Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Garvinoes, Jam Tangan Vintage Modern Berbahan Kayu

Jam tangan dari kayu diberi nama Garvinoes. Nama Garvinoes sendiri berasal dari bahasa sansekerta.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 01 Agustus 2020  |  17:41 WIB
Jam tangan lokal, Garvinoes berbahan kayu kian diminati masyarakat. - istimewa
Jam tangan lokal, Garvinoes berbahan kayu kian diminati masyarakat. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Jam tangan kini bukan hanya sebagai aksesoris tetapi telah menjadi kebanggaan (pride) dan status sosial bagi si pemakai. Selama ini, beberapa merek jam tangan yang sering digunakan merupakan produk luar negeri. Padahal, Indonesia juga memiliki jam tangan produk lokal, buatan anak negeri, salah satunya jam tangan dengan merek Garvinoes.

Berbeda dengan jam tangan pada umumnya, Garvinoes dibuat dengan menggunakan material kayu dari hutan Indonesia yang dipadu dengan stainless steel sehingga memiliki karakter alam yang etnik dan vintage sekaligus mewah dan modern.

Adalah Yusuf Kurnia Irawan, sosok yang sukses mengembangkan brand jam tangan Garvinoes. Nama Garvinoes berasal dari bahasa sansekerta yaitu Garvi yang artinya pride atau kebanggaan dan Noes yang merupakan singkatan dari nusantara.

“Harapan saya Garvinoes ini menjadi jam tangan lokal brand yang ketika orang memakainya, dia merasa ada pride atau kebanggaan menggunakan jam tangan produk lokal,” ujarnya.

Agar pemakainya merasa bangga dengan produk tersebut, pria yang akrab disapa Ibe ini mendesain jam tersebut dengan model yang lebih modern. Menggunakan kayu-kayu pilihan khas nusantara yang dipadupadankan dengan material stainless steel yang kokoh.

Selain mewah dan modern, jam tangan Garvinoes juga didesain dengan teknologi yang membuatnya tahan air dan dapat digunakan untuk menyelam hingga kedalaman 30 meter di bawah permukaan air.

Ibe memang sengaja memilih bahan dasar dari kayu karena secara pribadi dia sendiri sangat menyukai kayu dan filosofi dari kayu tersebut. Tak heran bila akhirnya pria kelahiran 1997 ini memperdalam ilmunya dengan menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

“Menurut saya material kayu itu sangat unik karena saya membayangkan sebuah kayu dari pohon itu bisa tumbuh 30 sampai 40 tahun secara alami, dan setiap tahun lingkar kayunya semakin besar. Dia [kayu] bahkan sudah melewati musim hujan, kemarau sehingga membuatnya semakin kokoh,” tutur Ibe.

Garvinoes, jam Garvinoes, jam tangan Garvinoes

Dari situ dia lantas berpikir untuk menjadikan unsur alami dan keunikan dari sebuah kayu tersebut menjadi produk yang bisa dipakai secara terus menerus dan bersifat lebih personal. Setelah melakukan berbagai riset, dia kemudian melihat peluang untuk mengkreasikan kayu tersebut menjadi sebuah produk jam tangan.

Menurutnya, ketika sebuah batang kayu yang kecil ini didesain dengan inovasi dan desain yang menarik, maka dia akan menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual tinggi, apalagi ketika dibuat menjadi sebuah jam tangan dan dikembangkan value atau brand awareness nya.

Saat ini, Garvinoes sendiri telah memiliki 37 seri model dan akan terus bertambah. Bahan kayu yang digunakan bermacam-macam mulai dari kayu Eboni dari Sulawesi, Kayu Maple, Kayu Gaharu Zebra, dan lainnya.

Adapun untuk rentang harga produk tersebut dijual mulai dari Rp1 jutaan hingga Rp1,5 juta. Untuk menarik lebih banyak konsumen, dia juga rutin membuat promo dengan potongan harga khusus hingga 50 persen sehingga produk jam Garvinoes bisa dibeli dengan harga sekitar Rp500.000.

Agar memiliki kesan vintage yang mewah, setiap jam tangan Garvinoes dikemas dengan menggunakan bambu yang diberi ukiran logo Garvinoes bergambar pohon. Di dalam kotak packing terdapat sejarah berdirinya perusahaan, cara perawatan, hingga kartu garansi. Yaitu berupa garansi mesin 1 tahun full, dan garansi baterai 10 tahun full.

Dengan berbagai keunikan dan keistimewaan tersebut, tak heran bila kini produk jam tangan Garvinoes kian diminati, tidak hanya oleh pembeli ritel tetapi juga komunitas dan korporasi serta institusi pemerintahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kayu tips bisnis jam tangan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top