Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Megatren dalam Ekonomi Digital Baru

Dalam perubahan ekonomi dan penurunan pasar, Anda membutuhkan setiap keuntungan yang bisa Anda peroleh.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  15:25 WIB
Ilustrasi e-commerce - CC0
Ilustrasi e-commerce - CC0

Bisnis.com, JAKARTA -- Ini mungkin terdengar klise, tapi kita secara resmi berada dalam era ekonomi digital.

Penelitian McKinsey & Companies tahun lalu enemukan bahwa penetrasi eCommerce di Amerika Serikat telah mengalami pertumbuhan sepuluh tahun hanya pada kuartal pertama tahun 2020.

Angka itu terus bertambah. Jika Anda adalah pemilik bisnis atau calon wirausahawan, Anda harus memiliki strategi yang mengutamakan digital jika ingin sukses.

Pengusaha & Angel Investor Kieran Lewis belajar bahwa Anda harus memperhatikan tren yang muncul dan perilaku konsumen setelah menjadi pengusaha selama lebih dari satu dekade dan memulai bisnis pertama saya selama resesi global terakhir.

Dalam perubahan ekonomi dan penurunan pasar, Anda membutuhkan setiap keuntungan yang bisa Anda peroleh. Seringkali, itu berarti memanfaatkan peluang, tren, atau teknologi yang belum diperhatikan pesaing Anda.

Berikut adalah tiga mega trend yang perlu Anda ketahui, seperti dilansir melalui Entrepreneur, Kamis (14/1/2021).

1. Revolusi 'no-code'

Membangun perangkat lunak secara tradisional membutuhkan keahlian teknis atau investasi yang signifikan dalam tim pengembangan. Hari ini, kita menyambut revolusi 'no-code'.

Alat seperti Bubble.is, Airtable, dan Glide memungkinkan siapa pun terlepas dari pengetahuan pemrograman untuk membuat aplikasi web atau seluler yang lengkap dengan komponen drag-and-drop dan visual interface.

Dengan menggunakan alat ini, pemilik bisnis dapat membuka inovasi atau meningkatkan efisiensi bahkan di perusahaan terkecil - tanpa menggunakan kode apa pun.

2. Munculnya bot

Menurut Riset Juniper, penjualan ritel yang dihasilkan dari interaksi dengan chatbots diperkirakan akan tumbuh hampir dua kali lipat setiap tahun-mencapai US$112 miliar pada tahun 2023. Meskipun masih dalam tahap awal di dunia Barat, secara global, bot adalah bisnis besar.

Di China, sebagian besar perdagangan terjadi melalui bot melalui aplikasi WeChat. Menurut laporan keuangan kuartal IV/2019 Tencent, jumlah transaksi komersial yang terjadi di aplikasi mereka mencapai 1 miliar per hari.

Bot dapat digunakan untuk mendorong penjualan, mengumpulkan prospek, membantu memecahkan masalah pelanggan tanpa interaksi manusia (semakin penting karena semakin banyak konsumen berbelanja online), atau bahkan dapat digunakan sebagai alat engagement yang menyenangkan untuk mempertahankan target audiens.

3. Voice App adalah Radio 2.0

Podcast sedang booming. Pada tahun 2020, Spotify menghadirkan tren baru dunia teknologi ketika mereka mengumumkan bahwa rencana untuk bekerjasama dengan podcaster terkemuka Joe Rogan melalui kesepakatan eksklusif senilai US$100 juta.

Angka pendengar konten audio secara online meningkat dua kali lipat selama sepuluh tahun terakhir, mencapai 70% di Amerika Serikat, sementara studi Infinite Dial 2020 mencatat 100 juta pendengar podcast bulanan yang luar biasa.

Tapi tren ini tidak hanya akan berhenti di podcast. Di masa depan, bukan tidak mungkin akan ada gelombang baru pada aplikasi suara.

Revolusi 'no-code', bot otomatis, dan kebangkitan audio adalah tiga hal yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis apa pun untuk meningkatkan efisiensi, mendorong inovasi, dan membangun hubungan yang langgeng dengan pelanggan akhir, klien, dan konsumen… semua faktor penting dalam ekspansi bisnis apa pun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi digital radio
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top