Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kembangkan Bisnis Berkelanjutan Melalui Pemanfaatan Teknologi

Untuk menciptakan kehidupan yang berkelanjutan selama pandemi virus corona (Covid-19) dibutuhkan pemanfaatan teknologi.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  21:30 WIB
Ilustrasi - Surepayroll
Ilustrasi - Surepayroll

Bisnis.com, JAKARTA -- Pandemi virus corona (Covid-19) memberikan pelajaran kepada seluruh masyarakat dari berbagai kalangan untuk beradaptasi dengan perubahan, termasuk dalam menjalankan bisnis.

Pola pikir dan etos kerja yang mengedepankan efisiensi, kolaborasi dan pemanfaatan teknologi menjadi prioritas dalam beradaptasi di era new normal ini. Model bisnis dan pola investasi yang memberikan dampak positif bagi lingkungan serta mengedepankan konsep Environment, Sustainability dan Governance (ESG) juga dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi dari krisis.

Apabila tidak terkendali, perubahan iklim dan kepunahan flora serta fauna dapat menyebabkan kerusakan lingkungan global yang menyebabkan krisis sosial dan ekonomi yang jauh lebih besar.

Head of Group Strategic Marketing and Communications, PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika mengatakan untuk menciptakan kehidupan yang berkelanjutan antara bisnis dan ekonomi dibutuhkan pemanfaatan teknologi.

Namun, hal tersebut tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Kolaborasi antara korporasi, startup, yayasan dan berbagai organisasi lainnya sangatlah diperlukan.

Menurutnya, isu keberlanjutan memang menjadi sebagai salah satu kewajiban perusahaan dalam menjalankan bisnis. Namun, peran keberlanjutan saat ini lebih dari sekadar kewajiban, tetapi telah menjadi pola pikir dan perilaku terlebih dengan adanya pandemi ini.

“Keberlanjutan dalam penciptaan ekonomi hijau yang inklusif juga menjadi tujuan negara dalam memulihkan ekonomi. Tak hanya fokus pada penciptaan lapangan kerja dan profit yang besar tetapi harus memikirkan aspek lingkungan dan sosial dari bisnis tersebut,” ujarnya, Kamis (27/8/2020).

Bank DBS Indonesia sendiri secara aktif menyuarakan isu keberlanjutan dan digitalisasi sebagai salah satu bentuk upaya dalam mewujudkan komitmen perusahaan bertanggung jawab terhadap kesadaran tentang masalah sosial, lingkungan, dan keberlanjutan.

Selain itu, pihaknya juga menciptakan lingkungan dan bisnis yang berkelanjutan dengan bergerak bersama wirausaha sosial.

“Kami percaya wirausaha sosial merupakan masa depan bisnis, karena selain menjalankan bisnisnya, mereka juga mampu menciptakan dampak positif sekaligus menyelesaikan isu sosial yang terjadi di masyarakat dalam berbagai aspek,” tuturnya.

Salah satu perusahaan yang memanfaatkan teknologi dengan isu keberlanjutan dan lingkungan adalah Gringgo. Yaitu startup teknologi yang memberikan solusi terhadap isu keberlanjutan khususnya pengelolaan sampah dengan teknologi. Dalam program pengelolaan sampah kepada masyarakat, Gringgo memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence.

Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dalam memilah sampah, mengukur berapa hasil sampah yang telah dikumpulkan, dan jenis sampah yang bisa didaur ulang sebagai bahan baku.

CEO & Chairman Gringgo, Febriadi Pratama yang fokus dalam mengembangkan circular economy, yaitu konsep alternatif ekonomi linear yang bertujuan menggunakan potensi setiap material semaksimal mungkin serta untuk memulihkan material yang telah sampai pada usia akhirnya.

Hingga saat ini dia melihat bahwa perilaku masyarakat belum menjadikan pengolahan sampah sebagai isu penting yang harus dihadapi dan di satu sisi infrastruktur yang belum memadai untuk pengelolaan sampah yang baik.

“Untuk itu kami menghadirkan teknologi untuk mempertemukan apa yang dibutuhkan oleh industri dan apa yang telah dihasilkan oleh masyarakat sehingga dapat tersalurkan dengan baik dan hanya menghasilkan sedikit sampah,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wirausaha teknologi dbs tips wirausaha
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top