Pandemi Virus Corona, Bagaimana Rencana Ekspansi 1000 Gerai Janji Jiwa?

Janji Jiwa berencana ekspansi membuka 1.000 gerai hingga Mei 2020. Namun, pandemi virus Corona (Covid-19) membuat rencana tersebut tertunda.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 15 Mei 2020  |  06:04 WIB
Pandemi Virus Corona, Bagaimana Rencana Ekspansi 1000 Gerai Janji Jiwa?
Kopi kekinian, Janji Jiwa

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi virus corona (Covid-19) yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir juga berdampak pada salah satu bisnis kopi kekinian yang cukup populer, Janji Jiwa.

Kondisi ini mau tidak mau membuat manajemen memutuskan untuk merevisi target ekspansi. Mau tak mau, Janji Jiwa harus menata ulang rencana dan strategi bisnisnya.

Billy Kurniawan, CEO dan Founder Kopi Janji Jiwa mengatakan berdasarkan rencana bisnis perusahaan, Janji Jiwa seharusnya telah membuka sekitar 1000 gerai pada April dan Mei 2020. Namun, adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus rantai virus Covid-19 ini membuat manajemen harus menahan laju ekspansi.

“Seharusnya April hingga Mei ini gerai Janji Jiwa bisa sampai 1.000 gerai tetapi ternyata sekarang masih sekitar 800an gerai. Calon mitra yang sudah rencana buka harus hold dulu untuk sementara. Kalau yang sudah tahap sebentar lagi opening, maka training dilakukan dalam bentuk online,” ujarnya saat berbincang dengan Bisnis, Kamis (14/5/2020).

Meski demikian, Billy berharap usai pandemi Covid-19 ini berakhir, rencana ekspansi Janji Jiwa dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Janji Jiwa pertama kali didirikan pada pertengahan 2018. Hingga kini, Janji Jiwa telah menjadi salah satu brand kopi kekinian yang perkembangannya terbilang cukup pesat. Hal ini tidak lepas dari sistem kemitraan yang dikembangkan pemiliknya..

Dari sekitar 800an gerai Janji Jiwa yang ada di sejumlah daerah di Indonesia, 75 persen diantaranya dikembangkan dengan sistem kemitraan, sementara 25 persen lainnya dibuka oleh manajemen. Adapun nilai investasi yang dibutuhkan calon mitra yang ingin membuka usaha Janji Jiwa adalah sebesar Rp85 juta, berupa lisensi dan peralatan, dengan total keseluruhan rata-rata sekitar Rp150 juta hingga Rp200 juta termasuk sewa tempat, karyawan, dan lainnya.

“Rata-rata balik modal sekitar 10 hingga 12 bulan, tetapi kalau lokasinya bagus dan ramai, bisa lebih cepat yaitu 6 bulan sampai 8 bulan,” tutur Billy beberapa waktu lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang bisnis, kopi, Virus Corona, covid-19

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top