Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

New Normal, Startup dan UMKM Paling Berpeluang Emas?

Presiden Komisaris SEA Group, Induk Perusahaan dari Shopee, Pandu P. Sjahrir mengatakan bahwa situasi new normal adalah realitas yang harus dihadapi semua pihak, baik masyarakat luas dan juga dalam dunia usaha.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  20:45 WIB
Ilustrasi startup. - olpreneur.com
Ilustrasi startup. - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA - Wacana menerapkan new normal di tengah pandemi corona dinilai membuat sektor UMKM dan startup memiliki peluang emas untuk meraup keuntungan.

Presiden Komisaris SEA Group, Induk Perusahaan dari Shopee, Pandu P. Sjahrir mengatakan bahwa situasi new normal adalah realitas yang harus dihadapi semua pihak, baik masyarakat luas dan juga dalam dunia usaha.

“New normal berarti new reality. Harapan saya dengan new normal ini kita lebih mempunyai empati dan perhatian terhadap kesehatan (healthy behaviour) dan juga lingkungan (healthy environment),” ujar Pandu dalam siaran persnya, Kamis (28/5).

Pandu menilai keadaan ini adalah kesempatan emas untuk membuat paradigma baru dalam dunia startup. Menurutnya, startup harus mencari solusi di tengah kondisi new normal nantinya.

“Paling simpel adalah beberapa kondisi seperti UMKM yang sekarang harus mulai menjual barangnya melalui e-commerce, pelajar harus mulai terbiasa belajar secara online, kemudian restoran yang sekarang mungkin harus mulai fokus ke urusan food delivery, sehingga harus menggunakan dapur utama atau central kitchen. Semua ini adalah peluang yang harus bisa ditangkap oleh pebisnis,” ujarnya.

Pandu menambahkan, kesempatan untuk dunia startup dan UMKM akan sangat besar karena perubahan behaviour orang dari offline ke online akan makin besar. Dunia perdagangan diyakini akan semakin beralih ke sistem online. Oleh karena itu, menurutnya kesempatan ini harus secara serius digunakan UMKM untuk mempelajari dan beradaptasi dengan sistem tersebut.

“UMKM harus melihat efek-efek langsung dari perilaku konsumen dengan adanya efek PSBB dan WFH selama tiga bulan ini. Bisnis itu harus bisa terus merasakan perilaku konsumennya, termasuk efek new normal kepada masyarakat dan pola konsumsinya,” tambah Pandu.

Beberapa bisnis yang menurut Pandu akan mendapat manfaat dari adanya era new normal adalah sektor e-commerce, logistik, cloud kitchen atau dapur kolektif, jasa antar makanan, dan sebagainya. Dengan adanya perubahan pola hidup masyarakat yang diyakini akan lebih memanfaatkan teknologi dan menjalani pola hidup sehat, maka sektor tersebut dengan sendirinya akan semakin berkembang dalam beberapa waktu ke depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp New Normal
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top