Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sosok Pendiri Logitech, yang Ikut Jadi Korban Konflik di Laut Merah

Sosok pendiri Logitech, yang terdampak krisis konflik di Laut Merah
Pierluigi Zappacosta, Giacomo Marini, dan Daniel Borel
Pierluigi Zappacosta, Giacomo Marini, dan Daniel Borel

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan komputer dan teknologi, Logitech terus berinovasi dan menelurkan karya-karya baru. Namun, di sisi lain bisnisnya juga terhambat oleh konflik di Laut Merah. 

Logitech baru saja memperkenalkan produk terbarunya, Zone Wireless 2, headset berbasis AI atau kecerdasan buatan. 

Produk dengan harga Rp4 jutaan ini menyasar para profesional bisnis agar bisa mendengar dan didengan dengan jellas saat melakukan panggilan telepon atau rapat, terutama di lingkungan yang bising. 

Di sisi lain, di tengah inovasi yang terus berjalan, ternyata bisnis Logitech juga tengah menjadi korban dari krisis dan konflik di Laut Merah. 

Logitech International, produsen komputer periferal asal Swiss-Amerika, telah memperingatkan akan adanya penurunan margin akibat krisis Laut Merah. 

Melansir Reuters, CEO perusahaan, Hanneke Faber, menyatakan serangan militan Houthi di Yaman membuat perusahaan pelayaran terpaksa menghindari Laut Merah untuk melakukan pengiriman. 

Krisis Laut Merah telah menyebabkan kenaikan biaya pengiriman sebesar 30 persen, yang diperkirakan akan mengurangi margin keuntungan Logitech sebesar 100 basis poin.  

Perusahaan ini juga menghadapi penundaan selama 30 hari dalam mengirimkan produknya dari pabriknya di Asia ke Eropa karena krisis ini. Serangan militan Houthi di Yaman telah memaksa perusahaan pelayaran menghindari Laut Merah, jalur pelayaran penting bagi perdagangan Timur-Barat.  

Sosok di Balik Logitech

Mengutip laman resmi Logitech, perusahaan ini didirikan pada tahun 1981 di Lausanne, Swiss, oleh para pendirinya, Pierluigi Zappacosta, Giacomo Marini, dan Daniel Borel. 

Daniel Borel merupakan pria kelahiran Swiss pada 14 Februari 1950. Pada 1973, Borel memperoleh gelar teknik di bidang Fisika dari École Polytechnique Fédérale de Lausanne di Swiss. 

Kemudian, pada 1977 dia menerima gelar Master of Science di bidang Ilmu Komputer dari Universitas Stanford. Dia kembali ke Swiss pada tahun yang sama.

Sementara itu, rekannya, Pierluigi Zappacosta, merupakan pria kelahiran Italia pada 2 Juli 1950. Dia menempuh pendidikan dan mendapat gelar sarjananya bidang teknik elektro dari University of Rome di Italia. Dia kemudian melanjutkan pendidikannya dan memperoleh gelar master di bidang ilmu komputer dari Stanford pada 1978. 

Kemudian, Giacomo Marini adalah pria kelahiran 1951 di Cugnoli, Pescara, Italia. Dia mendapat gelar sarjana ilmu komputer dari University of Pisa di Italia. 

Borel mendirikan Logitech di pertanian ayah mertuanya pada 1981 bersama Pierluigi Zappacosta dan Giacomo Marini. Dia kemudian menjabat sebagai Pimpinan Logitech pada 1982 hingga 2008, dan menjabat sebagai CEO perusahaan tersebut dari 1982 hingga 1988, dan sekali lagi dari 1992 hingga 1998.  

Pada 1988, dia membawa Grup Logitech masuk ke lantai bursa dan menjadi perusahaan publik di pasar saham Swiss, dan di Nasdaq pada 1997. 

Perusahaan ini dengan cepat berekspansi ke Silicon Valley melalui periferal komputer inovatif dan menciptakan banyak produk pertama di industri, termasuk mouse nirkabel tanpa kabel, trackball yang dioperasikan dengan ibu jari, mouse laser, dan banyak lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper