Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mayoritas CFO Pilih Berkolaborasi dengan C-Level

Accenture selain sebagai pelaksana riset merupakan pelaku industri jasa yang merupakan perusahaan terbuka, harus menunjukkan bahwa tata kelola keuangan merupakan hal signifikan dalam keberlanjutan organisasi.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  18:09 WIB
Survei CFO global dan Indonesia tersebut dipresentasikan oleh Raghvendra Singh, Managing Director Accenture-CF & EV Lead for Southeast Asia, dalam webinar yang diselenggarakan oleh SWA Media Group. - Istimewa
Survei CFO global dan Indonesia tersebut dipresentasikan oleh Raghvendra Singh, Managing Director Accenture-CF & EV Lead for Southeast Asia, dalam webinar yang diselenggarakan oleh SWA Media Group. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Peran Chief Financial Officer atau CFO semakin penting dalam keberlanjutan bisnis karena dapat membantu perusahaan dalam memperoleh pertumbuhan bisnis yang lebih cepat, termasuk dalam mengelola risiko yang terjadi.

Hal ini seperti yang terungkap dari hasil survei yang digelar konsultan global Accenture bertajuk Breakthrough Speed for Breakout Value. Survei global ini dilakukan terhadap lebih dari 1.300 eksekutif senior keuangan di seluruh dunia pada April dan Juni 2020, termasuk menganalisis 245-500 perusahaan di 10 industri.

Accenture selain sebagai pelaksana riset merupakan pelaku industri jasa yang merupakan perusahaan terbuka, harus menunjukkan bahwa tata kelola keuangan merupakan hal signifikan dalam keberlanjutan organisasi.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa CFO yang mampu mewujudkan sepenuhnya peran baru mereka dan dapat menjalankan operasionalnya secara efektif  akan mampu menggandakan nilai EBTIDA CAGR (parameter yang digunakan untuk mengukur performa keuangan perusahaan), dari 3,8% menjadi 6,9%.

Bahkan, selama 3 tahun ke depan, mereka juga dapat  meningkatkan pendapatan CAGR (rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan perusahaan), dari 2,7% menjadi 3,0%.

Temuan menarik lainnya dari survei ini adalah 86% CFO telah meningkatkan strategi kolaborasi dengan mitra eksekutif yang berada di C level (C-suite). Adapun, sebesar 72% dari CFO memiliki keputusan akhir tentang arah teknologi dari perusahaan mereka.

Sebanyak 88% CFO telah memperkenalkan metrik baru untuk memberikan pengaruh yang baik pada keuangan perusahaan. CFO juga menggunakan teknologi dan data untuk berhubungan dengan lintas C-suite. Terbukti, CFO juga ikut mendorong end-to-end insight melalui model dan data yang real-time.

Bagaimana dengan Indonesia? Merujuk survei yang digelar Accenture dan SWA Media Group SWA terhadap 60 CFO dan pemimpin keuangan dari 54 perusahaan di 13 industri di Indonesia, pada November-Desember 2020, menunjukkan bahwa 48% tugas keuangan tradisional telah terotomisasi, dari yang sebelumnya hanya 34% pada 2018. Ini menunjukkan bahwa kini tekonologi ikut berperan penting dalam proses keuangan perusahaan.

Fakta lainnya, ternyata 37% CFO di Indonesia memiliki bakat dan kepiawaian dalam berkolaborasi. Bahkan, 72% CFO di Indoensia menyatakan telah meningkatkan frekuensi dan jangakauan kolaborasi mereka dengan C-suite.

Yang menarik, lebih dari separuh atau 58% CFO di Indonesia telah merevisi strategi perusahaan secara holistik. Sayangnya, hanya 17% profesional keuangan di Indonesia yang ikut terlibat dalam mengelola risiko yang terjadi di dunia maya. Adapun 25% fungsi keuangan telah mengambil alih tanggung jawab untuk kinerja ESG (Environmental, Social, Governance) di dalam perusahaan.

Menurut Arief Sanjaya, CFO Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), jika CEO adalah otaknya, maka CFO adalah jantungnya perusahaan. “CFO bukan lagi penjaga gawang yang tinggal di belakang, tetapi sekarang telah menjadi striker yang harus siap di garda depan,” tegasnya.

Hasil survei CFO global dan Indonesia tersebut dipresentasikan oleh Raghvendra Singh, Managing Director Accenture-CF & EV Lead for Southeast Asia, dalam webinar yang diselenggarakan oleh SWA Media Group.

Di samping itu, Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk. Vera Eve Lim, dan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini, memaparkan pengalamannya bagaimana perubahan peran CFO di perusahaannya masing-masing, terutama dalam menghadapi era digital dan dampak dari pandemi Covid-19.

“Kami dari SWA senang sekali bisa ikut ambil bagian dalam program survei terhadap para CFO di berbagai negara termasuk Indonesia yang diselenggarakan oleh Accenture. Dengan survei ini, kami bisa mengetahui seberapa cepat para CFO perusahaan-perusahaan besar di berbagai negara termasuk Indonesia bisa melakukan sejumlah terobosan untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan ekosistemnya,” ujar Kemal Gani, Group Chief Editor SWA Media.

Kemal menambahkan, dari survei ini, di Indonesia juga dapat belajar seperti apa langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh para CFO perusahaan besar di dunia dan Indonesia, supaya  juga dapat terus memperbaiki apa saja yang kurang, dan terus mengembangkan langkah-langkah yang sudah di jalur yang benar.

Program ini bagi SWA juga merupakan pelengkap yang sangat bagus dari program kurasi Indonesia Best CFO yang setiap tahun diselenggarakan SWA sejak beberapa tahun dan terus berlangsung secara berkelanjutan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top