Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kesetaraan Gender Mampu Tingkatkan Kesinambungan Bisnis

Studi Bank Dunia pada Maret 2021 memprediksi adanya peningkatan partisipasi tenaga kerja perempuan di tahun 2025 sebanyak 25%. Hal ini akan mampu meningkatkan angka produk domestik bruto (PDB) sebesar 2.9% dan membuktikan bahwa pemberdayaan wanitarndapat mendukung pertumbuhan ekonomi.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  10:36 WIB
Ilustrasi - Entrepreneur
Ilustrasi - Entrepreneur

Bisnis.com, JAKARTA - Meskipun kesetaraan gender telah menjadi isu populer, namun index kesetaraan gender di Indonesia masih berada di tingkat yang cukup rendah. Menurut laporan dari World Economic Forum, Indonesia berada di urutan ke-85 dari 153 negara. Fakta ini cukup mengkhawatirkan, mengingat banyaknya hak perempuan yang masih terabaikan.

Studi Bank Dunia pada Maret 2021 memprediksi adanya peningkatan partisipasi tenaga kerja perempuan di tahun 2025 sebanyak 25%. Hal ini akan mampu meningkatkan angka produk domestik bruto (PDB) sebesar 2.9% dan membuktikan bahwa pemberdayaan wanita
dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.

Berbagai macam dukungan pun telah dilakukan oleh berbagai pihak, seperti menyediakan tempat penitipan anak dan rumah dinas/wisma bagi karyawati. Selain itu, semakin banyak perusahaan yang giat menerapkan kebijakan untuk mendukung kesetaraan gender, seperti
advokasi dan sosialisasi topik tentang gender, memenuhi hak-hak pekerja wanita, dan memberikan kesempatan yang sama untuk perempuan dalam mengembangkan karir.

ADA, sebuah perusahaan data dan kecerdasan buatan (AI), secara aktif membentuk budaya kerja yang mendukung kesetaraan gender.

Suraj Gerard Sivaprasad, Managing Director, ADA in Indonesia, mengatakan, “ADA percaya bahwa untuk menciptakan kesinambungan
bisnis, kesetaraan gender di tempat kerja sangat diperlukan. Kami mendorong seluruh karyawan untuk memberikan kontribusi terbaiknya baik di rumah, kantor, serta memperluas kemajuan karir mereka.” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Efektif per Maret 2021, karyawan ADA menyambut baik praktik dan kebijakan baru yang terdiri dari tunjangan persalinan yang mencakup cuti hingga enam bulan, serta hak cuti bagi suami yang istrinya melahirkan, selama dua minggu. Meskipun perusahaan data dan teknologi seringkali terlihat didomintasi oleh pria, ADA hadir untuk menciptakan ruang kerja yang nyaman bagi semua karyawannya.

ADA juga menyediakan sistem kerja yang fleksibel untuk mengakomodir kebutuhan pekerja dan keluarganya. Selain itu ADA juga menyediakan program yang mendukung kesetaraan gender seperti, (1) Grow Programme yang memungkinkan semua bersertifikasi, dan (2) Mentorship Programme yang memungkinkan para karyawannya melakukan bimbingan oneon-one dengan eksekutif senior perusahaan di kantor cabang manapun.

Melalui berbagai upayanya untuk menghindari penilaian bias atas kesetaraan gender, ADA melaporkan adanya keseimbangan partisipasi tenaga kerja pria dan wanita di seluruh kantor, di sembilan negara. Dengan begitu, ADA akan terus menghadapi dan menantang ketidaksetaraan gender yang ada, melalui berbagai pelatihan “bias bawah sadar”.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga kerja Kesetaraan gender
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top