Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lima Dampak Pandemi Covid-19 pada Industri Tekfin

Lonjakan minat telemedicine di tengah pandemi virus corona (Covid-19) berpotensi tumbuh menjadi fenomena skala besar.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  14:27 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor finansial teknologi berkembang pesat di Asia dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi, seperti kebanyakan sektor lain, mereka juga terpukul keras oleh pandemi Covid-19.

Berikut adalah dampak yang terjadi pada industri finansial teknologi, baik dan buruknya, menurut Entrepreneur:

1. Momentum untuk yang Berhasil Bangkit

Menurut platform intelijen pasar CB Insights, selera investor untuk tekfin di Asia telah merupakan yang terendah di kuartal pertama dan kedua tahun ini sejak akhir 2016. Ini adalah konsekuensi langsung dari pandemi Covid-19, yang telah menimbulkan ketidakpastian pada masa depan industri.

Akses modal terbatas akan memaksa beberapa pemain untuk gulung tikar, meninggalkan industri ke perusahaan yang lebih besar dan lebih kuat.

Ketidakpastian yang berkepanjangan akan menurunkan jumlah startup tekfin dan pada gilirannya memberikan momentum bagi perusahaan yang mampu menghadapi tantangan tersebut. Pemain baru akan merasa lebih sulit untuk mengejar ketinggalan. Namun, masih ada peluang bagi mereka, karena pemain besar sekalipun semakin lemah di tengah wabah pandemi.

2. Pengurangan Jumlah Pemberi Pinjaman Alternatif

Pendekatan yang tangkas terhadap segmen yang kurang terlayani dan fokus pada jumlah pinjaman yang lebih kecil menjadi alasan yang kuat bagi pemberi pinjaman alternatif dalam situasi yang sedang berlangsung. Tapi, gambaran sebenarnya berbeda. Telah terjadi penurunan pendapatan yang signifikan pada bisnis kecil dan besar serta pelanggan ritel. Ini tidak hanya menurunkan konsumsi tetapi juga meningkatkan default.

Kemudian, kebangkrutan peminjam dan ketidakpastian ekonomi telah menyebabkan keluarnya dana investor dari P2P lending. Meskipun beberapa laporan mengisyaratkan potensi pemulihan musim panas ini, semakin lama ketidakpastian berlangsung, semakin sedikit pemain yang akan bertahan di pasar.

3. Perluasan Keuangan Digital

Pembatasan jarak sosial telah meningkatkan penggunaan layanan jarak jauh — dari belanja online hingga pengiriman, hiburan, layanan streaming, dan pembayaran seluler. Orang-orang yang terbiasa dengan keunggulan dunia digital cenderung terus menggunakannya secara aktif pada periode pasca-Covid-19.

Hasil lainnya adalah kemajuan regulasi. Dengan demikian, virus corona telah mendorong adopsi teknologi finansial dan teknologi regulasi (regtech) di China. Di Korea Selatan, mereka memfasilitasi pengenalan hukum cryptocurrency.

Oleh karena itu, meskipun pandemi telah menimpa industri, hal itu juga telah memberikan masa tenggang bagi tekfin, membantunya untuk berkembang dan diterima.

4. Mengaburkan Garis Batas Antara Bank dan Fintech

Perbankan tradisional semakin tertinggal dari tekfin. Digitalisasi yang tak terelakkan bukanlah satu-satunya alasan. Industri telah menghadapi penurunan kinerja keuangan sejak tahun lalu.

Resesi global pada tahun 2020 telah memperburuk situasi. Pendapatan penduduk yang lebih rendah, pengangguran yang membengkak dan ketidakpastian keuangan mengurangi jumlah dan ukuran simpanan bank dan pinjaman seperti hipotek, pinjaman mobil dan lain-lain.

Perubahan model operasi dan transformasi digital menjadi sarana bagi bank untuk mengatasi kesulitan. Ini juga dapat menetapkan bank untuk memberikan pinjaman yang lebih kecil dan menilai pelanggan secara kurang formal, serta mulai mengakuisisi perusahaan tekfin. Hebatnya, tekfin sendiri cukup aktif dalam hal ini, karena mereka mencari peluang untuk memperkuat kinerja.

5. Bergeser Menuju Personalisasi yang Lebih Tinggi

Lonjakan minat telemedicine di tengah Covid-19 berpotensi tumbuh menjadi fenomena skala besar. Secara potensial, ini dapat meningkatkan minat komersial pada data biologis, seperti suhu tubuh, tekanan darah, dan lainnya. Ini akan memungkinkan perusahaan dan pemerintah untuk meningkatkan penilaian dan perkiraan, dan mempengaruhi cara orang berpikir dan bertindak.

Meskipun ini adalah tren jangka panjang, dengan adopsi 5G yang besar, industri berjanji untuk mengubah paradigma konsumen secara dramatis. Perubahan ini terutama akan memengaruhi layanan tekfin — perangkat lunak, penargetan dan akuisisi pelanggan, prosedur penilaian kredit, dll.

Ini akan menjadi salah satu langkah menuju pendekatan pelanggan yang lebih individu dan solusi TI komprehensif yang ke tingkat tertinggi.

Dalam satu lingkup, mereka mungkin menggabungkan solusi dari segmen tekfin yang berbeda, serta melayani beragam audiens.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan digital Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top