Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebelum Ajukan Pinjaman, Pemilik UKM Perlu Perhatikan 4 Hal Ini

Gunakan pinjaman dengan bijaksana, dan lunasi dengan cepat agar memiliki kualitas pinjaman yang lancar.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 29 September 2020  |  17:09 WIB
Pelaku UMKM mendapatkan pinjaman dari perbankan. - ilustrasi
Pelaku UMKM mendapatkan pinjaman dari perbankan. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Memulai bisnis itu mengasyikkan. Anda bisa menjadi bos untuk diri sendiri dan mengejar impian. Namun, berhati-hatilah, bahwa bagaimanapun hidup seorang wirausahawan tidaklah mudah.

Anda akan membutuhkan banyak bantuan di sepanjang prosesnya. Banyak usaha kecil mengajukan pinjaman. Dibutuhkan banyak uang untuk memulai perusahaan, dan kebanyakan pengusaha tidak memiliki modal seperti itu.

Begitu mereka memulai bisnis, mereka membayar kembali pinjaman dan fokus untuk menghasilkan keuntungan.

Kenyataannya, Anda tidak bisa begitu saja masuk ke bank dan berharap mendapatkan persetujuan untuk pinjaman, terutama ketika kondisi pinjaman ketat.

"Faktanya, sekitar 80 persen pemilik usaha kecil yang mengajukan pinjaman bank ditolak," seperti dikutip melalui Forbes, Selasa (29/9/2020).

Apa yang membedakan pengusaha yang berhasil mendapatkan pinjaman dari yang lain? Begini cara mereka melakukannya:

1. Apakah Anda Benar-Benar Butuh Pinjaman?

Sebelum Anda menginjakkan kaki di bank, Anda perlu mempelajari apakah bisnis kecil Anda benar-benar membutuhkan pinjaman. Berutang yang tidak perlu bisa seperti menggali diri sendiri ke dalam lubang. Perhatikan semua pilihan Anda sebelum membuat keputusan akhir.

Pertama, lihat anggaran perusahaan Anda. Anda mungkin dapat melakukan pemotongan atau mengatur ulang dana untuk menutupi biaya Anda. Menjual mobil perusahaan mungkin merugikan, tetapi itu lebih baik dari pembayaran bunga jutaan rupiah.

2. Buat Rencana

Setelah Anda memutuskan bahwa pinjaman adalah pilihan terbaik Anda, Anda perlu membuat rencana. Bagaimana Anda akan menggunakan uang itu? Bagaimana Anda akan membayarnya kembali, dan dalam jangka waktu berapa? Pemberi pinjaman ingin mendengar jawaban yang dipikirkan dengan matang untuk pertanyaan-pertanyaan itu.

Rencana Anda tidak hanya akan mempengaruhi bank, tetapi juga membuat Anda sukses setelah pinjaman disetujui. Uang pinjaman harus digunakan dengan bijaksana dan dengan tujuan. Jika Anda buang-buang uang yang dipinjamkan, Anda akan kesulitan mendapatkan pinjaman di kemudian hari. Lebih buruk lagi, reputasi dan merek bisnis Anda akan rusak karenanya.

3. Ketahui Apa yang Dicari Bank

Saat menyetujui pinjaman, bank melihat banyak faktor berbeda. Mengetahui apa yang mereka fokuskan akan memberi Anda keuntungan saat melakukan promosi.

Pertama, bank akan melihat keuangan perusahaan Anda. “Bank ingin tahu apakah bisnis sedang berkembang,” kata Alan Crystal, wakil presiden keuangan di SmartBiz Loans.

Kedua, jika karena alasan tertentu Anda tidak dapat membayar pinjaman secara penuh, bank akan memeriksa apakah Anda memiliki aset yang dapat digunakan untuk mendapatkan kembali modal yang hilang. Ini juga akan memperhitungkan riwayat kredit perusahaan Anda dan pengeluaran keseluruhan, jadi bersiaplah.

Pemberi pinjaman ingin berinvestasi di perusahaan yang menjanjikan. Jika perusahaan Anda berjuang untuk memenuhi kebutuhan, akan sulit untuk mendapatkan persetujuan. Anda perlu menunjukkan kepada pemberi pinjaman bahwa Anda memiliki apa yang diperlukan untuk berhasil, dan bahwa Anda mengenali konsekuensi dari kegagalan.

4. Pahami Prosesnya

Memahami proses pinjaman juga memberi Anda peluang lebih besar untuk sukses. Semakin Anda terlibat dengan bank, semakin mudah mereka bekerja dengan Anda. Bersiaplah dengan semua dokumen, nomor, dan jaminan yang diperlukan yang mungkin Anda butuhkan.

Apa kesalahan terbesar yang dilakukan perusahaan saat mereka mencari pinjaman?

“Kebanyakan perusahaan yang datang kepada kami untuk meminta pinjaman tidak tahu seberapa rumit proses persetujuannya,” Bril menunjukkan. “Ada banyak dokumentasi yang diperlukan, dan semua angkanya harus cocok. Agunan penting jika terjadi gagal bayar. ”

Apa yang terjadi setelah Anda disetujui untuk pinjaman usaha kecil? Gunakan dengan bijaksana, dan lunasi dengan cepat. Pastikan untuk tetap berhubungan dengan bank Anda: Jika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana, pemberi pinjaman Anda cenderung tidak mengerti jika mereka merasa dibutakan oleh berita buruk.

Bagi wirausahawan, perencanaan dan pelaksanaan sangat penting. Pinjaman untuk usaha kecil tidak terkecuali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit umkm pinjaman
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top