Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sepertiga dari Bisnis Kecil di New York Kemungkinan Tidak Dibuka Kembali

Pebisnis di New York kini menghadapi sewa tinggi, beban regulasi, dan pajak yang harus ditanggung bahkan saat usaha mereka ditutup selama pandemi virus corona (Covid-19).
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  16:32 WIB
Ilustrasi - Naturalnews
Ilustrasi - Naturalnews

Bisnis.com, JAKARTA - Sepertiga dari 230.000 usaha kecil kota New York mungkin tidak akan pernah dibuka kembali, menurut laporan baru oleh kelompok industri terkemuka.

The Partnership for New York City merilis rencana respons pasca-pandemi pada Senin (20/7/2020), dengan bantuan 12 perusahaan konsultan global. Bisnis akomodasi, layanan makanan, dan pekerjaan ritel sangat rentan, demikian temuan studi setebal 67 halaman itu.

Sebagian besar usaha kecil hanya memiliki cadangan kas untuk kurang dari tiga bulan, periode yang sama dengan panjang kebijakan lockdown Covid-19 di negara bagian New York.

"Itu berarti bahwa dana modal memulai kembali bisnis, membayar sewa, dan membeli inventaris sudah habis, membuat puluhan ribu pengusaha dalam risiko, terutama pemilik bisnis non-kulit putih," tulis Kathryn Wylde dan Natasha Avanessians seperti dikutip melalui Fox Business, Rabu (22/7/2020).

Mereka mengatakan pemilik bisnis menghadapi sewa tinggi, beban regulasi, dan pajak yang harus ditanggung bahkan saat usaha mereka ditutup.

Covid-19 telah mengubah proposisi nilai bisnis, karena keuntungan dari lalu lintas pejalan kaki dan akses mudah ke kantor klien dan pelanggan potensial telah berkurang.

"Sebaliknya, selama dekade terakhir, kekuatan politik telah menciptakan lingkungan bisnis yang jauh lebih mahal dan litigasi yang tidak lagi berkelanjutan bagi mereka yang marginnya sempit sebelum pandemi," kata para penulis.

Namun, inilah beberapa titik terang dalam laporan tersebut. Lowongan pekerjaan masih tersedia sebanyak 200.000 bahkan dengan tingkat pengangguran 18 persen di kota itu, meskipun ada kekurangan pekerja terampil di bidang-bidang seperti akuntansi dan pengembangan bisnis.

Adapun, sektor teknologi kota New York selamat dari pandemi, relatif tanpa cedera, dan perusahaan startup lokal, seperti Clear yang menemukan izin kesehatan untuk memverifikasi status Covid-19 seseorang, siap mengambil untung dari pemulihan ekonomi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis bangkrut Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top