Gaet Omzet dari Bisnis Green Nitrogen

Adang Wijaya yang berhasil mentransformasi usaha pinggiran menjadi naik kelas dengan menghadirkan Green Nitrogen.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  10:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Usaha tambal ban dan isi angin yang selama ini banyak dijajakan di pinggir jalan, ternyata bisa naik kelas menjadi peluang bisnis yang menggiurkan.

Adalah Adang Wijaya yang berhasil mentransformasi usaha pinggiran menjadi naik kelas dengan menghadirkan Green Nitrogen. Setelah lebih dari 8 tahan beroperasi sejak kali pertama dibuka pada 2011, Green Nitrogen kini kian berkembang pesat dan telah memiliki lebih dari 700 outlet di berbagai titik SPBU Pertamina.

Keputusan Adang untuk terjun dalam bisnis Green Nitrogen bermula saat dirinya bertemu dengan seorang teman yang tengah merintis bisnis isi angin nitrogen. Adang yang sebelumnya sempat memiliki usaha di bidang konsultan manajemen, menyarankan temannya untuk mengemas layanan bisnis tersebut menjadi lebih bergengsi.

Caranya adalah dengan memilih lokasi yang nyaman, membuat tampilan outlet yang menarik dan eye catching, menghadirkan karyawan berseragam, serta menyediakan layanan dan peralatan dengan kualitas tersebut.

“Saya melihat bisnis isi angin nitrogen ini punya prospek yang besar, karena saat itu orang hanya menawarkan isi angin biasa. Tapi untuk menjadi besar, usaha ini jangan dibuka di pinggir jalan, harus di tempat yang bergengsi yaitu di SPBU Pertamina karena itu kan perusahaan papan atas, apalagi SPBU paling sering dikunjungi kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya.

Namun, keinginan Adang untuk membuka booth di SPBU Pertamina tidaklah mulus karena adanya larangan membuka usaha di dalam SPBU. Namun, kondisi itu tak membuatnya patah arang. Pria kelahiran 28 Februari 1970 ini terus berusaha hingga akhirnya dia mendapatkan kesempatan dari salah satu pemilik swasta SPBU Pertamina di kawasan Bekasi untuk membuka outlet pertama Green Nitrogen.

Di awal menjalankan usaha, Adang lebih banyak memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya isi angin nitrogen dibandingkan dengan isi angin biasa. Hampir setiap orang yang mengisi nitrogen di tempatnya, tidak bayar, alias gratis karena masyarakat telah terbiasa untuk isi angin gratis di setiap SPBU Pertamina.

“Pada awal-awal buka, pendapatan kami sehari-hari lebih banyak nol rupiah, kalau pun dapat Rp20.000 itu sudah senang, apalagi pas dapat pertama kali Rp100.000 itu senangnya bukan main,” kisahnya.

Sampai akhirnya, Green Nitrogen mendapat kesempatan diundang oleh Ferrari Indonesia untuk membantu mengisi angin mobil-mobil Ferrari pada acara mereka di Sentul.

Perlahan tapi pasti, makin banyak masyarakat yang memahami pentingnya mengisi angin nitrogen karena dapat membuat tekanan dan temperature lebih stabil, serta membuat ban lebih lentur sehingga berkendara terasa lebih nyaman dan aman.

Puncaknya pada saat mudik lebaran 2011. Kala itu, masyarakat antri untuk mengisi angin nitrogen sehingga omzet yang tadinya rata-rata hanya nol rupiah melonjak signifikan menjadi Rp1 juta per hari. Kondisi ini memunculkan rasa percaya diri Adang untuk membuka di tempat lainnya.

Dengan perkembangan yang cukup baik, didukung layanan dan outlet yang menarik, Adang pun kembali menawarkan kerjasama dengan Pertamina. Bak gayung bersambut, perusahaan BUMN itu menerima tawaran darinya sehingga pada 2013, Pertamina dan PT Global Insight Utama resmi menjalin kerjasama ekslusif.

Dengan kerjasama tersebut, Green Nitrogen menjadi operator resmi yang menawarkan isi angin nitrogen dan tambal bun tubles di setiap SPBU milik Pertamina. Tentu saja dalam mengembangkan bisnisnya ini, Adang tidak bisa bergerak sendiri, dia kemudian menjalin kerjasama dengan para teman, sahabat, dan orang-orang yang ingin mengembangkan bisnis tersebut.

Rencananya pada 2020 ini, Adang fokus mengembangkan bisnisnya di luar Pulau Jawa mulai dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, baik untuk dikembangkan sendiri maupun dengan menggandeng kemitraan.

Menurutnya, peluang untuk mengembangkan bisnis di luar pulau Jawa ini masih sangat besar. Apalagi, dari segi prospek usaha, bisnis isi angin dan tambal ban tidak terpengaruh krisis ekonomi. “Target kami setiap bulan bisa membuka 5 hingga 10 titik di luar Pulau Jawa, peluangnya masih sangat terbuka lebar,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang bisnis

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top