Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Peluang untuk Bisnis Sektor Pariwisata di Masa Depan

Menurut berbagai metrik, termasuk makalah dari McKinsey, yang memperkirakan kemungkinan skenario pemulihan sebesar 85 persen dari volume 2019 pada 2021 dan pemulihan penuh pada 2023.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 25 April 2021  |  09:02 WIB
Tamu W Bali Seminyak juga dapat bersantai di akhir pekan dengan menikmati pemandangan sunset dengan alunan musik yang groovy dan asyik dari Andy Chunes (PNNY / NL), Marc Roberts (Pantai People) dan Damian Saint pada 27 Maret 2021.  - W Bali
Tamu W Bali Seminyak juga dapat bersantai di akhir pekan dengan menikmati pemandangan sunset dengan alunan musik yang groovy dan asyik dari Andy Chunes (PNNY / NL), Marc Roberts (Pantai People) dan Damian Saint pada 27 Maret 2021. - W Bali

Bisnis.com, JAKARTA — Dengan setiap gangguan, datang peluang baru, dan industri perjalanan menawarkan beberapa kemungkinan pertumbuhan yang sangat tinggi saat ini.

Seperti diketahui, bisnis pariwisata sangat terdampak lebih kurang setahun terakhir, efek pandemi Covid-19. Pembatasan pergerakan secara domestik dan internasional, serta ditambah semua persyaratan baru untuk melakukan perjalanan.

Meskipun demikian, industri pulih dengan cepat, menurut berbagai metrik, termasuk makalah dari McKinsey, yang memperkirakan kemungkinan skenario pemulihan sebesar 85 persen dari volume 2019 pada 2021 dan pemulihan penuh pada 2023.

Seperti halnya setiap penurunan dalam industri, sekarang terdapat keuntungan signifikan dalam industri perjalanan bagi para wirausahawan yang ingin mengambil langkah yang tepat.

Dilansir melalui Entrepreneur, berikut adalah beberapa tren terbesar yang harus diperhatikan.

1. Digital nomads

Digital nomad atau pengembara digital bukanlah hal baru. Selama sedekade terakhir ini, karena pekerja lepas menjadi lebih populer, semakin banyak wisatawan melakukan perjalanan ke tempat-tempat di mana mereka dapat menikmati lokasi yang indah sambil tetap memiliki akses ke internet dan fasilitas lain untuk melakukan pekerjaan mereka.

Sekarang semakin banyak pekerjaan yang memungkinkan karyawan untuk bekerja dari rumah untuk waktu yang lama dan pada saat yang sama telah terjadi peningkatan minat pada work holiday yang memungkinkan orang memiliki pengalaman gaya liburan sembari dapat melakukan pekerjaan mereka seperti biasa selama jam kerja.

2. Bioteknologi

Pada masa lalu, pengamanan bandara difokuskan untuk mencegah penumpang naik ke pesawat saat memiliki senjata, barang berbahaya yang dapat mengganggu kenyamanan penerbangan, atau barang terlarang seperti obat-obatan.

Sekarang, sebagian besar dari upaya itu telah bergeser untuk mencoba mengidentifikasi penumpang yang mungkin menimbulkan risiko kesehatan bagi orang lain. Banyak bandara mengharuskan pelancong untuk menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif sebelum keberangkatan mereka.

Proses pengujian terus berkembang dengan segala upaya skrining yang paling akurat dan tercepat. Saat vaksin diluncurkan ke lebih banyak orang di seluruh dunia, fokus kemungkinan akan bergeser menjadi hanya memverifikasi penumpang yang telah mendapatkan vaksin. Namun, untuk saat ini, proses pengujian yang efektif masih sangat diminati di seluruh dunia.

3. Tujuan wisata lokal

Tren hidup yang lebih ramah lingkungan dan mendukung produk lokal sekarang telah meluas. Orang-orang lebih suka tinggal di akomodasi bed & breakfast yang unik selama perjalanan mereka daripada di hotel biasa, karena ini memungkinkan perasaan nyaman dan layanan yang lebih pribadi.

Kebanyakan orang yang mencari pengalaman perjalanan lokal biasanya menggunakan informasi dari blogger perjalanan, influencer, dan pemandu lokal lainnya yang memiliki pengetahuan luas tentang daerah tersebut.

4. Touchless travel

Dalam survei baru-baru ini yang dilakukan oleh Censuswide, empat dari lima pelancong mengatakan teknologi akan meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk bepergian dalam 12 bulan ke depan.

Jenis teknologi yang dicari wisatawan secara khusus berkisar dari aplikasi pembayaran nirsentuh hingga aplikasi yang akan memberikan informasi tepat waktu dan akurat tentang wabah atau perubahan peraturan di lokasi asal dan tujuan mereka.

Dengan demikian ada peluang signifikan untuk memberikan solusi yang memungkinkan orang melakukan perjalanan dengan cara yang lebih aman dan meyakinkan, membatasi kontak fisik dengan wisatawan lain dan memungkinkan mereka untuk tetap up-to-date tanpa perlu berkomunikasi secara lisan sesering sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Covid-19
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top