Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cokelat 3D Segera Dipasarkan Secara Komersial

Barry Callebaut dapat mencetak ribuan potong cokelat 3-D dalam waktu yang jauh lebih singkat dan siap dipasarkan secara komersial.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  14:38 WIB
Cokelat - Antara
Cokelat - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Hotel, koki pastry, dan kedai kopi dapat segera menawarkan cokelat yang dicetak sesuai dengan pesanan berkat chocolatier asal Swiss

Dilansir melalui Bloomberg, Barry Callebaut AG, produsen seperempat cokelat dunia yang tidak begitu dikenal, memberikan klien gourmet akses terhadap metode pencetakan desain yang dipersonalisasi secara massal.

Perusahaan yang berbasis di Zurich ini menyampaikan untuk tahap awal teknologi ini akan tersedia melalui merek dagangnya, Mona Lisa, yang membuat dekorasi, taburan, dan patung-patung dari cokelat.

Setelah bereksperimen dengan cokelat cetak 3-D selama bertahun-tahun, Barry Callebaut telah menemukan cara agar alatnya dapat melakukan pengerasan cokelat. Proses ini membutuhkan pergerakan konstan pada suhu tertentu dan sebelumnya dapat memakan waktu hingga satu jam.

Sekarang, alat cetak Barry Callebaut dapat mencetak ribuan potong cokelat dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Klien bisnis dapat mengajukan desain, bentuk, dan ukuran yang mereka inginkan, dengan output yang cocok untuk digunakan dalam makanan penutup, permen, minuman panas, dan kue-kue.

Pablo Perversi, Kepala Inovasi Barry Callebaut, mengatakan bisnis ini mencerminkan tren personalisasi yang popular saat ini, apalagi ada dorongan tinggi konsumen untuk menggungah gambar di Instagram serta permintaan untuk produk premium.

"Yang penting adalah ini bukan jenis pencetakan satu kali seperti di masa lalu. Kami dapat memproduksi pada skala yang lebih besar," ujar Perversi, seperti dikutip melalui Bloomberg, Jumat (14/2).

Langkah ini juga dilakukan karena industri cokelat menghadapi sedikit prospek pertumbuhan. Barry Callebaut mengatakan bulan lalu bahwa pasar global stagnan selama tiga bulan hingga November. Barry Callebaut membuat cokelat untuk klien seperti Nestle SA, Unilever dan Hershey Co.

Namun, para pecinta cokelat yang menginginkan cokelat yang lebih personal di toko harus menunggu beberapa tahun lagi.

Barry Callebaut pertama-tama akan bekerja dengan klien gourmet sebelum memasuki fase berikutnya dengan produsen, kata Perversi. Jaringan hotel Belanda Van der Valk akan menjadi pelanggan pertama.

Pada akhirnya, konsumen bahkan mungkin memiliki printer cokelat 3D di sebelah mesin kopi di dapur masing-masing. Menurut Perversi, gagasan untuk memiliki mesin cetak cokelat di rumah yang memungkinkan konsumen untuk membuat sesuatu adalah ide yang bagus.

"Tapi kami belum melangkah sejauh itu, namun kami melihat ada peluang dan akan terus dieksplorasi," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cokelat
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top