Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pajak Hiburan Naik hingga 75%, Berikut Sederet Pengusaha Hiburan di Tanah Air

Sederet pemilik bisnis jasa hiburan, klab malam, dan spa yang bakal dikenakan PBJT hingga 75 persen.
Ilustrasi pajak hiburan. Dok Freepik
Ilustrasi pajak hiburan. Dok Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah bakal menetapkan pajak untuk barang dan jasa tertentu (PBJT) untuk jasa hiburan sampai dengan 75 persen. Aturan tersebut tercantum dalam UU No.1/2022 tentang Hubungan Keuangan. 

Dalam aturan tersebut, Pemerintah menetapkan PBJT untuk penjualan atau konsumsi barang dan jasa tertentu seperti makanan dan minuman, tenaga listrik, jasa perhotelan, jasa parkir, dan jasa kesenian dan hiburan.

Adapun, tarif untuk PBJT atas jasa hiburan diskotik, karaoke, klab malam, bar, dan mandi uap atau spa ditetapkan paling rendah 40 persen dan paling tinggi 75 persen. 

Aturan tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pebisnis di bidangnya. Pasalnya, dengan pajak yang begitu tinggi, dinilai bisa mematikan bisnis tersebut.

Padahal, bisnis jasa hiburan seperti diskotik, karaoke, klab malam, bar, dan spa bisa disebut padat karya membuka banyak lapangan pekerjaan. Namun, dengan pajak tinggi, para pengusaha harus menyesuaikan harga jasanya jadi melonjak dan akan kesulitan memberi upah para pekerjanya. 

Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini kemungkinan beberapa nama pebisnis yang bisa terkena pajak jumbo tersebut:

1. Hotman Paris

Hotman Paris merupakan salah satu pengacara paling kondang di Indonesia. Namun, pria kelahiran 20 Oktober 1959 itu juga merupakan pebisnis andal. 

Dia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dan mendapatkan gelar sarjananya setelah 3,5 tahun berkuliah pada 1981. Dia kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 jurusan hukum di University of Technology, Sydney Australia pada 1990. 

Hotman kemudian kembali menempuh pendidikan S2 di Universitas Gajah Mada dan kembali mendapat gelar magister hukum. Kemudian, Hotman melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor hukum di Universitas Padjajaran dan mendapat gelar doktor pada 2011. 

Selain fokus menjadi pengacara, dia juga memiliki gurita bisnis terutama di bidang pelayanan dan hiburan. Dia memiliki bisnis hotel, vila dan resor, properti, dan pemilik kafe kontrovesial Holywings. 

Di bisnis hotelnya, dia merupakan pemilik Hotel Sere Nauli di Toba Samosir, Sumatra Utara. Hotel tersebut merupakan hotel termewah di kawasan Danau Toba. Selain itu, di bisnis vila dan resor, dia membangun banyak vila mewah di bali seperti Villa Awang Pandawa, Villa Sayang, Villa Umasari, Villa Cantik, Villa Toya, dan Villa Nakula. 

Hotman Paris juga memiliki bisnis The Cliff Hotman paris VI Pandawa di Uluwatu, Bali. Dia juga memiliki beach club, Atlas Beach Fest yang terletak di kawasan Canggu, Kuta Utara, bali. 

Di bidang properti, dia juga memiliki bisnis jual beli ruko di Jakarta. Hotman menjadi pemborong, membeli sejumlah rumah toko untuk kemudian dijual kembali. 

Hotman Paris juga merupakan pemilk dari kafe Holywings bersama dengan selebriti Nikita Mirzani. Bisnis tersebut kini sudah banyak tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. 

2. Inul Daratista

Inul Daratista merupakan seorang penyanyi dangdut legendaris di Indonesia, yang sudah memulai kariernya sejak usia belia. 

Namanya kemudian meledak lantaran melakukan aksi panggungnya "ngebor" yang diabadikan dalam sebuah rekaman video dan diperbanyak serta diedarkan dalam format VCD.

