Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rumah Atsiri, Brand Essential Oil Lokal yang Bermula dari Pabrik Sereh Wangi Bung Karno

Rumah Atsiri. adalah brand essential oil yang kini banyak dilirik konsumen.
Rumah Atsiri/Solopos
Rumah Atsiri/Solopos

Bisnis.com, JAKARTA -Tren wewangian aroma terapi membuat banyak brand baru berdiri. Bahkan, saat ini pasar essential oil telah dibanjiri pemain brand lokal, salah satunya yang paling populer adalah Rumah Atsiri.

Rumah Atsiri sendiri memang menjual ratusan produk yang terdiri dari hand sanitizer, essential oil, body care hingga teh dari tumbuhan lokal. Bahkan, beberapa aroma produknya dapat diracik oleh konsumen sesuai dengan kepribadiannya.
 
Sebagai brand yang juga mempunyai pusat konservasi tanaman dan produksi minyak atsiri di Tawangmangu, Jawa Tengah, Rumah Atsiri kembali membangun pusat edukasi di Jakarta agar banyak konsumen dapat mempelajari seluk-beluk minyak atsiri dan mengetahui asalan essential oil kerap dihargai tinggi di pasaran.

Lantas, seperti apa profil bisnis dari Rumah Atsiri yang menghadirkan proses dari hulu ke hilir terkait pembuatan essential oil? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

Profil Bisnis Rumah Atsiri 

Natasha Clairine adalah founder dari Rumah Atsiri Indonesia. Dia menuturkan bahwa pendirian Rumah Atsiri ini berkaitan dengan sejarah panjang Indonesia yang menjadi cikal bakal Rumah Atsiri Indonesia.

“Pada salah satu kunjungan ke Desa Plumbon, Tawangmangu, Solo, Jawa Tengah, kami menemukan sebuah kompleks pabrik terbengkalai yang kemudian hari kami diketahui sebagai fasilitas penyulingan serai wangi dari tahun 1963. Karena, kami penasaran akan tampilan muka pabrik yang tidak biasa ini, kami kemudian memutuskan menggali sejarahnya lebih dalam,” katanya pada Bisnis, Rabu (28/12/2022).

Ternyata, diketahui bahwa pabrik tersebut adalah pabrik penyulingan terbesar di Asia merupakan saksi bisu kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Bulgaria. Dengan lebih dari 30.000 tanaman khas yang dapat digunakan dalam industri minyak atsiri, Indonesia adalah magnet bagi produksi dan pengembangan minyak atsiri di Asia, bahkan di dunia.

“Dulunya ini adalah pabrik Citronella atau pabrik sereh wangi yang berdiri sejak 1963 dan termasuk yang terbesar di Asia saat itu. Pabrik ini dikelola di bawah pemerintahan Soekarno. Saat itu, desa Plumbon dipilih sebagai lokasi pabrik karena potensi alamnya yang mendukung penanaman tanaman-tanaman industri minyak atsiri dengan bantuan potensi alam dan suplai air dari sungai terdekat, pabrik tersebut bekerja sama dengan masyarakat lokal sekitar,” jelas Natasha.

Namun, akibat satu dan hain hal, menjadikan kepemilikan Pabrik Citronella sempat berpindah tangan beberapa kali. Lalu, lambat laun eksistensi pabrik sereh wangi ini menurun, hingga akhirnya pabrik ini terbengkalai.

“Alhasil, PT Rumah Atsiri Indonesia memutuskan untuk mengambil alihnya secara resmi pada tahun 2015 dan melakukan revitalisasinya hingga kini. Awalnya kami belum buka untuk umum. Tapi, setelah kami restorasi, akhirnya di Juni 2018 kita mulai buka untuk publik,” tambahnya. 

Natasha menjelaskan, bahwa prosesnya mulai dari renovasi hingga belajar tentang minyak astiri ini sangatlah panjang. Bahkan, dirinya sempat mengalami beberapa tantangan.

“Karena kami dulu backgroundnya tidak ada yang paham minyak ini, membuat kami belajar ke India. Apalagi, dulu cukup sulit untuk memperkenalkan Rumah Atsiri Indonesia karena berada di kaki gunung. Jadi, hanya mengandalkan Instagram. Namun, dengan strategi terarah Rumah Atsiri mulai dikenal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Natasha menjelaskan dengan melimpahnya potensi Indonesia, dia merasa bertanggung jawab untuk melestarikan dan menghidupkan kembali pengetahuan, keterampilan, dan inovasi terkait minyak atsiri di Indonesia guna memainkan peran penting dalam ekonomi global.

“Bahkan, banyak pula yang tak tahu tentang pembuatan minyak atsiri yang ternyata membutuhkan banyak tanaman hanya untuk menghasilkan satu tetes minyak saja. Proses yang rumit inilah yang membuat essential oil kerap dihargai tinggi di pasaran” tuturnya.

Komitmen Jalankan Bisnis Berkelanjutan

Dia melanjutkan, bahwa Rumah Atsiri berkomitmen untuk menjalankan praktik bisnis yang berkesadaran, bertanggung jawab, dan menguntungkan dengan berpegang pada prinsip berkelanjutan dan model pengembangan komunitas.

Terbukti, bukan hanya semata-mata menjadikan Rumah Atsiri sebagai temat berjualan produk, namun Rumah Atsiri juga terus memberdayakan masyarakat sekitar dan melakukan berbagai proyek pendidikan, penelitian, pengembangan, pelatihan hingga kolaborasi lintas industri.

Hingga saat ini, Rumah Atsiri difungsikan sebagai edu-rekreasi terkait aromatic wellness dan minyak atsiri yang menarik. Aromatic wellness yang dimaksud merupakan upaya seseorang dalam menjaga diri serta lingkungannya tetap sehat dengan stimulus aroma yang bisa berasal dari tanaman aromatik.

Bahkan, Rumah Atsiri telah melakukan integrasi secara penuh antara museum, kelas, toko aromatik, laboratorium, kebun, dan glamping telah melayani kunjungan tamu domestik maupun internasional sejak 2017.

Kedepannya, Rumah Atsiri akan terus memperluas pasar anak muda melalui konsep aromatic wellness playground tentang kekayaan minyak atsiri nusantara dengan pendekatan yang playful (menyenangkan) dan eksperimental.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper