Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sosok Raja Otomotif, Mendiang William Soeryadjaya di Balik Kesuksesan Grup Astra

Mengenang sosok ‘Raja Otomotif’ William Soeryadjaya yang berjaya di industri otomotif
Suasana kantor pusat PT Astra International Tbk (ASII) di kawasan Jln Sudirman, Jakarta pusat, Selas (16/6). Hasil RUPS Astra International menyetujui Djony Bunarto Tjondro diangkat menjadi Presiden Direktur menggantikan Priyono Soegiarto yang juga disetujui menjadi Komisaris Utama. Nurul Hidayat
Suasana kantor pusat PT Astra International Tbk (ASII) di kawasan Jln Sudirman, Jakarta pusat, Selas (16/6). Hasil RUPS Astra International menyetujui Djony Bunarto Tjondro diangkat menjadi Presiden Direktur menggantikan Priyono Soegiarto yang juga disetujui menjadi Komisaris Utama. Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah perusahaan di bawah Grup Astra baru saja mengumumkan laporan keuangan sepanjang 2023. Salah satunya Astra Otoparts (AUTO) membukukan pencapaian cemerlang sepanjang tahun lalu. 

Berdasarkan catatan Bisnis, AUTO membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tembus Rp1,84 triliun hingga 31 Desember 2023, atau naik 38,88% secara year-on-year (YoY) dibandingkan laba bersih 2022 sebesar Rp1,32 triliun.

Meroketnya laba bersih AUTO didorong meningkatnya pendapatan 0,37% YoY menjadi Rp18,64 triliun, dibandingkan periode sama 2022 sebesar Rp18,57 triliun. 

Perusahaan ini merupakan salah satu jalur masuknya berbagai mobil merek Jepang di Indonesia. Lantas siapa sosok pendirinya?

Sosok "Raja Otomotif" di Balik Grup Astra

Grup Astra pertama kali didirikan pada 1957 oleh Tjia Kian Tie, Tjia Kian Long (William Soeryadjaya), dan Liem Peng Hong dengan nama Astra International Inc. Perusahaan yang mereka dirikan awalnya merupakan distributor minuman ringan merek Prim Club, pasta gigi, serta ekspor hasil bumi sampai minyak goreng dan minyak serai. 

Seiring berjalannya waktu, Kian Liong atau William Soeryadjaya menjadi satu-satunya yang mempertahankan agar perusahaan tersebut tetap hidup. 

Pria yang kerap disapa "Oom William" itu merupakan kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922. Setelah ditinggal ayah dan ibunya di usia yang belia dia harus melanjutkan usaha hasil bumi milik sang ayah. 

Dia menempuh pendidikan dasar di Hollands Chinesche Zendingsschool (HCZS) di Jawa Barat, sebelum kemudian melanjutkan pendidikan menengah di MULO, Cirebon. Dia tak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi sampai akhirnya terjun ke dunia bisnis. 

Selama masa sulit di Orde Lama, dia memutar otak menjajal berbagai bisnis hingga akhirnya menjadi perusahaan ekspor impor apa pun. 

Pada 1986 perusahaan William sampai turut menjadi importir aspal ke perusahaan Jepang, Marubeni dan impor truk-truk dari Amerika Serikat seperti dari General Motors dan Chevrolet. Hal ini menjadi ikal bakal Astra terjun ke industri otomotif. 

Namun, tak bertahan lama Astra tak bisa lagi mengimpor truk. Lantas agar perusahaannya tetap berjalan, William mengalihkan perusahaannya ke Jepang. Lewat rekanannya di Gaya Motor, dia membantu mengirimkan truk-truk Toyota agar bisa masuk ke Indonesia. 

William disebut menjadi pembawa mobil Jepang dengan karakter Indonesia yang masih banyak digunakan hingga saat ini, yaitu Toyota Kijang. 

Mulai 1970, Astra mulai menjadi distributor berbagai produk otomotif asal Jepang, mulai dari truk, mobil, sampai sepeda motor. Tak hanya itu, barang-barang seperti alat kantor seperti dari Fuji Xerox juga masuk ke Indonesia lewat Astra. 

Pada 1971, Astra mendirikan PT Federal Motor (kini PT Astra Honda Motor) untuk menjadi pabrik perakitan sepeda motor Honda di Indonesia. 

Selain itu, Astra juga ditunjuk sebagai distributor Toyota,  hingga Astra dipercaya mendirikan perusahaan ventura bersama dengan Toyota Motor Corporation di Jepang, yaitu perusahaan PT Toyota-Astra Motor (TAM) 

Di bawah tangan dingin William, Astra juga menjajal bisnis perdagangan dan penyewaan alat berat sampai kemudian mendirikan perusahaan PT United Tractors (UNTR) pada 1972. 

Atas kepiawaiannya berdagang otomotif di Indonesia, Astra juga dijadikan agen tunggal dan jalur masuknya produk-produk Daihatsu pada 1973, hingga mendirikan PT Daihatsu Indonesia pada 1978, yang kini telah menjadi PT Astra Daihatsu Motor. 

Kemudian, pada 1977, Astra Internasional bersama Toyota Motor Corp membangun mobil dengan karakter khas Indonesia.

Perusahaan milik William itu kemudian didaftarkan ke Bursa Efek Indonesia dan menjadi perusahaan terbuka pada 1990, meskipun tak bertahan lama, seluruh saham milik keluarga Soeryadjaya harus dilepaskan untuk mengatasi masalah krisis yang dialami oleh bisnis keuangan milik anak Willian, Edward Soeryadjaya, Bank Summa. 

William meninggal dunia menjelang perayaan paskah umat Kristen, pada 2 April 2010 di Jakarta karena sakit di usianya yang beranjak ke 88 tahun.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper