryptocurrency China Huobi; Yoni Assia, pendiri dan CEO perusahaan pialang multi-aset eToro; dan Helen Hai, Kepala Binance Charity Foundation.

Dalam pertemuannya itu, Sun juga membawa beberapa hadiah untuk Buffett, termasuk sebuah patung Kuda Perunggu dan ponsel Galaxy Fold yang disertai satu Bitcoin.

Sun sendiri bukan orang biasa. Pendiri platform cryptocurrency Tron dan CEO perusahaan perangkat lunak BitTorrent ini adalah tokoh yang kontroversial di China.

Tak lama setelah disorot karena mendapatkan kesempatan makan bersama Buffett, media China Caixin melaporkan bahwa Sun tengah menjalani penyelidikan oleh otoritas lokal dan tidak diizinkan meninggalkan China.

Meski demikian, dalam suatu kesempatan pria kelahiran tahun 1990 ini tampak mengunggah sebuah video di akun Twitter miliknya dan mengatakan sedang berada di San Francisco, Amerika Serikat.

Pengusaha ini diduga terlibat dalam penggalangan dana ilegal melalui proyek Tron, dengan mengoperasikan layanan perjudian ilegal yang dapat diakses oleh penduduk China, menurut sebuah laporan oleh The 21st Century Business Herald.

Laporan itu juga mencatat bahwa startup milik Sun, Peiwo, sebuah aplikasi sosial yang memungkinkan siapa pun dapat mengobrol satu sama lain, telah dituduh sebagai bisnis vulgar dan pornografi.

Sun telah membantah tuduhan penggalangan dana dan pencucian uang ilegal, tetapi mengakui bahwa beberapa konten di dalam Peiwo memiliki "energi negatif".

Di balik kontroversinya, ia juga menorehkan segudang prestasi. Ia masuk dalam jajaran Davos Global Youth Leaders pada 2014 dan didapuk masuk dalam daftar Forbes China 30 Under 30 dari tahun 2015 hingga 2017.

Dalam sebuah pernyataan setelah makan malam bersama Buffett, Sun mengatakan merasa sangat terhormat dan berterima kasih atas makan malam, kebijaksanaan, dan visi yang disampaikan CEO Berkshire Hathaway ini.

“Saya akan menerima saran dan wejangan Mr. Buffett untuk menjadikan TRON ekosistem yang lebih baik, bisnis dengan semua mitra di ruang blockchain dan di luarnya,” tambah Sun tanpa menjelaskan lebih lanjut, dikutip dari Coindesk.

Buffett dikenal berpandangan sangat skeptis terhadap cryptocurrency. Ia pernah menyebut Bitcoin, mata uang kripto paling populer, sebagai "racun tikus kuadrat".

Meski pihak Tron menolak untuk mengomentari apa yang dibahas mereka saat makan malam, Sun sempat mengutarakan harapannya agar perjamuan itu akan "menjembatani gap antara investor institusi dan tradisional serta ranah cryptocurrency dan teknologi blockchain".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
warren buffett, cryptocurrency

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top