Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mundur dari Binance, Kekayaan Changpeng Zhao Masih Naik US$24 Miliar Sepanjang 2023

Changpeng Zhao masih memegang sebagian hak kepemilikan di Binance sehingga kekayaannya masih melesat sepanjang 2023
CEO Binance Changpeng Zhao/Getty Image
CEO Binance Changpeng Zhao/Getty Image

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan CEO Binance, Changpeng Zhao masih mencatatkan lonjakan kekayaan sepanjang 2023 dan mengamankan posisi ke-34 dalam Bloomberg Billionaire Index. 

Sebagai mantan CEO Binance, Zhao adalah salah satu tokoh industri yang paling menonjol. Dia memasuki dunia cryptocurrency pada 2013, memegang posisi penting dalam proyek seperti Blockchain.info dan menjabat sebagai CTO OKCoin.  

Momen penting Zhao terjadi pada 2017 ketika dia meninggalkan OKCoin untuk memulai Binance. Penawaran koin awal yang sukses mengumpulkan US$15 juta, mendorong Binance menjadi pertukaran mata uang kripto teratas secara global pada April 2018.

Karier Zhao kemudian menghadapi rintangan besar pada November 2023 setelah pengakuan bersalahnya atas tuduhan pencucian uang. 

Kasus ini menyebabkan dia didenda US$50 juta, terpisah dari denda kepada Binance sebesar US$4,3 miliar dengan Departemen Kehakiman AS. 

Ketika jaksa menuntut hukuman penjara 18 bulan, pengakuan bersalah Zhao juga memaksanya untuk mundur dari perannya sebagai CEO Binance dan ketua dewan Binance US.

Namun, berdasarkan pemungutan suara proksi, Zhao masih bisa mempertahankan kepemilikan finansialnya di Binance, meskipun hal itu secara efektif menghilangkan hak pilihnya. Sebagai bagian dari penyelesaian Dewan Kehakiman AS, Zhao dilarang terlibat aktif di Binance selama tiga tahun setelah penunjukan pengawas.  

Setelah pengunduran diri Zhao, mantan Kepala Pasar Regional Global Binance, Richard Teng kemudian ditunjuk menjadi CEO.

Namun, sebelumnya Zhao pernah mengkritik Bloomberg Billionaire Index di masa lalu. Pada bulan April 2023, ketika Bloomberg melaporkan peningkatan besar dalam kekayaan bersihnya, menjadikannya US$28,2 miliar, Zhao membantah klaim tersebut, menamakannya sebagai “berita palsu” dan menyatakan bahwa kekayaan sebenarnya jauh lebih rendah daripada yang dilaporkan.

Meskipun tantangan hukum yang dihadapi Zhao dan kepergiannya dari kepemimpinan perusahaan menandai perubahan signifikan dalam kariernya, kekayaan pribadinya meningkat secara signifikan, berbeda dengan kesulitan hukum dan peraturan yang dia hadapi sepanjang tahun.

Berdasarkan data terakhir Bloomberg Billionaire Index, Changpeng Zhao masih menempati urutan orang terkaya di dunia ke-34 dengan total kekayaan sebesar US$39,2 miliar atau sekitar Rp6.046,40 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper