Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Coffee Lathi Ikut Gairahkan Minuman Kopi Olahan Saat Pandemi

Pada era new normal, pengusaha kopi tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat dengan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 10 September 2020  |  13:16 WIB
Roy Marten dan Wiwiek Mulyani pemilik Coffee Lathi berfoto bersama. - istimewa
Roy Marten dan Wiwiek Mulyani pemilik Coffee Lathi berfoto bersama. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Wabah Pandemi Covid-19 memicu dampak yang signifikan terhadap industri coffee shop dan resto di Indonesia. Sejak April 2020 lalu, tercatat sudah ada 6.800 resto yang tutup khususnya di wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Dampak penutupan cafe dan resto itu juga membuat sejumlah Barista diberhentikan dari pekerjaannya karena Coffee Shop tersebut sudah tidak mampu lagi meneruskan usahanya.

Ketua Barista Guild Indonesia (BGI-red), Yudistira Bawono mengakui sejauh ini sudah banyak barista yang dirumahkan, lebih dari 900 barista. Ini membuatnya memutar otak agar mereka bisa tetap mempertahankan industri kopi Indonesia tetap bertahan melawan pandemi Covid-19.

"Kami berharap kepada pengusaha coffee shop yang baru buka dan masih bertahan untuk mengadopsi barista korban PHK dan menjadi barista asuh. Artinya memberikan kesempatan satu shift per minggu kepada mereka agar bisa terus eksis," ujarnya, Kamis (10/9/2020).

Di tengah kondisi ini, rupanya masih ada pelaku usaha yang berani membuka usaha coffee shop dan siap merekrut kembali para barista yang sudah dirumahkan, salah satunya Wiwiek Mulyani pemilik Coffee Lathi.

Wiwiek mengatakan bahwa tujuannya membuka Coffee Lathi karena ingin menjaga eksistensi industri kopi Indonesia dan membantu mempekerjakan kembali mereka yang sebelumnya di PHK dari coffee shop.

“Saya percaya diberi kekuatan oleh Tuhan, maka saya coba membuka Cafe Lathi. Saya melihat banyak karyawan yang menganggur, dan industri kopi banyak turun. Jadi saya coba buka cafe ini,” ungkapnya.

Pada era new normal saat ini, Wiwiek menuturkan bahwa pihaknya tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Coffee Lathi sendiri berlokasi di Green Lake City, Duri Kosambi.

Aktor legendaris Roy Marten mengapresiasi keberanian para pengusaha coffee shop seperti Lathi yang berani ekspansif di masa pandemi ini. Sekaligus membangkitkan kembali eksistensi industri minuman kopi olahan tidak mati suri dan para barista atau karyawan yang di PHK bisa kembali bekerja.

“Ini sebuah angin segar. Kita butuh 9000 coffee Lathi lagi untuk memulihkan ekonomi, semuanya menanti vaksinasi. Kita percaya awal tahun depan vaksin Covid-19 ada,” ujarnya.

Roy juga optimis, ekonomi Indonesia akan kembali pulih tahun depan. Dengan dibukanya coffee shop di tengah pandemi kehidupan akan kembali berdenyut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi phk tips bisnis
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top