Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendulang Untung dari Pengolahan Madu Hutan

Sejak 2000 lalu, Lenny dan suaminya Purnomo membantu kelompok tani memasarkan madu hasil hutan, dimana sang suami menjadi peneliti Litbang Kehutanan dan memiliki mitra ratusan kelompok tani madu.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 17 Maret 2022  |  15:25 WIB
Mendulang Untung dari Pengolahan Madu Hutan
Madu hutan Wibi Kampar

Bisnis.com, PEKANBARU-- Kabupaten Kampar Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu sentra produksi madu lebah liar mencapai puluhan ton perbulan. Hasil panen yang melimpah inilah, dilirik oleh Lenny Listriyani bersama suaminya dengan mengolah dan memberikan nilai tambah.

Sejak 2000 lalu, Lenny dan suaminya Purnomo membantu kelompok tani memasarkan madu hasil hutan, dimana sang suami menjadi peneliti Litbang Kehutanan dan memiliki mitra ratusan kelompok tani madu.

"Hasil produksi madu hutan ini dulu bisa sampai 60 ton perbulan, dan kami menampung sekitar 15 ton untuk kami pasarkan kepada relasi," ujarnya Rabu (16/3/2022).

Setelah 2010, Lenny dan suami mulai mengolah dan meningkatkan mutu madu hutan, dan tidak lagi dijual curah seperti sebelumnya. Misalnya untuk kadar air dari sekitar 27 persen saat dibawa dari hasil hutan, diturunkan menjadi maksimal 22 persen sesuai standar BPOM dan SNI.

Terus berlanjut setiap tahunnya, kini madu hutan yang sudah diolah itu telah dijual dengan merek Madu Wilbi, dan merek ini sudah terdaftar hak ciptanya atau HAKI di Kemenkum HAM. Jumlah produk turunan madu yang dihasilkan juga cukup banyak yaitu mencapai 20 jenis produk, diantaranya sabun, madu propolis, madu formula, madu royal jelly, madu beepolen, hingga lilin dan selai madu.

Karena kualitas produk yang sudah teruji dan telah mengantongi berbagai sertifikasi seperti 8 sertifikat izin edar BPOM, dan Halal MUI. Madu Wilbi mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Diantaranya Dinas Perindustrian Perdagangan, pemda kabupaten, provinsi, dan juga perbankan yakni Bank BRI pada 2017.

"Dari Bank BRI, produk kami dibantu penjualannya secara digital yaitu masuk ke Mal of Indonesia, di sana produk UMKM unggulan mendapatkan dukungan dan bisa dipasarkan secara online," ujarnya.

Dari berbagai keunggulan ini pula, Madu Wilbi sudah mendapatkan beragam penghargaan. Diantaranya Sidhakarya dari Gubernur Riau, Piala Paramakarya Presiden dan diserahkan langsung oleh Wapres KH Maruf Amin, serta dari Kemenaker pada 2019 silam. Terakhir pihaknya berhasil mengantongi sertifikasi SNI pada pertengahan 2021.

Bersama BRI, Madu Wilbi telah dipilih sebagai mitra oleh-oleh resmi bagi para tamu yang datang ke BRI Regional Pekanbaru yaitu berupa paket hampers madu.

"Harapan kami kerja sama dengan BRI bisa terus berlanjut, dan tidak hanya di Pekanbaru tetapi juga bisa menjadi mitra suplier hampers untuk BRI lainnya di Indonesia," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis madu
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top