Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengertian Break Even Point (BEP) dan Contoh Cara Menghitungnya

Break even point atau BEP adalah titik impas saat suatu perusahaan tidak mengalami rugi maupun tidak mendapat keuntungan. Simak cara menghitungnya!
Cara menghitung break even point (BEP) berdasarkan unit penjualan dan nilai rupiah./ Dok. Freepik
Cara menghitung break even point (BEP) berdasarkan unit penjualan dan nilai rupiah./ Dok. Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Break even point atau BEP merupakan salah satu tonggak atau milestone dalam menjalankan bisnis, perdagangan, atau investasi.

BEP atau titik impas didapat dengan dengan membandingkan harga pasar suatu aset dengan modal atau investasi awal. BEP tercapai ketika kedua harga tersebut sama.

Pengertian Break Even Point

Menurut Investopedia, rumus titik impas BEP ditentukan dengan membagi total biaya tetap yang terkait dengan produksi dengan pendapatan per unit dikurangi biaya variabel per unit.

Dalam hal ini, biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah tergantung pada jumlah unit yang terjual. Dengan kata lain, BEP adalah tingkat produksi di mana total pendapatan untuk suatu produk sama dengan total biaya yang dikeluarkan.

Break even point dapat diterapkan pada berbagai konteks. Misalnya, BEP dalam sebuah properti adalah berapa banyak uang yang harus dihasilkan pemilik rumah dari penjualan untuk mengimbangi harga pembelian bersih, termasuk biaya penutupan, pajak, biaya, asuransi, dan bunga yang dibayarkan atas kredit, serta biaya yang terkait dengan pemeliharaan dan perbaikan rumah. Pada harga tersebut, pemilik rumah akan mencapai BEP.

Perusahaan dapat menggunakan grafik volume laba untuk melacak laba atau rugi dengan melihat berapa banyak produk yang harus dijual untuk mencapai profitabilitas. Perbandingan ini membantu menetapkan target penjualan dan menentukan apakah produksi produk baru atau tambahan akan menguntungkan.

Pedagang juga menerapkan break even point pada perdagangan untuk mencari tahu berapa harga yang harus dicapai untuk menutup semua biaya yang terkait dengan perdagangan, termasuk pajak, komisi, biaya manajemen, dan sebagainya.

BEP perusahaan juga dihitung dengan membagi biaya tetap dengan persentase margin laba kotor.

Cara Menghitung Break Even Point

Ada beberapa rumus dasar BEP yang dapat digunakan, salah satunya menghitung BEP berdasarkan jumlah unit produk yang terjual dan berdasarkan nilai penjualan. Berikut adalah rumus dan cara menghitung BEP yang dikutip dari berbagai sumber:

Menghitung BEP Berdasarkan Unit Penjualan

BEP berdasakan unit didapat dari membagi biaya tetap dengan pendapatan per unit dikurangi biaya variabel per unit.

Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah berapa pun jumlah unit yang terjual.  Adapun pendapatan adalah harga jual produk dikurangi biaya variabel, seperti tenaga kerja dan bahan.

BEP (Unit) = Biaya Tetap ÷ (Harga jual per unit - biaya variabel per unit)

Contoh:

Perusahaan PT ACN bergerak dalam bisnis penjualan software dengan rincian sebagai berikut:

Biaya tetap (penyusutan aset, gaji, sewa ruko, dan pajak)        = Rp45 juta

Biaya variabel per unit (biaya modal)                                      = Rp100.000

Harga jual per unit                                                                = Rp250.000

Dengan menggunakan rumus di atas, maka:

BEP (Unit)               = 45.000.000 / (250.000-100.000)

                              = 45.000.000 / 150.000

                              = 300 unit

Artinya, PT ACN akan mencapai BEP atau mencapai titik impas jika menjual software sebesar 800 unit.

Menghitung BEP Berdasarkan Nilai Rupiah

BEP berdasarkan nilai penjualan diperoleh dari membagi biaya tetap dengan margin kontribusi. Margin kontribusi ditentukan dengan mengurangi biaya variabel dari harga produk. Jumlah ini kemudian digunakan untuk menutupi biaya tetap.

BEP (rupiah) = Biaya Tetap / Margin Kontribusi

Margin Kontribusi = (Harga produk per unit- biaya variabel per unit)/harga produk per unit

Contoh:

Perusahaan PT ACN bergerak dalam bisnis penjualan software dengan rincian sebagai berikut:

Biaya tetap (penyusutan aset, gaji, sewa ruko, dan pajak) = Rp45 juta

Biaya variabel per unit (biaya modal)                                      = Rp100.000

Harga jual per unit                                                                = Rp250.000

Maka perhitungannya adalah:

BEP (Rupiah)       = 45.000.000 / ((250.000-100.000)/250.000)

                              = 45.000.000 / 0,6

                              = Rp75.000.000

Artinya, PT ACN harus menjual software senilai Rp75 juta dalam satu bulan untuk mencapai BEP. Penjualan melebihi nilai tersebut akan menjadi keuntungan bagi perusahaan.

Untuk memastikan nilai BEP ini dapat dihitung dengan mengalikan hasil perhitungan BEP Unit sebanyak 300 unit dengan harga jual Rp250.000, maka akan didapat nilai Rp75 juta.

Itulah pengertian break even point dalam sebuah bisnis dan cara menghitungnya agar tidak mengalami kerugian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper