Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kedai Kreatif Dorong Peran Wirausaha Perempuan

Dalam program Kedai Kreatif tersebut, para pelaku usaha mendapatkan edukasi dan pelatihan keterampilan usaha tentang prinsip pemasaran sederhana mencakup Product, Price, Place, dan Promotion yang dikaitkan dengan pemasaran digital
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 13 Desember 2021  |  09:32 WIB
Ilustrasi wirausaha perempuan
Ilustrasi wirausaha perempuan

Bisnis.com, JAKARTA -- Perempuan memiliki peran yang cukup besar dan strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di sektor usaha mikro kecil dan menengah. Bahkan tak sedikit perempuan yang sukses berbisnis sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ini sejalan dengan data dari Kementerian Koperasi dan UKM yang mencatat peran perempuan dalam pertumbuhan UMKM sebagai penggerak  yakni 52,9% usaha mikro, 50,6% usaha kecil, dan 34% usaha menengah.

Bahkan jumlah wirausaha perempuan di Indonesia mencapai 21%, lebih baik dibandingkan rata-rata global yang hanya berada di angka 8%. Sebagian besar pelaku UMKM perempuan banyak yang terjun ke dalam bisnis kuliner, selain kriya dan fesyen.

Meski jumlah pelaku usaha perempuan terbilang cukup tinggi tetapi perlu adanya peningkatan kapasitas sehingga bisnis yang dijalankan bisa terus berkembang yang pada akhirnya berdampak pada perekonomian nasional.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas dan edukasi bagi pelaku UMKM yang dimotori perempuan, terutama yang bergerak di bisnis makanan dan minuman, Komunitas Ibu Profesional menjalin kerjasama dengan Frisian Flag Indonesia melalui program Kedai Kreatif Kental Manis Frisian Flag

Founder Komunitas Ibu Profesional Septi Peni Wulandani mengatakan program ini sejalan dengan komitmen Ibu Profesional dalam memberdayakan para ibu untuk menjadi agen perubahan sehingga keberadaannya bermanfaat  baik untuk diri sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Ibu Profesional juga menjadi ekosistem para ibu agar lebih percaya diri, memiliki jati diri dan bisa berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) dengan cara belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak untuk Indonesia yang lebih baik,” tuturnya.

Pada tahap awal, Komunitas Ibu Profesional akan mengajak kepada para pelaku UMKM perempuan, bidang kuliner yang berada di wilayah Jabodetabek dan Provinsi Jawa Barat.

Dalam program Kedai Kreatif tersebut, para pelaku usaha mendapatkan edukasi dan pelatihan keterampilan usaha tentang prinsip pemasaran sederhana mencakup Product, Price, Place, dan Promotion yang dikaitkan dengan pemasaran digital.

Selain itu, para wirausaha perempuan yang ikut dalam program tersebut juga berkesempatan menerima dukungan pendanaan senilai Rp580 juta yang diberikan kepada 400 UMKM sehingga dapat membantu mereka untuk bangkit berkembang di masa pandemi.

Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro mengatakan pandemi COVID-19 menciptakan tantangan yang luar biasa terhadap dunia kerja dan usaha, termasuk UMKM di Indonesia. Karena itulah pihaknya ingin membantu UMKM agar tetap optimis, bertumbuh, dan berkembang, di tengah situasi saat ini.

“Tidak hanya kreatif menciptakan produk dan memanfaatkan peluang usaha, kami juga ingin membangun kesadaran tentang pentingnya keamanan pangan di antara pelaku UMKM. Hal ini juga sejalan dengan visi perusahaan untuk bangun Indonesia yang Sehat, Sejahtera dan Selaras,” tuturnya.

UMKM sendiri telah menjadi penggerak roda ekonomi di Indonesia. Berdasarkan data BPS dan dari Kementerian Koperasi dan UKM tahun, terdapat 65,5 juta pelaku UMKM di Indonesia yang berkontribusi sebesar 60,51% terhadap Poduk Domestik Bruto di tahun 2020 atau senilai Rp9.580 triliun.

 Sektor UMKM juga menyerap 119,6 juta tenaga kerja atau 96,92 persen dari total tenaga kerja Indonesia, dan menghimpun hingga 60,42% dari total investasi.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan Badan POM RI, Ema Setyawati, agar kerjasama antara pemerintah dan pelaku usaha dapat terus berkelanjutan untuk kemajuan UMKM pangan.

“Kami berharap program ini dapat mendukung peningkatan daya saing UMKM Pangan, sehingga dapat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM Pangan. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi UMKM pangan di Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Untuk membantu meningkatkan kualitas pelaku UMKM, BPOM memprakarsai Program Orang Tua Angkat UMK Pangan Olahan dan mengundang partisipasi aktif pelaku industri. Dukungan yang diberikan oleh orang tua angkat, antara lain berupa pendampingan, serta  peningkatan kapasitas bagi UMK yang menjadi anak angkat

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm pebisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top