Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Strategi Pivot Bisnis Menuju Kenomalan Baru

Ketika pandemi berlanjut tanpa ada solusi akhir yang terlihat, apa yang dapat dilakukan pemilik bisnis untuk memastikan kelangsungan hidup?
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  15:32 WIB
Cara mengubah pivot bisnis. - ilustrasi
Cara mengubah pivot bisnis. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Jika Anda adalah pemilik bisnis yang mempertahankan bisnis Anda sejak pandemi dimulai hingga saat ini, selamat, Anda adalah salah satu dari segelintir yang berhasil.

Pada pertengahan Agustus 2020, sekitar 98.000 bisnis kecil di AS telah tutup secara permanen, menurut data yang dikumpulkan oleh Yelp.

Jadi bagi para pemilik bisnis di luar sana yang masih beroperasi, apa yang Anda lakukan agar bisnis tetap berjalan dan Anda tetap terhindar dari stress berlebihan.

Bagaimana Anda mengelola bisnis di tengah kekacauan?

Ketika pandemi berlanjut tanpa ada solusi akhir yang terlihat, apa yang dapat dilakukan pemilik bisnis untuk memastikan kelangsungan hidup mereka?

Dilansir melalui Entrepreneur, mari kita lihat beberapa strategi yang perlu dipertimbangkan pemilik bisnis saat ini. Beberapa mungkin ide yang klasik yang sudah pasti dicoba semua orang, namun yang lainnya cukup baru.

1. Skenario paling umum: fokus pada layanan take out dan delivery.

Saat pandemi merajalela, restoran dan penyedia jasa makanan tidak hanya perlu meningkatkan layanan tetapi juga menjadi kreatif dengan pesanan makanan dan pengantaran untuk mencari keuntungan.

Lebih lanjut, mungkin sudah waktunya untuk menghapus item yang kurang menguntungkan dari menu dan bekerja dengan pemasok untuk mengelola biaya ketika nilai total setiap pesanan mungkin lebih kecil. Kabar baiknya adalah pelanggan akan lebih memahami ketika barang-barang tertentu dihilangkan; mereka memahami bahwa gangguan dalam rantai pasokan mungkin menyebabkan hal ini.

2. Menjual produk fisik yang terkait dengan pandemi.

Pengecer dan produsen, jika belum melakukannya, perlu mempertimbangkan bahwa sebagian besar penjualan mereka akan terkait dengan isu pandemi sekarang dan di masa mendatang.

Selain itu, karena semakin banyak orang yang tinggal di rumah, pengecer dan produsen harus mempromosikan pembelian furnitur atau perabotan yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan menciptakan lingkungan tempat tinggal yang nyaman. Pilihan produknya bisa termasuk kursi, meja, bantal duduk, atau dekorasi.

tips bisnis peluang bisnis

3. Menawarkan konsultasi jarak jauh dan layanan digital

Meskipun merupakan tantangan, beberapa layanan tatap muka bisa dilakukan jarak jauh — setidaknya untuk beberapa pertemuan.

Misalnya, perbaikan rumah atau konsultasi perawatan pribadi dapat dilakukan melalui panggilan video atau dengan saling berbagi foto. Sistem ini mengurangi jumlah pertemuan tatap muka, membuat pelanggan merasa lebih aman dan pada saat yang sama membangun kepercayaan dengan Anda sebagai penyedia dalam prosesnya.

Ini juga bisa menjadi cara yang bagus untuk mempromosikan bisnis, karena Anda dapat meminta izin kepada pelanggan untuk menggunakan tangkapan layar atau klip pendek untuk situs web Anda.

4. Negosiasi kewajiban sewa Anda

Tuan tanah tidak suka kehilangan penyewa, tetapi tidak diragukan lagi, mereka menyadari tekanan yang sangat besar pada bisnis kecil untuk tetap beroperasi.

Luangkan waktu untuk menegosiasikan sewa Anda, mungkin capai kesepakatan untuk menandatangani ulang untuk sewa yang lebih rendah atau ruang yang lebih kecil. Pemilik dapat memiliki properti lain, dan dia dapat meminta Anda memindahkan bisnis, meskipun untuk sementara, ke lokasi lain.

5. Mencari sumber modal alternatif

Semua harapan tidak hilang. Jika usaha kecil telah kehabisan sumber modal tradisional mereka, mereka harus mempertimbangkan pemberi pinjaman swasta yang memiliki persyaratan lebih sedikit daripada bank, agar mendapat persetujuan untuk pinjaman dengan cepat. Uang tunai yang sangat dibutuhkan dapat tersedia sebagai modal kerja hanya dalam beberapa hari.

Memang, beberapa dari strategi ini tidak masuk dalam definisi pivot bisnis; sebaliknya, mereka lebih seperti adaptasi. Namun tidak ada salahnya untuk dilakukan.

Ketika nanti kasus penyebaran virus mulai mereda dan karantina dicabut, Anda dapat kembali melakukan layanan sebelumnya. Namun, Anda akan merasa puas karena mengetahui bahwa perubahan yang Anda buat pada bisnis Anda, termasuk layanan tambahan, juga dapat diterapkan.

Dengan demikian, Anda akan menunjukkan kinerja yang lebih kuat dari sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis tips bisnis Pivot Power
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top