Tangan Dingin Bob Iger Besarkan Bisnis Disney

Hampir seperempat abad kemudian, Disney adalah perusahaan hiburan terbesar di dunia dan studio dominan di Hollywood.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  12:01 WIB
Tangan Dingin Bob Iger Besarkan Bisnis Disney
Bob Iger - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sebelum Bob Iger bergabung dengan Walt Disney Co. pada 1996, perusahaan itu hanya dikenal dengan kepopuleran taman bermain, kreasi animasi, dan deretan produksi film yang tidak semuanya sukses.

Hampir seperempat abad kemudian, Disney adalah perusahaan hiburan terbesar di dunia dan studio dominan di Hollywood.

Dilansir melalui Bloomberg, perusahaan tersebut kini memiliki beberapa properti media paling berharga, termasuk Marvel, Pixar dan Star Wars, bersama dengan kerajaan streaming yang terus berkembang antara lain Disney +, Hulu dan ESPN +.

Perusahaan bisa sukses hingga saat ini setelah melalui beberapa kesepakatan yang paling berani dalam sejarah industri hiburan.

Iger, yang datang ke Disney sebagai bagian dari akuisisi Capital Cities/ABC Inc., mengubah perusahaan dengan serangkaian strategi berisiko, dengan keputusannya yang paling ekstrim yakni pembelian aset hiburan 21st Century Fox Inc. senilai US$71 miliar tahun lalu.

Setelah berkarir di Disney selama hampir 15 tahun, Iger mengumumkan pengunduran dirinya dan menunjuk Bob Chapek, CEO untuk sejumlah taman bermain Disney, sebagai penerus. Keputusan ini tentu mengagetkan para pemegang saham.

Berikut adalah daftar kesepakatan bisnis yang membentuk wajah Disney saat ini:

September 2005

Di bawah tekanan dari pemegang saham Roy E. Disney, perusahaan memutuskan untuk menggantikan CEO lama Michael Eisner. Iger adalah satu-satunya kandidat internal dan mendapat dukungan dewan.

Januari 2006

Disney setuju untuk membeli Pixar, perusahaan milik Steve Jobs dengan harga US$7,4 miliar. Kesepakatan itu menghidupkan kembali unit animasi Disney yang lesu serta memperbaiki hubungan antara perusahaan yang hancur di bawah Eisner, yang bermusuhan secara terbuka dengan Jobs.

Januari 2009

Disney setuju untuk membangun taman hiburan di Shanghai. Keputusan muncul pasca pendapatan dari divisi taman bermain dan resor menurun akibat resesi AS dan krisis keuangan. Perusahaan mulai beroperasi pada April 2011 dan menelan biaya US$5,5 miliar.

April 2009

Memasuki bisnis streaming, Disney mengambil alih 27% saham di Hulu.

Agustus 2009

Disney setuju untuk membeli Marvel Entertainment Inc. senilai sekitar US$4 miliar dalam bentuk tunai dan saham. Pembelian ini memberi peluang lisensi baru kepada Disney, pada saat waralaba film mulai mendominasi penjualan box-office.

Maret 2012

Iger memegang dua jabatan yakni CEO dan Chairman, tetapi kemudian menghadapi tantangan dari para pemegang saham tentang apakah pantas baginya untuk memegang kedua peran tersebut. Selama 15 tahun sebagai CEO, Iger mengumpulkan kekayaan melebih US$500 juta dari gaji, bonus, dan penjualan saham.

Oktober 2012

Disney setuju untuk membeli George Lucas's Lucasfilm Ltd. sebesar US$4 miliar dalam bentuk tunai dan saham, menambahkan Star Wars dan Indiana Jones ke dalam portofolionya.

September 2016

Menurut sejumlah sumber, Disney bekerja dengan penasihat keuangan guna mengevaluasi kemungkinan tawaran mengambil alih Twitter Inc. Iger kemudian mengatakan dia meninggalkan ide itu karena konten Twitter tidak sesuai dengan merek Disney.

Desember 2017

Disney mengakuisisi aset hiburan Fox sebesar US$71,3 miliar, menandai kesepakatan terbesar dalam sejarah di kedua perusahaan.

November 2019

Setelah menarik kembali kontennya dari Netflix Inc., Iger meluncurkan Disney +, layanan streaming baru dengan harga berlangganan sebesar US$7 per bulan. Disney + telah memiliki 26,5 juta pelanggan hingga Februari 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
disney

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top