Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Profil Richard Teng, Pengganti CEO Binance Asal Singapura

Sosok pengganti CEO Binance, Richard Teng asal Singapura simak profilnya
Richard Teng/bloomberg
Richard Teng/bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -- Platform pertukaran kripto Binance baru saja menunjuk Richard Teng sebagai CEO setelah CEO sebelumnya Changpeng Zhao terlibat kasus hukum dan mengundurkan diri dari jabatannya. 

Binance diberikan denda terbesar dalam sejarah AS, sebesar US$4,3 miliar atau setara dengan Rp66,7 triliun lantaran regulator AS perusahaan tersebut melakukan pelanggaran anti pencucian uang dan sanksi AS.

Zhao, pendiri Binance, mengundurkan diri sebagai CEO sebagai bagian dari kesepakatan besar untuk menyelesaikan penyelidikan Departemen Kehakiman AS

Sementara itu, Zhao akan membayar denda US$50 juta dan terancam hukuman 10 tahun penjara. Namun diperkirakan hukumannya tidak lebih dari 18 bulan berdasarkan kesepakatan pembelaan.

Lantas siapa sosok pengganti CEO Binance tersebut? 

Richard Teng merupakan pria asal Singapura yang sudah bergabung di Binance sejak 2021. Dia sempat menjabat sebagai CEO Binance di Singapura pada Agustus hingga Desember 2021.

Richard Teng memperoleh gelar Master in Applied Finance dari University of Western Australia pada 1998 dan Executive Leadership Program dari University of Pennsylvania, The Wharton School pada 2004.

Sebelum bergabung ke Binance, Teng memiliki sejumlah pengalaman, di antaranya kurang lebih 30 tahun bekerja di bidang jasa keuangan dan regulasi. 

Dia pernah menjabat sebagai CEO Financial Services Regulatory Authority di Abu Dhabi Global Market (ADGM), Chief Regulatory Officer di Singapore Exchange (SGX), dan Direktur Keuangan Korporat di Monetary Authority of Singapore (MAS).

Melansir The Block, Selama masa jabatannya di MAS, dia terlibat dalam urusan regulasi yang mencakup segmen perbankan, asuransi, dan pasar modal, termasuk transformasi luas sektor jasa keuangan Singapura pada akhir 1990-an. 

Selama masa jabatannya di Binance Singapura, dia mengatakan fokus untuk meyakinkan pengguna bahwa mereka dapat tetap yakin dengan kekuatan finansial, keamanan, dan keselamatan perusahaan. 

Dia juga akan bekerja sama dengan regulator untuk menjunjung standar tinggi secara global yang mendorong inovasi sekaligus memberikan perlindungan konsumen yang penting.

Dalam kurun waktu lima bulan menjabat di posisi CEO Binance Singapura, dia kemudian mendapatkan promosi menjadi kepala regional Binance untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) selama periode 2021-2022.

Setelah 11 bulan mengemban tugas itu, tanggung jawabnya bertambah dengan mengurus kawasan Eropa dari 2022 hingga 2023. 

Tanggung jawabnya terus bertambah dengan harus memegang Binance di semua wilayah kecuali AS, sebelum akhirnya kini resmi ditunjuk menjadi CEO Binance pada November 2023.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper