Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Digitalisasi Sereal Umbi Garut di Masa Pandemi Menembus Luar Negeri

Penjualan sereal umbi garut melalui toko online seperti Shopee telah meningkat hingga 6 kali lipat hingga mendapatkan pesanan dari luar negeri.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 30 November 2021  |  23:50 WIB
Produk Oriflakes terbuat dari umbi garut. - Shopee
Produk Oriflakes terbuat dari umbi garut. - Shopee

Bisnis.com, JAKARTA - Kebanyakan produk sereal yang beredar di Indonesia memiliki bahan dasar impor seperti gandum. Namun kini telah ada putra asal Indonesia yang telah menciptakan produk sereal umbi garut.

Founder dan Owner CV Serelia Prima Nutrisia Suko Triyono mengatakan telah menciptakan Oriflakes sejak 2007. Modal awal Suko adalah ilmu dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) dan niat untuk membangun bisnis di masa muda.

Produk yang dijual yakni Oriflakes yang terinspirasi dari maraknya impor gandum yang banyak dijual di toko-toko offline dan online di Indonesia. Materi penelitian saat kuliah yakni mengolah umbi garut menjadi produk sereal.

Alasannya, menggunakan umbi garut yakni ingin mempromosikan umbi asal garut dan tidak ingin menggunakan produk impor, sekaligus menciptakan nilai tambah dari makanan lokal, khususnya di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Namun, tantangan yang dihadapi oleh Suko adalah masyarakat di Indonesia lebih menyukai produk-produk impor dibandingkan dengan lokal. Ini menjadi pekerjaan beratnya dalam 5 tahun terakhir.

“Edukasi makanan lokal, khususnya bubur sereal umbi garut sudah kami lakukan. Namun, pandemi ternyata langsung mengubah gaya hidup masyarakat dan mencari makanan yang cocok bagi penderita asam lambung dan orang dengan diabetes,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (30/11/2021).

Hingga saat ini, total varian produk yang telah dimiliki yakni 21 jenis, antara lain yakni Oriflakes Gastro Maag Asam Lambung, Plain, Rasa Vanilla dan Jahe, Slim Diet dan juga diklaim aman bagi penderita diabetes.

Suko mengungkapkan Oriflakes ini menggunakan sari pati garut (arrowroot), gula kelapa dan susu kambing etawa dan juga bebas gluten. Dia mengklaim bahwa Oriflakes juga cocok bagi yang memiliki kolesterol tinggi.

 

PENJUALAN SAAT PANDEMI

Suko tidak pernah menyangka bahwa pandemi virus corona menjadi momentum yang tepat bagi UMKM untuk menjual makanan sehat, khusus sereal umbi garut.

Dia bahkan telah merancang skenario yang terburuk bagi bisnisnya, untuk berjaga-jaga, mengingat banyaknya bisnis yang ‘gulung tikar’ saat pandemi. Selama pandemi, dia langsung memprioritas penjualan produk melalui toko online di Shopee. 

Penjualan Oriflakes melalui akun mitra yang berlabel ‘star’ di Shopee juga terus ditingkatkan selama pandemi. Bersyukur, nasib baik berpihak kepada bisnis yang dimiliki Suko.

Produk makanan sehat Oriflakes mengalami kenaikan yang sangat tajam. Sebelum pandemi Covid-19, total penjualan Oriflakes sekitar 500-600 kotak per hari, tetapi saat pandemi sudah mencapai 3.000 kotak per hari.

"Mungkin semalam pandemi, banyak orang yang mengalami asam lambung yang tinggi dan ada juga yang  mencari makanan sehat dari produk lokal,” tutur.

Beruntung, skenario yang dirancang oleh Suko tidak terjadi. Kini dia telah memiliki 100 mitra online dan 20 mitra offline. Penjualan Oriflakes sudah menjangkau seluruh kota di Indonesia. Namun, pembeli paling banyak masih berasal dari Jakarta atau sekitar 30-40 persen masih dari Jakarta.

Selain dari Jakarta, pembeli Oriflakes juga banyak berasal dari Sumatra khususnya Medan dan Jawa Timur.

Pria berusia 33 tahun ini juga telah mendapatkan pesanan dari beberapa negara seperti Jepang, Eropa dan Korea. Dia mengungkapkan penjualan ekspor belum dalam jumlah besar.

“Ada juga yang sudah pesan dari Jepang dan rasa yang sukai adalah plain. Saya pernah mencari vendor ekspor dan sudah membayar biaya ekspor tetapi ditipu sama vendor,” katanya.

 

Pengalaman ditipu oleh vendor ekspor sempat membuat Suko mengurungkan niatnya untuk melakukan ekspor dalam jumlah besar. Namun ternyata, pembeli di e-commerce ada yang berkali-kali memesan Oriflakes. Semangat itu muncul kembali.

Suko juga pernah membawa Oriflakes dalam pameran di 50 negara, hanya saja belum bertemu dengan distributor negara tersebut yang tepat. Kini juga sudah bertemu dengan Kemendag untuk mendapatkan Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI).

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Christin Djuarto, menjelaskan misi Shopee adalah membangun UMKM Indonesia yang memiliki daya saing.

 

“Melalui Program Ekspor Shopee, kami telah membantu lebih dari 180.000 UMKM lokal untuk bisa melakukan ekspor hingga pertengahan tahun ini. Shopee akan terus mendukung pertumbuhan UMKM agar mampu bersaing di kancah global melalui berbagai pengembangan inovasi dan program," tulisnya dalam keterangan resmi.

 

Christin juga berharap agar mitra UMKM Shopee bisa terus bertumbuh dalam kuantitas dan kualitas, baik secara lokal maupun global dan produk dalam negeri bisa terus diminati dan dicari.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor umkm shopee
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top