Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Daftar Perusahaan Pembuat Baterai Listrik di Indonesia

Baterai Listrik menjadi peluang bisnis yang menjanjikan dengan adanya mobil listrik di tanah air, ini daftar perusahaan produsen baterai listrik di tanah air
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 16 Januari 2023  |  17:05 WIB
Daftar Perusahaan Pembuat Baterai Listrik di Indonesia
Perakitan baterai untuk mobil listrik - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kendaraan listrik kini menjadi perbincangan utama dalam sektor otomotif di indonesia. 

Pasalnya, pemerintah kian mendorong pembangunan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), di mana hal ini dibuktikan dengan dibangunnya pabrik produksi baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Adapun, hal yang membuat pemerintah lantas memantapkan rencana dan kebijakan terkait pengembangan baterai kendaraan listrik sebagai potensi baru dalam sektor pertambangan nasional. Sebab, ketersediaan sumber daya nikel sebanyak 24 persen dari total cadangan nikel dunia, membuat Indonesia menjadi pilihan bagi para pengusaha baterai listrik yang digunakan untuk kendaraan listrik. 

Lantas, siapa saja pengusaha pabrik baterai listrik di Indonesia? Melansir dari keterangan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadali, berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

1. LG Energy Solution Ltd

Perusahaan teknologi asal Korea ini telah memulai pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik di Indonesia bersama dengan produsen pembuat mobil Korea Selatan Hyundai Motor. Adapun ekosistem baterai mobil listrik itu punya pabrik yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. 

Sementara itu, untuk lokasinya smelter ada di Maluku Utara, di mana hal ini berkaitan dengan sumber tambang yang ada di sana. Kemudian untuk prekursor, katodanya sebagian di Batang.

Perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan perusahaan BUMN, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dalam proyek pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik.

Adapun besaran nilai investasi kerja sama tersebut mencapai US$9,8 miliar atau setara dengan Rp147,2 triliun yang nantinya akan meliputi penambangan dan pemrosesan nikel, bahan baterai EV, pembuatan baterai EV, dan daur ulang baterai. 

2. Contemporary Amperex Technology (CATL)

Perusahaan Contemporary Amperex Technology (CATL) asal China ini juga akan membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia, di mana, menurut keterangan Bahlil, hingga saat ini CATL masih menentukan lokasinya, yakni antara Batang dan Kaltara.

Melansir dari Saur Energy International, perusahaan teknologi yang berdiri sejak 2011 tersebut tumbuh luar biasa pada 2021, di mana perusahaan ini juga menjadi pemasok untuk electric vehicle (EV) besar seperti Tesla dan Volkswagen.

Menurut Bloomberg, dengan kinerja CATL pada Januari hingga Maret 2022 yang berhasil menduduki 35 persen pangsa pasar baterai lithium-ion otomatis dunia, membuat perusahaan tersebut terus memfokuskan diri dalam pembuatan baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi, serta sebagai sistem manajemen baterai.

Adapun, mengenai konsep pertambangan CATL akan serupa dengan LG Enery Solution, di mana kedua perusahaan tersebut akan bekerjasama dengan PT Antam yang kemudian untuk proses smelting-nya menggandeng IBC. 

Seperti diketahui, IBC adalah anak perusahaan BUMN, yang didirikan oleh empat BUMN Indonesia yakni PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), MIND ID, Pertamina, dan PLN.

“Sistemnya akan hulu ke hilir, jadi dari smelter-nya dari mining bekerjasama dengan Antam kemudian smelternya kerja sama dengan IBC, kemudian mulai dari prekusor katoda battery cell hingga recycle-nya [ada di Indonesia]. Ini merupakan ekosistem yang mungkin pertama satunya di dunia,” jelasnya.

Kerja sama ini bernilai U$6 miliar atau setara dengan Rp90,2 triliun. 

3. Britishvolt

Perusahaan baterai asal Inggris, Britishvolt siap berinvestasi dan masuk dalam ekosistem electric vehicle (EV) di Indonesia.

Melansir dari Bisnis, nantinya British Volt yang merupakan startup manufaktur dan pengembang teknologi baterai kendaraan listrik rendah karbon akan menggandeng anak usaha Group Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas, di mana nilai investasi Britishvolt diproyeksikan mencapai US$2 miliar pada 2027. 

“Menyangkut Britishvolt memang betul investasi dari Inggris akan masuk juga ekosistem EV [electric vehicle] baterai dan sudah masuk. Sekarang izinnya sudah tahap finalisasi, lokasinya juga Insyaallah sudah hampir clear,” ujar Bahlil. 

4. BASF

BASF merupakan perusahaan asal Jerman. Melansir dari situs resminya, Grup BASF terdiri dari anak perusahaan dan usaha patungan di lebih dari 80 negara dan mengoperasikan enam lokasi produksi terintegrasi dan 390 lokasi produksi lainnya di Eropa, Asia, Australia, Amerika dan Afrika.

Mereka mengklaim saat ini, melalui produksi bahan baterai akan membangun ekosistem EV, BASF telah bekerja untuk membuat EV lebih berkelanjutan dengan meningkatkan cara pembuatan baterai EV, mulai dari pengadaan hingga produksi dan daur ulang.

5. Foxconn

Perusahaan asal Taiwan yang berada di bawah naungan Hon Hai Precision Industry Group ini sepakat melakukan kerja sama dengan Gogoro, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), dan PT Indika Energy Tbk dalam memproduksi pabrik baterai dan kendaraan listrik di Indonesia.

Mengutip dari Nikkei Asia, kedua perusahaan mengatakan dalam pernyataan pers bersama bahwa Foxconn Indika Motor, perusahaan patungan baru, akan "membangun, mengoperasikan [dan] melokalkan" manufaktur EV komersial di ekonomi terbesar di Asia Tenggara, serta mengembangkan industri pendukungnya - termasuk untuk baterai. .

Mereka menambahkan akan "menjajaki kerja sama investasi yang luas" untuk membangun ekosistem EV yang komprehensif di negara tersebut bersama dengan mitra lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Baterai Mobil Listrik baterai Pabrik Baterai Mobil Listrik
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top