Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Zhong Shanshan, Konglomerat China Perebut Gelar Orang Terkaya di Asia

Sekarang, setelah meniti karir pada berbagai bidang mulai dari jurnalisme, pertanian jamur, dan perawatan kesehatan, dia menjadi orang terkaya di Asia.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  13:29 WIB
Zhong Shanshan
Zhong Shanshan

Bisnis.com, JAKARTA -- Zhong Shanshan adalah miliarder yang paling jarang dikutip pers.

Sekarang, setelah meniti karir pada berbagai bidang mulai dari jurnalisme, pertanian jamur, dan perawatan kesehatan, dia menjadi orang terkaya di Asia.

Dilansir melalui Bloomberg, Kamis (31/12), kekayaan Zhong berhasil melampaui miliarder top Asia asal India, Mukesh Ambani, bahkan raksasa teknologi China termasuk Jack Ma.

Kekayaan bersih Zhong telah melonjak US$70,9 miliar tahun ini menjadi US$77,8 miliar, menjadikannya orang terkaya ke-11 di planet ini, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Itu salah satu akumulasi kekayaan tercepat dalam sejarah, dan luar biasa mengingat sampai tahun ini eksposurenya di luar China sangat sedikit.

Zhong, 66 tahun, tidak terlibat dalam politik dan kepentingan bisnisnya tidak terkait dengan keluarga kaya lainnya seperti para taipan properti, itulah sebabnya dia dikenal secara lokal sebagai "Lone Wolf".

Kesuksesannya datang dari dua bidang yang tidak terkait.

Pada April lalu, dia melakukan IPO pada dua perusahaannya yakni produsen vaksin, Beijing Wantai Biological Pharmacy Enterprise Co., disusul dengan Nongfu Spring Co., produsen air kemasan, dan menjadi salah satu listing terpanas di Hong Kong.

Saham Nongfu melonjak 155% sejak debutnya, sementara Wantai naik lebih dari 2.000%.

Meski tergeser dari posisi teratas, Ambani juga mengalami tahun yang luar biasa pasca kesepakatan besar yang mengubah konglomeratnya Reliance Industries Ltd. menjadi raksasa teknologi dan e-commerce.

Kekayaannya melonjak US$18,3 miliar menjadi US$76,9 miliar.

Meskipun Ambani pernah menjadi orang terkaya keempat di dunia, sahamnya di Reliance sempat stagnan karena dia berada di bawah tekanan untuk mewujudkan transformasi digital yang dijanjikannya.

Sementara itu, saham Nongfu mencapai puncaknya minggu ini setelah analis Citigroup Inc. mengatakan perusahaan telah memperkuat dominasi pasarnya dan menikmati arus kas yang cukup.

Adapun Wantai, termasuk di antara perusahaan farmasi China yang mengembangkan vaksin Covid-19.

Zhong juga naik peringkat setelah perusahaan teknologi China berada di bawah pengawasan pemerintah yang meningkat.

Kekayaan Jack Ma, orang terkaya di Asia sebelum Ambani mengambil alih gelarnya awal tahun ini, sekarang bernilai US$51,2 miliar, turun dari US$61,7 miliar di bulan Oktober.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang terkaya tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top