Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Jadi YouTuber Ala Bos Sumber Alam:

Pemilik PO Sumber Alam yang juga dikenal sebagai YouTuber Anthony Steven Hambali mengatakan YouTuber pemula sebaiknya tidak perlu bernafsu untuk membeli peralatan untuk keperluan pembuatan konten.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  22:09 WIB
Anthony Steven Hambali
Anthony Steven Hambali

Bisnis.com, JAKARTA – Tak dapat dipungkiri jika YouTube telah menjelma menjadi ladang penghasilan baru. Layaknya jamur di musim hujan, YouTuber baru terus bermunculan dengan konten-konten dari berbagai topik atau tema.

Namun, tak semua yang memutuskan untuk menjadi YouTuber berhasil mendapatkan penghasilan dari konten-konten yang diunggah. Alih-alih mendapatkan keuntungan, banyak diantaranya yang justru mengalami kerugian lantaran modal yang dikeluarkan untuk memproduksi konten tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.

Lantas apa yang harus dilakukan untuk menghindari permasalahan yang banyak menimpa YouTuber pemula itu?

Pemilik PO Sumber Alam yang juga dikenal sebagai YouTuber Anthony Steven Hambali mengatakan YouTuber pemula sebaiknya tidak perlu bernafsu untuk membeli peralatan untuk keperluan pembuatan konten. Menurutnya, modal utama kesuksesan dari seorang YouTuber terletak pada ide serta sejauh mana pemahamannya terhadap tema atau topik yang dibawakan.

“Kebanyakan orang berpikir [menjadi YouTuber] harus banyak modalnya. Minta peralatannya baru mau jadi YouTuber. Harusnya ya gunakan yang ada, gadget yang dipakai misalnya bagikan yang Anda sukai. Niatnya berbagi,” katanya dalam wawancara khusus bersama Bisnis pada Jumat (28/8/2020).

Anthony mengungkapkan dirinya mencoba peruntungan sebagai YouTuber hanya bermodalkan ponsel Android miliknya. Seiring dengan berjalannya waktu konten-konten mengenai seluk beluk perusahaan miliknya akhinya digemari dan mulai menghasilkan pendapatan yang lumayan.

Pria yang dikenal dengan sapaan khas “Hello YouTuber” itu mengaku mendapatkan uang dalam jumlah besar melalui YouTube bukanlah tujuan utamanya. Tujuan awalnya adalah sekadar coba-coba lantaran penasaran sekaligus mempromosikan PO Sumber Alam ke khalayak yang lebih luas.

“Saya masuk ke YouTube ini bukan sebagai profesional yang benar-benar mencari uang dari konten. Awalnya [coba-coba] bagaimana YouTube ini bisa mendukung bisnis dengan peralatan seadanya. Setelah mendapatkan uang dari konten barulah beli kamera, drone, dan merekrut video editor,” ungkapnya.

Oleh karena itu, konten-konten yang diunggah di kanal PO Sumber Alam sebagian besar adalah video edukasi yang memperlihatkan bagaimana armada PO Sumber Alam dikelola. Selain itu, terdapat pula video yang memberikan informasi apa yang harus dilakukan oleh penumpang bus dalam keadaan darurat.

Walaupun demikian, dirinya juga menyadari bahwa konten-konten yang diunggah harus disesuaikan dengan momentum tertentu.

“Seperti terakhir video tentang [fenomena] bus dan truk oleng. Karena saya ada armada dan juga jalan kosong di garasi yang bisa dipakai ya buat saja video edukasi bagaimana bahayanya oleng. Manfaatkan momentum dan apa yang ada saja,” tuturnya.

Menurut Anthony, hampir semua konten di kanal PO Sumber Alam dibuat tanpa ada perencanaan khusus seperti pembuatan naskah. Mengalir begitu saja dan menyesuaikan dengan apa yang sedang terlintas di pikirannya dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, khususnya kalangan pencinta bus.

Pecahkan Kaca Hingga Bakar Bus
Konten edukasi mengenai fenomena bus dan truk oleng di jalan raya yang dipraktikkan sendiri oleh Anthony bukan satu-satunya konten yang terbilang berisiko dan nekat. Jauh sebelumnya, dia pernah menghadirkan konten edukasi yang jauh lebih mendebarkan dan mengeluarkan biaya tak sedikit.

Untuk memberikan edukasi apa yang harus dilakukan ketika bus mengalami kecelakaan atau kebakaran, Anthony rela memecahkan kaca samping salah satu armadanya. Selain itu, dia juga sempat membakar salah satu armadanya untuk memperlihatkan seberapa cepat api menjalar dari mesin di bagian belakang bus ke bagian lainnya.

“Banyak yang nggak tahu bagaimana memakai [palu] pemecah kaca ketika keadaan darurat. Bis dibakar itu juga untuk memperlihatkan seperti apa kebakaran bisa terjadi di bus dan apa yang harus dilakukan penumpang dan kru,” ujarnya.

Kemudian untuk kedepannya Anthony mengungkapkan jika pihaknya terbuka dengan siapapun yang ingin berkolaborasi. Termasuk dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin mempromosikan produknya lewat konten-konten di kanal PO Sumber Alam.

“Kami terbuka untuk kolaborasi dengan siapa saja, semangatnya kan saling membantu. Dengan sesama pengusaha bus lainnya, UMKM, atau YouTuber lain. Seperti di awal tadi kan niatnya adalah berbagi,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

youtube PO Sumber Alam
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top