Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Putri Raja Nikel Xiang Guangda Beli Bungalow di Singapura Seharga Rp1,36 Triliun

Putri Raja Nikel Xiang Guangda, Xiang Yanyang membeli bungalow mewah di Singapura seharga Rp1,36 triliun
Repp battero energy, perusahaan yang dipimpin Putri Raja Nikel Xiang Guangda/reppbatteroenergy
Repp battero energy, perusahaan yang dipimpin Putri Raja Nikel Xiang Guangda/reppbatteroenergy

Bisnis.com, JAKARTA -- Harga properti mewah bisa mencapai nilai yang begitu fantastis, tak sekadar miliaran bahkan triliunan. 

Di Singapura, bungalow mewah atau disebut Good Clas Bungalow (GCB) bisa mencapai harga US$84 juta atau sekitar Rp1,36 triliun. Namun, di samping harganya yang selangit tetap ada orang super kaya yang mampu membelinya. 

Melansir Bloomberg, adalah putri Raja Nikel dan Baja, Xiang Guangda, yang baru-baru ini membeli GCB senilai US$84 juta di Bin Tong Park, Singapura. 

Xiang Yangyang, yang masih berusia 30-an, merupakan Direktur di Rept Battero Energy, sebuah perusahaan yang terdaftar di Hong Kong.

Menurut laporan Bloomberg, dia membeli bungalow baru itu dari mantan Manajer Hedge Fund Nitin Sibal pada pertengahan April.

Sibal membangun bungalow tersebut setelah merobohkan bungalow lama yang dia beli seharga US$37,6 juta pada tahun 2020. Pada saat itu, dia membelinya seharga US$1.338 per kaki persegi.

Kini, properti tersebut berdiri sebagai hak milik dua lantai dengan ruang yang cukup untuk menampung delapan hingga 10 mobil. Rumah ini juga memiliki gudang anggur, teater, dan gym.

Diketahui bahwa Yangyang dan ibunya adalah warga negara Singapura dan saat ini tinggal di Singapura. Namun, ayahnya termasuk orang terkaya di dunia. 

Yangyang dilaporkan telah bekerja untuk Citi, Golden Harbor International dan sebuah perusahaan investasi di Shanghai. 

Sementara ayahnya, merupakan Ketua Tsingshan Holding Group dan merupakan salah satu individu dengan kekayaan bersih tertinggi di dunia, dengan kekayaan US$4,6 milia dan menempati peringkat pertama di antara orang terkaya di industri baja China.

Para Pemilik GCB di Singapura

Singapura sendiri hanya memiliki sekitar 2.700 GCB di wilayahnya, namun banyak di antaranya yang baru saja dibeli.

Salah satunya adalah istri bos Sea, Forrest Li, yang dikabarkan sedang dalam proses memperoleh GCB senilai US$42,5 juta di sebelah milik suaminya di Gallop Road, dekat Singapore Botanic Gardens. 

Selain itu, pada akhir Maret lalu, Grant Wee, anak bungsu dari CEO United Overseas Bank Wee Ee Cheong juga membeli GCB di Ford Avenue seharga US$39,5 juta.

Kemudian, bulan lalu, mantan Menteri Pembangunan Nasional Singapura Mah Bow Tan menjual GCB miliknya di Holland Road seharga US$50 juta.

Menariknya, Yangyang juga akan memiliki beberapa tetangga yang terkenal. Pada 2021, CEO Grab Anthony Tan membeli GCB seharga US$40 juta di area yang sama dengan Yangyang, Bin Tong Park.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper