6 Hal yang Harus Diperhatikan jika Ingin Memulai Bisnis Konsultasi

Tetapi, menjalankan bisnis yang satu ini juga gampang-gampang susah. Ada beberapa hal penting yang harus Anda persiapkan ketika ingin terjun ke bisnis konsultasi ini. Berikut rinciannya :
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  12:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis konsultasi, adalah salah satu dari jenis bisnis yang cukup banyak diminati orang.

Karena, membuka bisnis konsultasi, bekal utama yang harus Anda miliki yakni klien yang banyak dan kepercayaan orang untuk menjadi klien Anda.

Dalam hal membuka bisnis konsultasi ini, modal utama adalah kemampuan otak Anda untuk memutar strategi memberikan konsultasi yang dibutuhkan klien.

Bahkan, membuka bisnis klien bisa dilakukan dari rumah, dengan berbekal internet dan laptop pribadi yang Anda miliki.

Tetapi, menjalankan bisnis yang satu ini juga gampang-gampang susah. Ada beberapa hal penting yang harus Anda persiapkan ketika ingin terjun ke bisnis konsultasi ini. Berikut rinciannya :

1. Memahami Karakater Orang

Sebagai pebisnis konsultasi, Anda akan berhadapan dengan klien langsung, dengan beragam karakter.

Tak sedikit klien memiliki tuntutan yang sempuran dari pekerjaan Anda, karena itu penting mengerti karakter dan mencoba mempelajari karakter mereka. Anda juga harus siap menghadapi klien yang berwatak keras, karena jika Anda lembek, maka ini bukan bidang yang cocok buat Anda.

2. Pengetahuan yang luas

Seorang konsultan dipekerjakan karena satu alasan: pengetahuan. Anda harus menegaskan pengetahuan Anda sangat tinggi agar dipekerjakan. Klien memilih Anda untuk bekerja atas nama mereka karena Anda tahu sesuatu yang tidak mereka ketahui.

Ini berarti Anda memberi tahu mereka apa adanya, dan jangan mundur. Memberikan pengetahuan yang mereka bayar. Jika mereka tidak suka, ya sudah. Jika mereka tidak setuju, biarkan saja. 

3. Kenakan Charge yang sesuai

Salah satu kesalahan terbesar yang saya lihat dilakukan oleh konsultan baru adalah mereka tidak mengenakan biaya yang cukup untuk layanan mereka.

Mungkin alasannya karena rasa bersalah, atau soal pengalaman. Tapi mungkin mereka tidak tahu berapa banyak yang harus mereka bayarkan. Tidak ada formula untuk penetapan biaya, tetapi ada aturan umum: Tagihkan lebih dari yang Anda pikir seharusnya.

Penting bagi klien Anda bahwa mereka mendapatkan pengembalian investasi mereka, jadi ini juga penting bagi Anda. Jika Anda dapat membuktikan ROI Anda, Anda punya kelonggaran untuk membebankan persentase laba klien yang sehat. Ingat, semakin tinggi nilai Anda, semakin baik penampilan Anda.

4. Menjual diri sendiri

Kedengarannya tidak menyenangkan, konsultan menjual dirinya sendiri. Tidak ada yang kotor atau kotor tentang ini. Ini adalah cara bisnis dilakukan di dunia konsultasi.

Agar berhasil menjual diri sendiri, inilah yang perlu Anda lakukan berpakaian rapi, untuk memberi label harga besar pada diri Anda. Kemudian, bisa dipercaya. Kepercayaan sangat penting dalam konsultasi. Pertama, tidak ada yang akan mempekerjakan Anda kecuali Anda dapat dipercaya. Kedua, jika mereka mempekerjakan Anda, mereka tidak akan menerima saran Anda.

Ketiga, buktikan nilai Anda. Anda tidak bisa melihatnya begitu saja; Anda harus benar-benar menjadi seperti itu. Berikan apa yang Anda janjikan, dan berikan dengan baik. Anggap diri Anda sebagai merek yang berharga. Semakin baik merek, semakin sukses Anda. Semakin tinggi kualitas merek, semakin baik pemasaran Anda.

5. Anda Bukan Bos

Mitos adalah konsultasi adalah bahwa Anda adalah bos Anda sendiri. Anda bukan bos Anda sendiri. Siapa pun yang memberi Anda uang adalah bos Anda. Ketika Anda seorang konsultan, itu berarti klien Anda bertanggung jawab. Mereka memiliki jam yang dapat ditagih dan mereka mengharapkan hasil.

6. Bersiaplah untuk kecewa

Cobalah memulai bisnis apa pun, dan Anda akan mengalami saat-saat kehancuran mutlak, baik secara pribadi maupun profesional.

Konsultasi dapat mengambil korban emosional. Itu adalah harga yang harus Anda bayar, tetapi itu bukan harga yang dapat Anda ukur atau prediksi secara akurat.

Terlepas dari bagaimana Anda merespons dalam menghadapi tantangan, satu hal yang benar: Anda akan menghadapi kekecewaan dan kegagalan. Terutama ketika gagal mendapatkan klien.

Tidak ada cara mudah untuk melewati situasi sulit, tetapi persiapan terbaik adalah dengan mengharapkannya dan bersiap untuk itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
konsultasi

Sumber : Enterpreneur

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top