Senin, 21 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

SARI R. SOERIAATMADJA, Sang Head Hunter

Peni Widarti   -   Minggu, 09 September 2012, 04:52 WIB

BERITA TERKAIT

Kenyang dengan pengalaman diburu head hunter, Sari R. Soeriaatmadja akhirnya memutuskan membuka usaha head hunter sendiri. Ia pun membuka usaha dengan bendera Cyenno Consultant, yang bisnis utamanya adalah berburu eksekutif perusahaan.

 

Sari punya sejarah lintasbudaya yang panjang. Lahir dan tinggal di Moskwa hingga berusia 2 tahun, Sari menghabiskan banyak waktunya dari satu negara ke negara lain. Menghabiskan 5 tahun masa kecil di Jepang, beberapa tahun di Austria, hingga tumbuh menjadi remaja di kota New York, Amerika Serikat.

 

Saat kelas 2 SMA, Sari kembali ke Bandung, bersekolah di SMA 5 Bandung hingga lulus dan melanjutkan MBA program di London, Inggris.

 

Mengenang kembali pengala­m­an­nya masuk sekolah di Bandung ka­­la itu, Sari merasakan guncangan budaya. Pada 1985, Sari masuk sekolah dengan rambut panjang di cat merah, jaket vietnam, dan anting peniti.

 

Saat itu, jangankan menggunakan anting peniti, rambut dicat belum lazim di Bandung, apalagi anak SMA. Untungnya, Sari bertemu dengan teman SMA yang memiliki pemikiran cukup terbuka dan membantunya melakukan adaptasi. Hingga saat ini Sari dan teman-temannya pun masih sering berkumpul, bahkan liburan bersama.

 

***

Anak sulung dari tiga bersaudara ini memulai kariernya di PT Freeport Indonesia. “Selesai kuliah balik ke Indonesia tanpa jaringan, akhirnya memperoleh kontak head hunter di halaman Yellow Pages dan ditawari pekerjaan pertama di Freeport, mengurus rekrutmen para staf di Jakarta dan Papua,” ujarnya.

 

Lepas dari Freeport, dia memperoleh pekerjaan lain yang juga ditawarkan oleh head hunter. Akhirnya dia pun mencoba keinginan yang terpendam sejak kuliah yakni membuka usaha sendiri. Saat awal usaha, Sari hanya mempekerjakan satu orang.

 

Memulai berdua sejak 1 Mei 2000, Cyenno akhirnya berhasil meraih klien dan balik modal dalam waktu kurang dari 3 bulan. Sari mengaku salah satu keuntungannya saat itu jumlah kompetitor masih sedikit.

 

Bergelut di bisnis kepercayaan tidak mudah. Dia mengaku selama berdiri, hampir 80% klien yang datang kepadanya merupakan rekomendasi dari mulut ke mulut. Hal tersebut membuatnya memiliki standar cukup tinggi untuk menjaga keyakinan klien.

 

Baginya, berburu eksekutif me­miliki berbagai tantangan. Ada yang orangnya mau tetapi klien menolak. Ada yang klien mau tetapi calon eksekutif menolak. Ada pula yang kedua pihak oke, tetapi pendapatan yang ditawarkan tidak cocok.

 

Guna meminimalkan kejadian seperti itu, Sari berusaha mengerti karakter klien dan perusahaannya sebelum menyodorkan calon eksekutif. Hal sebaliknya juga dilakukan.

 

“Kalau di tingkat eksekutif kemampuan kerja sudah tidak dipertanyakan, tetapi chemistry itu penting. Akan memengaruhi performa si eksekutif dan kinerja perusahaan nantinya.”

 

***

 

Perusahaan yang pada 2000 dimulai dengan satu ruangan kecil yang dijalankannya bersama seorang sekretaris kini telah membesar tak kurang dari 15 konsultan.

 

Klien Cyenno di antaranya Good Year, Bukit Asam Transpacific Railways, Bank International Indonesia, Bank Mandiri, Kraft Indonesia, BAT Indonesia, Reckitt Benckiser, Fujitsu System Indonesia, Mustika Ratu, Orang Tua Group.

 

Cyenno juga fokus pada pencarian kepala untuk level eksekutif. Tak pelak lagi perusahaan mul­ti nasional dari FSI (Financial Service Industry), FMCG (Fast Moving Consumer Goods), ICTT (Industrial Commercial, Technology Telecommunication) hingga P&P (Property and Plantation) memercayakan Cyenno Consultant untuk menggaet ‘kepala’ terbaik bagi organisasinya. (fita.indah@bisnis.co.id/sut)

 

*) Tulisan ini diambil dari edisi cetak Bisnis Indonesia Weekend terbitan Minggu 9 September 2012


Editor : Sutarno

 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

 

POPULER