Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Para Pengusaha Pemilik Bisnis Furniture Terbesar di Indonesia

Bisnis furnitur digeluti oleh sejumlah pengusaha besar di Indonesia. Berikut daftarnya
Ilustrasi Dekoruma
Ilustrasi Dekoruma

Bisnis.com, JAKARTA - Permintaan furniture alias mebel yang bisa juga diartikan sebagai perabot rumah tangga dinilai memiliki pasar yang cukup besar. 

Mengingat, kebutuhan akan tempat tinggal maupun renovasi rumah semakin banyak, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pendapatan masyarakat yang meningkat di Indonesia. 

Melansir dari Bisnis, kini pemerintah turut menargetkan kinerja ekspor furnitur pada 2024 tembus US$5 miliar, dari saat ini yang hanya US$3 miliar. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, Indonesia memiliki keunggulan dalam sumber daya alam untuk bahan baku industri furniture sekaligus di bidang craftmenshift.

Dengan demikian, ini jadi pekerjaan rumah industri furniture dan sejumlah pihak terkait untuk mengejar kinerja target ekspor. 

Lantas, siapa saja deretan pengusaha furniture terbesar di Indonesia? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

1. Kuncoro Wibowo – ACE Hardware dan Informa

Kuncoro Wibowo adalah pendiri Kawan Lama Group dan menjadi perusahaan yang memegang lisensi penjualan atas ACE Hardware Indonesia, pusat perlengkapan perkakas rumah tangga, teknik dan industri asal Amerika Serikat. 

PT ACE Hardware Indonesia Tbk (ACES) sendiri didirikan tahun 1995 yang telah menghadirkan lebih dari 80.000 jenis produk. ACE memiliki lebih dari 220 toko yang beroperasi pada 56 kota.

Selain itu, Kuncoro Wibowo juga mendirikan INFORMA melalui PT Home Center Indonesia pada 2004. Sejauh ini, koleksi produknya telah mencapai 35.000 jenis furniture untuk hunian, bisnis, hingga fasilitas publik. Saat ini INFORMA memiliki lebih dari 100 toko yang tersebar pada 49 kota di Indonesia. 

Kuncoro Wibowo sendiri tercatat sebagai salah satu sosok orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaannya per Desember 2021 mencapai US$1,48 miliar atau saat ini setara dengan Rp22,8 triliun. 

2. Au Bintoro – Olympic Group

Au Bintoro merupakan pendiri dari Olympic Group, perusahaan induk yang memegang beberapa merek terkenal dalam industri furniture Indonesia, di antaranya Olympic Furniture dan Furnimart.

Melansir dari kanal Youtube Hermanto Tanoko, bisnis Olympic Group ini dimulai Au Bintoro sejak 1980. 

Berawal dari modal awal Rp350.000 hasil penjualan kalung milik sang istri, dirinya berhasil menciptakan produk dengan model knock down atau bongkar pasang dan itu laris manis di pasaran.

Pasalnya, sejumlah konsumen menilai produk Au Bintoro mudah dibawa dan ringkas sehingga dapat memperkecil biaya gudang (storage cost). 

Berdasarkan situs resmi perusahaan, OLYMPIC sendiri meresmikan produknya sebagai brand furniture pada 1983 di kota Bogor. 

Dengan respons pasar yang baik, membuat OLYMPIC pada 2018 berekspansi ke kabupaten Lamongan dengan jumlah karyawan saat ini mencapai lebih dari 1.000 orang.

PT Graha Multi Bintang menjadi holding company yang memegang merek-merek furniture. Salah satunya, PT Cahaya Bintang Olympic yang merupakan anak perusahaan dari Olympic Group. 

3. Muhammad Saleh Kurnia – IKEA

Mendiang Muhammad Saleh Kurnia merupakan pendiri PT Hero Supermarket Tbk pada tahun 1971. Seiring berjalannya waktu, HERO Group tumbuh dan berkembang dalam membangun jaringan bisnisnya serta berinovasi dalam rangka memenuhi kebutuhan serta pola konsumsi masyarakat. 

Saat ini, perseroan yang melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “HERO” pada 1989 itu juga menjadi pemegang lisensi IKEA, perabot rumah dan furnitur kantor dari Swedia.

“PT Hero Supermarket Tbk adalah operator resmi pemegang waralaba IKEA di Indonesia yang memperoleh lisensi eksklusif dari Inter-IKEA Systems B.V,” ungkap pihak manajemen. 

Terkait proses produksi, pihaknya mengatakan produk-produk yang diekspor ke 400 toko IKEA di 48 negara ini sebagian besar adalah produk Indonesia yang didesain dengan standar kualitas Ikea Swedia 

“IKEA Indonesia berkomitmen untuk mendukung dan bekerja sama dengan produsen lokal untuk meningkatkan kehidupan komunitas masyarakat sekitar serta lingkungan,” tulisnya. 

4. Aruna Harsa & Dimas Harry Priawan – Dekoruma 

Aruna bersama Dimas Harry Priawan merupakan sosok anak muda yang jadi pendiri Dekoruma. 

Memiliki background di bidang properti, furniture, interior, kontraktor, jadi alasan mereka mendirikan ini. Ditambah lagi, lantaran sektor home & living yang masih belum ramai di Indonesia. 

Perjalanan Dekoruma dimulai sebagai marketplace furniture dan dekorasi di 2015, kemudian menambah jangkauan bisnisnya dengan layanan jasa desain interior. 

Sampai akhirnya di 2019 Dekoruma meluncurkan unit bisnis penjualan properti. 

Dilansir dari Forbes, Dekoruma sempat mengumpulkan putaran pendanaan seri B 'multi-juta' dolar dari Global Digital Niaga Indonesia dan AddVentures oleh SCG, cabang ventura korporat dari Siam Cement Group Thailand. 

Saat ini, Dekoruma telah memiliki lebih dari satu juta pelanggan setia dengan 100.000 produk furnitur dan dekorasi. 

Dekoruma telah memiliki lebih dari 3.000 proyek desain interior, 2.000 desain interior serta lebih dari 100 partner properti developer dan bank yang bekerja sama dengan Dekoruma. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper