Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Efek Pandemi, Peran CFO di Perusahaan Berubah

Pandemi virus corona menyebabkan perubahan signifikan pada strategi organisasi khususnya bagi para CFO.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  20:14 WIB
Ilustrasi entrepreneur
Ilustrasi entrepreneur

Bisnis.com, JAKARTA – Survei Grant Thornton menunjukkan terjadinya perubahan signifikan di antara para Chief Financial Officer (CFO), baik secara pribadi maupun peran divisi keuangan yang mereka pimpin.

Pandemi Covid-19 memaksa CFO lebih fokus pada peran sebagai agen perubahan dan juga ahli strategi untuk mencari cara baru dalam memanfaatkan otomatisasi, outsourcing, dan efektivitas divisi keuangan dalam tanggung jawab mereka. Perubahan tersebut membutuhkan lebih banyak inisiatif untuk lebih dapat memahami, mengatur, dan memanfaatkan divisi keuangan yang mereka pimpin.

Hasil dari survei CFO Report 2020 Grant Thornton menunjukkan adanya kesenjangan antara target yang harus dicapai dengan kemampuan CFO dalam berinovasi. Berfokus pada inovasi mikro yang menggabungkan Sumber Daya Manusia, proses dan teknologi ke dalam model strategi baru, dinilai dapat membantu mereka agar terus memajukan kinerja perusahaan bahkan selama pandemi.

Grant Thornton melakukan survei CFO tahunan pada Februari 2020, tetapi karena pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan signifikan terkait strategi di berbagai organisasi maka survei untuk para CFO kembali diadakan pada bulan Mei 2020.

Hasil survei Februari 2020 menunjukkan tanggung jawab CFO dibagi dalam peranan yang seimbang sebagai ahli strategi, agen perubahan dan yang menggawangi kinerja keuangan perusahaan. Namun, saat krisis Covid-19 memburuk, peran para CFO bergeser ke arah ahli strategi dan agen perubahan, dan lebih sedikit sebagai penjaga gawang keuangan perusahaan.

Selama pandemi, CFO kini dapat secara efektif menjaga akuntabilitas perusahaan untuk seluruh fungsi keuangan sambil mencari peluang untuk menghasilkan timbal balik tertinggi bagi perusahaan.

Dalam survei tersebut, Grant Thornton berbagi 4 cara agar CFO dapat mempertimbangkan opsi yang bisa digunakan semasa pandemic untuk menegaskan peranan mereka di masa mendatang.

1. Pendelegasian

Delegasi dapat dimulai sesederhana dari tugas akuntasi tertentu atau dari perubahan struktural secara permanen. Misalnya, fungsi akuntansi dan pelaporan dimasukkan ke dalam peran ‘controller’, sedangkan posisi baru seperti ‘risk management officer’ dapat mengambil peran CFO sebagai yang menggawangi keuangan perusahaan.

2. Otomatisasi

CFO yang menggunakan software dengan hasil forecasting lebih cepat, telah merasakan langsung bagaimana teknologi mampu membuat kontribusi mereka menjadi lebih signifikan.

Inovasi serta proses transformasi memudahkan CFO untuk fokus pada business-critical area. CFO juga perlu memanfaatkan kemampuan serta pengetahuan teknologi dari karyawan baru mereka yang mungkin saja dapat membawa hal baru yang berguna bagi perusahaan.

3. Pelatihan

Untuk sepenuhnya mengembangkan potensi tim, CFO dapat memberikan program pelatihan untuk berbagai peran maupun kompetensi yang bersifat prioritas. Mengembangkan staf lain untuk memikul tugas seperti standarisasi proses kepatuhan dan menanamkan kontrol pencegahan juga akan memungkinkan CFO untuk dapat berkonsentrasi pada strategi.

4. Outsourcing

Jajaki kemungkinan melakukan alih daya fungsi tertentu yang sifatnya berulang dan sangat transaksional. Ini tidak hanya dapat membantu CFO agar tidak lagi disibukkan dengan berbagai tugas dengan prioritas rendah, tetapi juga dapat meningkatkan kepuasan kerja dengan menghilangkan tugas berulang untuk staf keuangan. Area yang dapat dipertimbangkan antara lain: rekonsiliasi akun, pemrosesan utang akun, dan penyusunan pelaporan menurut undang-undang.

Kurniawan Tjoetiar, Legal Partner Grant Thornton Indonesia mengutarakan, dengan penggabungan efektif antara teknologi, alih daya dan inovasi, serta memanfaatkan rangkaian kompetensi secara luas dan lengkap dalam perusahaan, setiap CFO

dapat menyesuaikan strategi yang memungkinkan mereka untuk fokus pada business-critical area namun tetap memastikan akuntabilitas organisasi untuk fungsi keuangan berjalan lancar di tengah pandemi.

Apalagi dari melihat PSBB yang sudah berulang beberapa kali di Indonesia, kebijakan strategis dari pemimpin perusahaan akan menentukan masa depan perusahaan tersebut. Dia pun menegaskan CFO memegang peranan ‘new normal’ yang penting.

"Bukan tidak mungkin restrukturisasi  tanggung jawab dan fokus, para CFO di Indonesia sangat mungkin menciptakan ‘new normal’ terbaik bagi perusahaannya.” ujar Kurniawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cfo Covid-19 pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top