Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Maju jadi Negara Maju? Indonesia Butuh Lebih Banyak High Impact Entrepreneur

Dalam kategori ini, Jakarta mengalahkan beberapa kota di negara maju, seperti Barcelona, Dubai dan Zurich. Google, Temasek dan Bain & Company juga menyatakan bahwa investasi di sektor teknologi Indonesia pada paruh pertama 2020 mencapai $2,8 Miliar, meningkat 55% pada periode yang sama di tahun 2019.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 17 Desember 2020  |  20:01 WIB
Entrepreneur muda sedang rapat - ilustrasi
Entrepreneur muda sedang rapat - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Dari 100 kota di dunia, Jakarta menduduki peringkat ke-2 sebagai wilayah dengan ekosistem startup terbaik menurut laporan yang dirilis oleh Startup Genome.

Dalam kategori ini, Jakarta mengalahkan beberapa kota di negara maju, seperti Barcelona, Dubai dan Zurich. Google, Temasek dan Bain & Company juga menyatakan bahwa investasi di sektor teknologi Indonesia pada paruh pertama 2020 mencapai US$2,8 Miliar, meningkat 55% pada periode yang sama di tahun 2019.

“Data ini menunjukkan potensi Indonesia yang cukup baik dalam bidang entrepreneurship. Jumlah entrepreneur pasti akan terus meningkat jika angel investor, venture capital, akselerator dan organisasi lain, termasuk Endeavor Indonesia, bekerja sama mengembangkan dunia entrepreneurship Indonesia," ujar Arif P. Rahmat, Chairman Endeavor Indonesia, Co-Founder & Executive Chairman Triputra Agro Persada melalui virtual press conference, Kamis (17/12/2020).

Dia mengatakan Indonesia butuh lebih banyak high-impact entrepreneur karena mereka dapat membawa Indonesia menjadi negara maju.

Menurutnya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa salah satu syarat menjadi negara maju adalah jumlah entrepreneur di negara tersebut mencapai 14% dari jumlah penduduknya. Dan di Indonesia, angkanya baru sekitar 3%.

Sementara itu, Endeavor Indonesia menobatkan Gibran Huzaifah dan Christian Sutardi (Co-Founder, Fabelio) sebagai Endeavor Entrepreneur of The Year 2020 bersama Julianto Sidarto (Independent Commissioner, PT XL Axiata Tbk) yang dinobatkan sebagai Endeavor Mentor of The Year 2020.

Endeavor Indonesia sendiri telah mengumpulkan 57 Endeavor Entrepreneur dari 43 perusahaan.

Sebanyak 28.000 lapangan pekerjaan telah dihasilkan oleh perusahaan yang mereka
pimpin dan perusahaan mereka memiliki revenue total sebesar $419 juta. Carline Darjanto (Cotton Ink), Edward Tirtanata (Kopi Kenangan), Adrian Gunadi (Investree) dan Arief Widhiyasa (Agate International) adalah beberapa high-impact entrepreneur Indonesia versi Endeavor.

Gibran Huzaifah yang tercatat sebagai CEO sebuah perusahaan aquaculture intelligence pertama di Indonesia yang membantu pembudidaya ikan dan udang mengatakan sebagai pengusaha, dia juga pernah menghadapi tantangan bisnis yang beragam seiring dengan berkembangnya usaha.

"Pada awal usaha, tantangan eFishery adalah mengembangkan produk dan teknologi yang affordable dan user-friendly bagi pembudidaya ikan yang tingkat kecakapan teknologi dan purchasing powernya belum setinggi pelaku sektor lain,” tutur Gibran.

Ia menambahkan bahwa tantangan selanjutnya adalah menentukan pricing model yang menarik agar pembudidaya tergoda mengadopsi eFishery dan merasakan manfaatnya. Sekarang, tantangan utama sebagai high-impact entepreneur adalah mengembangkan
eFishery agar impact dan value yang dihasilkan dapat meningkat dan dirasakan oleh masyarakat luas.

"Fasilitas yang diberikan Endeavor Indonesia dalam menjawab tantangan saya sungguh beragam, mulai dari akses ke mentor berpengalaman hingga jaringan entrepreneur yang luas, Saya bisa belajar dari Endeavor Entrepreneur lain yang telah berhasil mengembangkan usahanya dari nol. Selain itu, saya mendapatkan akses ke permodalan lewat Endeavor Catalyst yang ambil bagian dalam pendanaan seri B yang baru diraih eFishery.” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja online StartUp
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top