Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

7 Hal Penting Mempersiapkan Diri dari Potensi Resesi

Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memastikan keuangan Anda dalam kondisi baik bahkan jika ekonomi goyah.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 23 September 2020  |  13:26 WIB
Ilustrasi resesi
Ilustrasi resesi

Bisnis.com, JAKARTA -- Jika Anda meluangkan waktu dua menit untuk membaca berita, Anda kemungkinan akan melihat berita utama tentang penurunan ekonomi yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Artikel kali ini tidak akan berfokus untuk mencoba memprediksi kapan resesi berikutnya akan terjadi, namun justru membantu untuk memastikan bahwa Anda sudah siap ketika hal itu benar-benar terjadi.

Dilansir melalui Forbes, berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memastikan keuangan Anda dalam kondisi baik bahkan jika ekonomi goyah.

1. Pastikan Hidup Orang yang Anda Cintai Terjamin

Jika Anda memiliki anak, pasangan atau anggota keluarga lain yang bergantung pada penghasilan Anda saat ini dan di masa depan, Anda perlu memastikan bahwa Anda memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang memadai. Perhatian yang sama berlaku untuk asuransi jiwa yang Anda miliki melalui perusahaan Anda.

Ketika membeli asuransi jiwa individu, asuransi jiwa berjangka kemungkinan adalah pilihan terbaik Anda. (Jika anak-anak Anda masih kecil, pertimbangkan kebijakan jangka waktu 20 tahun.) Anda dapat dengan mudah membandingkan tarif secara online.

Alasan lain untuk mendapatkan polis kehidupan berjangka sekarang adalah karena Anda mungkin tidak sehat di masa depan; Anda akan menghemat banyak uang jika Anda mengunci tarif yang lebih rendah sekarang saat Anda dalam keadaan sehat.

2. Top Up Dana Darurat Anda

Jika Anda khawatir tentang ekonomi yang tidak stabil, salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah memastikan Anda memiliki biaya hidup selama 3 hingga 6 bulan di rekening tabungan.

Alasan penting untuk memiliki uang tambahan ini adalah karena dalam keadaan darurat, Anda tidak ingin menyadari bahwa Anda tidak memiliki cukup uang untuk membayar makanan, mobil, obat-obatan, atau cicilan Anda.

3. Temukan Cara Mudah Untuk Memotong Biaya Overhead

Kita hidup di zaman di mana memiliki paket telepon yang bagus, WiFi yang solid, dan banyak konten untuk ditonton di TV. Tetapi itu tidak berarti Anda harus membayar lebih untuk itu.

Jika Anda membayar lebih dari Rp500.000 per orang untuk paket telepon seluler, Anda harus mempertimbangkan untuk beralih ke operator telepon berbiaya rendah. Hal mudah lainnya adalah mengidentifikasi pembelian besar yang sering Anda lakukan. Bagi sebagian orang bisa dari biaya pembelian lensa kontak, cairan pembersih wajah, atau tagihan platform streaming berbayar.

Penghematan berulang ini akan bertambah seiring waktu dan alternatif yang lebih murah dapat menghemat jutaan rupiah per tahun.

4. Tambah Penghasilan Anda

Jika Anda benar-benar khawatir tentang masa ekonomi yang sulit di masa depan, maka Anda perlu melakukan apa saja untuk melindungi diri sendiri. Salah satu cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan meningkatkan penghasilan Anda sebagai antisipasi.

Beberapa blog atau artikel tentang manajemen keuangan pribadi sedang melihat adanya demam bisnis sampingan. Namun jangan sampai Anda mengabaikan aset terpenting, yakni pekerjaan Anda saat ini.

Jika Anda dapat meluangkan sedikit waktu lembur dan bekerja keras untuk mendapatkan promosi, itu mungkin cara yang jauh lebih bermanfaat untuk meningkatkan penghasilan Anda.

5. Bayar Hutang Berbunga Tinggi

Membayar hutang dengan bunga tinggi sangat penting karena ini mengurangi tekanan arus kas Anda jika Anda mengalami masalah keuangan. Tidak memiliki tagihan kartu kredit yang besar setiap bulan akan membantu Anda tetap berada di kondisi aman sampai semua krisis beres.

6. Terus Berinvestasi

Ketika pasar saham jatuh dan semua orang panik, tampaknya berlawanan dengan intuisi untuk terus berinvestasi. Anda harus mengingatkan diri sendiri bahwa secara praktis tidak mungkin mengatur waktu pasar secara efektif.

Ini berarti bahwa untuk memberikan investasi Anda peluang terbaik untuk unggul, Anda perlu terus berinvestasi secara teratur. Cara mudah untuk melakukannya adalah dengan mengotomatiskannya sehingga menjadi autopilot. Anda dapat melakukan ini dengan melakukan transfer berulang ke akun pensiun atau akun broker Anda.

7. Tingkatkan Skor Kredit Anda

Sebenarnya ini mungkin waktu yang tepat untuk membeli rumah pertama Anda di tengah resesi jika harga mulai turun, tetapi mendapatkan pinjaman saat resesi lebih rumit.

Dapatkah Anda menebak apa yang dilakukan pemberi pinjaman selama resesi? Mereka hanya meminjamkan kepada peminjam terkuat. Ini berarti bahwa jika Anda tidak memiliki kredit tinggi, Anda mungkin kurang beruntung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Resesi tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top