Setelah namanya naik daun, dia kemudian juga menjajal bidang akting dan menjadi pembawa acara atau presenter di beberapa acara berkaitan dengan dangdut. 

Di usia 16 tahun dia menikah dengan Adam Suseno. Bersama suaminya, selain menjadi penyanyi, Inul juga membangun bisnis karaoke  yang terkenal dengan nama Inul Vizta.

Saat ini, bisnis karaoke milik Inul itu cukup sukses berkembang, dan menjadi salah satu yang paling terkenal. Inul Vizta diketahui memiliki setidaknya 100 cabang hingga Inul dinobatkan menjadi Ratu Karaoke Indonesia. 

Menanggapi kenaikan pajak untuk tempat karaoke menjadi 40-75 persen, Inul mengungkapkan mewakili Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Keluarga Indonesia (Aperki) bahwa kebijakan tersebut bisa mematikan industri seni dan hiburan. 

3. Lenywati

Lenywati merupakan pemilik dan founder Tirta Ayu Spa, yang sudah dikenal hingga di kancah internasional. Tirta Ayu Spa didirikan pada 2008, menjadi layanan operator spa profesional di hotel, villa, dan apartemen. 

Pemiliknya, Lenywati, merupakan wanita kelahiran Kediri, Jawa Timur, yang menempuh pendidikan di jurusan arsitektur dan mendapat gelar sarjana pada 1989. Alih-alih menjadi arsitek, dia mempelajari buku-buku tentang penyakit kanker ovarium yang diderita oleh ibunya, dan mulai melihat hubungan yang sangat erat antara gaya hidup modern dan kanker pada organ reproduksi wanita.

Lenywati kemudian melanjutkan pendidikannya di International Beauty School di Jakarta dan mengambil Diploma CIDESCO. Tak selesai di situ, dia kembali mengambil kursus akupresur untuk organ reproduksi wanita di China. 

Dia kemudian mendirikan Tirta Ayu Spa dan mempromosikannya hingga ke Afrika. Tirta Ayu Spa saat ini tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga di Afrika, Philipina, Arab Saudi, Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan. 

Lenywati juga sering menjadi pembicara utama di berbagai seminar dan menjadi nara sumber di berbagai media, baik dalam dan luar negeri terutama yang berkaitan dengan produk-produknya. 

4. Wulan Guritno

Artis Wulan Guritno juga bisa jadi bakal terkena imbas dari penerapan pajak hingga 75 persen itu, mengingat berbagai bisnisnya di bidang hiburan seperti, restoran, bar, hingga spa. 

Perempuan bernama asli Sri Wulandari Lorraine Joko Guritno itu mengawali kariernya sebagai pemain sinetron dan presenter olahraga. Tak hanya itu, dia kemudian ikut terjun ke dunia film, dan model sebelum akhirnya masuk ke dunia bisnis.

Wanita berusia 43 tahun itu memiliki sejumlah bisnis yang membuatnya tajir melintir, di antaranya bisnis spa dan kecantikan sepeti Poetre Spa dan Poudre.

Selain itu, dia juga menjabat sebagai komisaris di sebuah restoran dan juga klab malam ternama di Jakarta, Lucy In The Sky.

Dia juga memiliki bisnis lain di bidang FnB, melalui Spiky Smooth yang menjual es krim dan kedai kopi bernama Cultivar Coffeehouse.  

5. Ivan Tanjaya

Nama Ivan Tanjaya sudah tidak asing di dunia bisnis. Dia adalah pemilik The H Club, klab malam terbesar di Asia yang berlokasi di SCBD, Jakarta. 

Pria kelahiran Sulawesi 1989 itu juga merupakan salah satu founder Holywings, yang berada di bawah naungan PT Aneka Bintang Gading. 

Tak hanya itu, dia juga berpengalaman dengan bisnis gaya hidup, dengan memiliki jaringan usaha yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, seperti Altas Beach Fest, Rocca, W Superclub, dan lain-lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper