Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akuntan Wajib Melek Teknologi Digital

Pada era globalisasi, persaingan kerja sangat ketat sehingga akuntan wajib memahami aplikasi teknologi dalam bisnis dan pekerjaan.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  20:31 WIB
Akuntan harus memiliki kemampuan digital - Tashamscott
Akuntan harus memiliki kemampuan digital - Tashamscott

Bisnis.com, JAKARTA - Pengetahuan teknologi informasi wajib dimiliki seorang akuntan pada era digital. Dengan pemahaman teknologi, analisis keuangan menjadi lebih baik.

CEO and Founder London School of Accountancy and Finance (LSAF) yang merupakan ACCA ALP (Approved Learning Provider), Manish Gidwani, mengatakan pengetahuan teknologi wajib dimiliki seorang akuntan. Dengan memiliki kemampuan teknologi dan analisa data yang baik, maka perusahaan dapat terbantu untuk menentukan misi perusahaan.

"Manfaatnya, pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Serta perusahaan dapat mengelola risiko yang lebih baik," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (29/3/2021).

Manish menuturkan pada era globalisasi, persaingan kerja sangat ketat sehingga akuntan wajib memahami aplikasi teknologi dalam bisnis atau di dalam praktik kerjanya.

Dia menegaskan hal itu dalam seminar "Global Issues for Finance Professional" yang diadakan oleh ACCA Indonesia, LSAF (London School of Accountancy and Finance) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Gde Yoga Prawita, Associate Director M&A - Strategy Transaction Ernst & Young Indonesia.

Yoga Prawita, Associate Director M&A - Strategy Transaction Ernst & Young Indonesia menambahkan akuntan harus terus meningkatkan pengetahuannya mengenai akuntansi dan isu-isu apa saja yang sedang hangat saat ini.

"Selain menyiapkan laporan keuangan, seorang akuntan juga harus bisa mengaudit dan mengetahui isu terbaru seputar akuntansi," katanya.

Hani Karunia, Head of Acca Indonesia menambahkan ACCA bersama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) terus berupaya untuk menyiapkan akuntan profesional untuk mampu merespon perubahan bisnis di era ekonomi digital.

"Kami berkomitmen untuk mengedepankan standar profesionalisme, etika dan tata kelola, serta meningkatkan peran masyarakat untuk mendukung pengembangan profesi akuntan,” katanya.

Adapun, ACCA hadir sejak 1904 di Inggris yang merupakan badan akuntansi profesional global yang menawarkan kualifikasi Akuntan bersertifikat Chartered. Di Indonesia, ACCA telah hadir sejak 2013.

Saat ini ACCA telah memiliki total 700.000 anggota dan pelajar di 178 negara. Sejauh ini, ACCA melalui LSAF (London School of Accountancy and Finance) di Indonesia juga mengadakan program studi ACCA, akuntansi yang berstandar internasional.

ACCA juga menawarkan kuliah berbasis online untuk mendapatkan gelar sarjana (S1) atau Bsc of Applied Accounting dari Oxford Brookes University – UK serta Magister (S2)/ MSc in Professional Accountancy dari University of London.

Walaupun sistem kuliah dengan metode daring tetapi semua ijazah atau sertifikasi yang didapat sama dengan yang didapat bila kita kuliah langsung di UK. Tentunya dengan biaya yang jauh lebih murah.

"ACCA memastikan anggotanya memiliki pengetahuan luas dan kualifikasi kelas dunia. Anggota ACCA tak hanya bisa menjadi akuntan profesional tapi juga bisa di bidang lain baik di perusahaan swasta maupun publik," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akuntan digital Tips Kerja
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top