Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Seni Mengeksekusi Jurus di Tahun Macan Air

Disebut proses kreatif yang menuntun perjalanan seseorang demi mencapai harapannya. Itulah yang didambakan semua orang: sukses.
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  18:45 WIB
Barongsai beraksi di Stasiun Kereta Api (KA) Madiun, Jawa Timur, Sabtu (25/1/2020). PT KAI Daerah Operasi 7 Madiun menggelar pertunjukan barongsai dan liang liong pada tahun baru Imlek untuk menghibur para pengunjung Stasiun KA Madiun. - Antara
Barongsai beraksi di Stasiun Kereta Api (KA) Madiun, Jawa Timur, Sabtu (25/1/2020). PT KAI Daerah Operasi 7 Madiun menggelar pertunjukan barongsai dan liang liong pada tahun baru Imlek untuk menghibur para pengunjung Stasiun KA Madiun. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Hanya sedikit orang yang mempertanyakan kesuksesan berikut maknanya dengan serius. Alhasil, tidak mengejutkan bila hanya secuil kemenangan hidup yang dapat diraih.

Coba simak pendapat Winston Churchill mengenai kesuksesan. Bagi politisi ulung asal Inggris di era Perang Dunia II dan sesudahnya ini, kesuksesan adalah ‘kemampuan untuk pergi dari satu kegagalan ke kegagalan lainnya tanpa kehilangan antusiasme’. Anda sependapat?

Earl Nightingale, motivator yang pernah begitu berpengaruh di Amerika Serikat, menawarkan makna yang tidak kalah dalam. Apa katanya? “Kesuksesan adalah realisasi yang progresif dari sebuah impian atau tujuan yang berharga.”

Coba kita telusuri lebih jauh. Pertama, progresif. Kesuksesan bukanlah sesuatu yang terjadi sesekali tetapi terus meningkat berkali-kali. Ia adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan.

Seninya terletak pada perjalanannya dan juga pada pencapaiannya. Seperti yang dikatakan oleh Louis L’Amour, novelis dan penulis cerita pendek Amerika:

“Jalan kecil adalah satu hal, bukan akhir dari jalan kecil. Lakukan saja perjalanan cepat-cepat dan Anda akan kehilangan semua yang Anda miliki selama perjalanan.”

Bisa dikatakan bahwa jarak yang ditempuh oleh seseorang tidak sama pentingnya dengan tujuan. Atau bisa jadi seperti pendapat yang mengatakan bahwa ‘kesuksesan membawa saya untuk melakukan tindakan, betapapun kecil langkah itu, dalam arah yang terus terbentuk’.

Hal krusial untuk mengetahui apakah seseorang sudah sampai di tujuan atau tidak, sebenarnya tidak terlau penting dibandingkan dengan tipe orang yang akan terbentuk dalam dirinya ketika dia melakukan perjalanan.

Kedua, realisasi. Makin dalam seseorang berpikir dan berfokus pada kesuksesan di dalam jiwa, makin besar kesuksesan itu akan terwujud di luar jiwa (di dunia nyata).

Ketiga, impian atau tujuan yang berharga. Apakah tujuan itu adalah sesuatu yang membuat seseorang harus mempertaruhkan hidup untuk mencapainya?

Dari ketiga prinsip di atas, di titik mana Anda pernah merasa sesuai atau pas dengan panggilan jiwa? Bila tidak mau terlalu rumit, bisa juga dikatakan bahwa kesuksesan itu adalah sebuah keputusan.

Keputusan adalah sesuatu yang ingin Anda wujudkan, lakukan, dan miliki (what do you want to be, do, and have). ‘Simpel’ bukan? Tepat sekali. Akan tetapi membuatnya menjadi nyata tidak sederhana seperti yang dibayangkan.

Coba cermati lagi: “Bila kita tidak mengubah arah, mungkin kita akan berakhir di tempat kita pergi.” Pernah dengan ungkapan bijak tersebut?

Itu adalah pepatah China klasik yang rasanya masih mendapat tempat terhormat di era teknologi digital ‘versus’ pandemi global Covid-19 dewasa ini.

Singkatnya, pepatah tersebut merupakan semacam panduan untuk menuju sukses. Anda tidak akan ke mana-mana bila tidak bergerak dalam berkehidupan.

Tahun baru 2022 baru saja menyapa. Mainkan jurus maut Anda dalam mengeksekusi keberuntungan di Tahun Macan Air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips sukses
Editor : Inria Zulfikar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top