Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Digitalisasi, Kiat 2 UMKM Ini Lolos Gulung Tikar

Riset (LPEM) Universitas Indonesia mencatat Bali menempati peringkat pertama sebagai provinsi dengan jumlah pelaku usaha tertinggi di platform e-commerce.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 30 Juli 2022  |  14:42 WIB
Digitalisasi, Kiat 2 UMKM Ini Lolos Gulung Tikar
UMKM IniTempe

Bisnis.com, JAKARTA - Bisa dibilang dua tahun terakhir, saat adanya Pandemi COVID-19 menjadi salah satu tantangan terbesar bagi para pelaku usaha untuk dapat terus bertahan di tengah pandemi. Termasuk di Bali

Bali tak hanya menjadi landasan ekonomi Pulau Dewata. Namun juga, sebagai barometer kebangkitan industri pariwisata di Indonesia.

Sayangnya, berbagai usaha industri pariwisata, perhotelan, restoran hingga toko oleh-oleh terpaksa harus gulung tikar dan menutup usaha, akibat terbatasnya kemampuan mereka dalam menutupi biaya operasional.

Seakan menghindari kerugian serupa terulang kembali, membuat banyak pelaku UMKM di Bali beradaptasi dengan memanfaatkan platform digital untuk bisa mengembangkan bisnis guna menjangkau lebih banyak pembeli.

Hal ini sejalan dengan hasil survei yang dilakukan oleh United Nation Development Programme (UNDP) dan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia menyebutkan bahwa, sekitar sekitar 44% UMKM yang disurvei, telah berjualan di platform e-commerce selama pandemi.

Bahkan, riset (LPEM) Universitas Indonesia mencatat Bali menempati peringkat pertama sebagai provinsi dengan jumlah pelaku usaha tertinggi di platform e-commerce Tokopedia, yakni sebesar 66,2 persen. Lalu, lanjut disusul oleh Yogyakarta sebesar 42,2 persen, terakhir DKI Jakarta 28,3 persen.

Adapun, dua contoh UMKM di Bali yang berhasil bangkit dari keterpurukannya adalah IniTempe dan Grande Granola.

1. IniTempe

Beni Santoso adalah seorang pemilik dari IniTempe yang berdiri sejak tahun 2016. Sebelum adanya Covid-19, ia mengawali bisnis berjualan tempenya secara offline ke berbagai restoran di Bali.

Tapi, akibat pandemi ini, terpaksa membuat banyak restoran tutup, hingga akhirnya Beni menyadari bahwa dirinya harus ikut mencari solusi agar bisnisnya tetap jalan. Apalagi, mengingat mayoritas pembeli IniTempe merupakan warga asing yang jumlahnya terus menurun.

Melalui e-commerce, Beni mulai memanfaatkan platform digital untuk coba memasarkan produknya ke luar pulau Bali.

"Kita tidak akan bisa menang di kandang sendiri. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk jualan online. Berkat go digital saya malah bisa ekspansi bisnis ke kota dan pulau lain. Walau di tengah pandemi, IniTempe tidak melakukan PHK. Wisatawan lokal jadi tau soal IniTempe, " jelasnya.

Sebagai informasi, secara garis besar, "go digital" bukan hanya sekadar mendaftarkan nama bisnis ke lokapasar online, namun, untuk menemukan pelanggan baru, meningkatkan efektivitas kerja dan mengembangkan peluang bisnis.

Kini, semenjak beralih ke digital, produk IniTempe berhasil menawarkan berbagai jenis produk olahan berbahan dasar tempe, seperti cokelat tempe, keripik tempe.

Selain menjual berbagai produk olahan tempe, IniTempe juga membuka masterclass, yakni kelas bagi orang-orang yang tertarik untuk belajar mengenai proses pembuatan tempe. Kelas ini terbuka bagi masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara, bahkan dari India hingga Cina.

Dalam proses produksinya, IniTempe akan tetap fokus untuk ‘go local’.

“Kami menggunakan kedelai yang berasal dari petani lokal serta turut memberdayakan perempuan lokal. Harapannya tidak hanya memberikan dampak bagi keberlangsungan bisnis kami sendiri tetapi juga agar berdampak terhadap masyarakat sekitar serta perekonomian daerah,” ujar Beni.

Baginya, dengan berjualan di e-commerce, seperti Tokopedia, tak hanya memberi keamanan transaksi dalam segi penjualan. Tapi juga memberi banyak manfaat terhadap usahanya, di mana penggunaan e-commerce ini memudahkan mereka untuk meluaskan jangkauan dalam menjual produk tanpa terbatas oleh area geografis.

Beni berharap lebih banyak lagi UMKM lokal yang memanfaatkan platform digital atau e-commerce untuk berjualan.

2. Grande Granola

Keberhasilan lain dengan memanfaatkan penjualan di e-commerce juga diraih oleh produk asal Bali, yakni Grande Granola.

Usaha milik Luciana Dewi ini memang berfokus memproduksi sereal berbahan dasar granola yang menggunakan gandum bersertifikasi organik tentunya tanpa bahan pengawet.

Sama halnya dengan IniTempe, awalnya Grande Granola mengandalkan pemasukan dari turis lokal maupun turis asing.

Namun, sejak pandemi jumlah turis di Bali menurun cukup signifikan. Hal ini turut berdampak terhadap bisnis Grande Granola.

“Sebelum pandemi, 70% penghasilan berasal dari turis asing dan turis lokal. Setelah pandemi, omzet kami jatuh hingga 40%,” ujar Luciana.

Akhirnya, dia mencari strategi baru. Salah satunya dengan mengembangkan bisnisnya secara online melalui platform digital guna menghindari penjualannya yang terus menurun.

Luciana menjelaskan “Sejak ‘go digital’, Grande Granola juga mulai dikenal, jumlah pembeli terus meningkat.

"Pendapatan kami di masa pandemi 80% berasal dari salah satu platform e-commerce asal Indonesia yaitu Tokopedia," ungkapnya.

Luciana menyadari, memang salah satu strategi bisnis untuk bertahan di tengah pandemi adalah secara cepat dan tanggap melakukan inovasi sesuai kebutuhan. Misalnya, dengan melakukan ‘go digital’.

Berawal dari keberaniannya untuk mencoba cara non-kovensional, yaitu penggunaan e-commerce dengan omzet yang tidak, nyatanya menjadi langkah awal Grande Granola punya penghasilan bulanan mencapai puluhan juta.

Dalam mengembangkan bisnisnya, Luciana juga tidak lupa memberdayakan masyarakat sekitar dan berbagi kepada yang membutuhkan. Saat ini, Grande Granola telah memberdayakan perempuan lokal di Bali dalam operasinya serta melakukan kegiatan-kegiatan sosial seperti berdonasi untuk membiayai sekolah anak-anak yang membutuhkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm digital tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top