Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

4 Tips Manajemen Keuangan untuk Pengusaha Agar Tidak Bangkrut Karena Pandemi

Pengusaha dan calon pemilik perusahaan rintisan perlu mengelola uang mereka dengan hati-hati saat pandemi, karena gagal mengelola keuangan dengan hati-hati saat ini adalah tiket satu arah menuju kebangkrutan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  12:39 WIB
Ilustrasi entrepreneur
Ilustrasi entrepreneur

Bisnis.com, JAKARTA -- Pandemi menyebabkan tingkat kecemasan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap para pengusaha, mengancam stabilitas keuangan perusahaan mereka.

Banyak bisnis di seluruh dunia telah tutup karena langkah-langkah pembatasan jarak sosial, dengan kemungkinan banyak yang akan tutup secara permanen.

Pengusaha dan calon pemilik perusahaan rintisan yang berusaha menghindari nasib ini perlu mengelola uang mereka dengan hati-hati, karena gagal mengelola keuangan dengan hati-hati saat ini adalah tiket satu arah menuju kebangkrutan.

Jangan duduk dan menunggu penyelamatan finansial muncul secara ajaib. Sebaliknya jadilah proaktif dan ambil langkah-langkah ini untuk melindungi masa depan perusahaan Anda, seperti dilansir melalui Business Insider.

1. Manfaatkan keringanan pajak

Tidak sedikit orang yang benci membenci membayar pajak dengan tarif tinggi untuk waktu lama.

Tarif pajak tinggi mengurangi pertumbuhan komersial dengan membatasi skala tenaga kerja perusahaan, menghambat kesempatan renovasi dan ekspansi fisik bisnis serta membebani perusahaan dengan pembayaran yang sulit dipikul selama masa ekonomi yang sulit.

Hindari membayar lebih dari kewajiban Anda dengan memanfaatkan sebanyak mungkin keringanan pajak. Sebagai contoh di Amerika Serikat, perusahaan akan mendapatkan keringanan pajak dengan memperkerjakan orang dengan kebutuhan fisik khusus. Sediakan lingkungan kerja yang dapat mendukung kerja mereka dengan fasilitas rap dan infratruktur lain yang diperlukan sebelum membuka lowongan.

2. Manfaatkan teknologi tanpa harus boros

Alih-alih mengabaikan teknologi sama sekali, pelajari bagaimana cara merangkul teknologi tanpa pengeluaran berlebihan agar tidak merusak profitabilitas masa depan Anda.

Kini ada banyak teknologi yang dapat menghemat uang Anda dalam jangka panjang. Jika Anda tidak memiliki keahlian untuk membuat keputusan yang rumit tentang peralatan teknologi informasi yang akan diinvestasikan, libatkan anggota tim yang berfokus pada operasi digital perusahaan Anda.

3. Investasi untuk masa depan

Pemilik bisnis seringkali terlalu sibuk untuk mengikuti perkembangan pasar saham secara langsung, tetapi pengusaha yang cerdas yang berinvestasi dalam aset tertentu menuai hasil dalam jangka panjang.

Saham dan obligasi bukan satu-satunya opsi investasi. Pertahankan profitabilitas jangka panjang perusahaan Anda dengan berinvestasi pada karyawan Anda. Adakan pelatihan di tempat kerja serta pastikan jaminan kesejahteraan pribadi untuk pekerja Anda sehingga mereka tumbuh bersama perusahaan.

Seiring waktu, investasi ini akan memastikan Anda memiliki persediaan sumber daya manusia yang andal, aset terpenting dari bisnis apa pun.

4. Monetisasi keberadaan bisnis di ranah digital

Pengusaha yang tidak secara teratur menilai kembali keberadaan digital mereka untuk memastikan bagaimana mereka dapat menghasilkan uang membuat kesalahan manajemen uang.

Jika Anda memiliki situs web populer yang dikunjungi orang, Anda bisa menghasilkan pendapatan iklan. Akun media sosial dengan angka pengikut yang tinggi juga dapat diubah menjadi alat pemasaran untuk meningkatkan penjualan e-commerce dan traffic pengunjung.

Selain menghasilkan uang dari keberadaan digital, Anda harus berusaha menjaga citra bersih di internet. Skandal modern menyebar ke seluruh web seperti api, jadi pastikan akun media sosial perusahaan Anda ada di tangan yang tepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengusaha tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top