Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kerajinan dan Aksesoris Perak Asal Bantul Tampil di Pertemuan G20

Program Desa Devisa merupakan program pendampingan berkelanjutan kepada pelaku usaha dan pengembangan komoditas unggulan suatu daerah dengan tujuan akhir ekspor. Ini merupakan salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI dalam peningkatan ekspor nasional, dan juga untuk mendorong pemulihan ekonomi dengan memperkuat pondasi pelaku UMKM binaannya.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 16 Februari 2022  |  23:16 WIB
Kerajinan dan Aksesoris Perak Asal Bantul Tampil di Pertemuan G20
UKM

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank menampilkan produk dari Program Desa Devisa, berupa kerajinan dan aksesoris perak pada perhelatan G20 yang digelar pada 15-18 Februari di JCC, Senayan, Jakarta Selatan.

Program Desa Devisa merupakan program pendampingan berkelanjutan kepada pelaku usaha dan pengembangan komoditas unggulan suatu daerah dengan tujuan akhir ekspor. Ini merupakan salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI dalam peningkatan ekspor nasional, dan juga untuk mendorong pemulihan ekonomi dengan memperkuat pondasi pelaku UMKM binaannya.

Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso menyampaikan rasa hormatnya karena berkesempatan berpartisipasi dalam ajang Presidensi G20 Indonesia 2022.

Pada kesempatan tersebut, LPEI menampilkan produk dari mitra binaannya, salah satunya adalah kerajinan dan aksesoris perak APIKRI yang berasal dari Bantul, Yogyakarta.

Sebagai informasi, kerajinan APKRI sudah menjadi Desa Devisa sejak tahun 2020 dan mampu mengekspor produknya ke benua Eropa, seperti Belanda, Amerika dan Inggris.

Tentunya, kehadiran Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari negara-negara anggota G20 dan negara-negara mitra pada Pertemuan G20 ini menjadi kesempatan berharga bagi UMKM berorientasi ekspor untuk menunjukkan produk-produk berkualitas.

"Di tengah pandemi global, LPEI terus membangun kapasitas UMKM berorientasi ekspor agar mampu bertahan dan menggarap pasar ekspor nontradisional," kata Rijani dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Rabu (16/2/2022).

Dengan adanya Program Desa Devisa ini, diharapkan bisa menjadi referensi bagi wilayah dan komoditas lainnya di Indonesia dan dapat membantu program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 kerajinan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top