Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JULIAN WILSON: Cara Terbaik Melalui Perjanjian Formal

JAKARTA--Hubungan Indonesia dan Uni Eropa semakin membaik dan kedua belah pihak terus mengembangkan kerjasama baru di berbagai bidang.Untuk mengetahui  hambatan dan tantangan hubungan keduabelah pihak ke depan, Bisnis mewawancarai  Duta Besar/
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Januari 2013  |  00:05 WIB

JAKARTA--Hubungan Indonesia dan Uni Eropa semakin membaik dan kedua belah pihak terus mengembangkan kerjasama baru di berbagai bidang.

Untuk mengetahui  hambatan dan tantangan hubungan keduabelah pihak ke depan, Bisnis mewawancarai  Duta Besar/ Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan Asean,  Julian Wilson. Berikut petikannya: 

Bagaimana hubungan  kerja sama antara Uni Eropa dan Indonesia saat ini?

Hubungan antara kedua negara semakin lebih membaik. Dalam bidang ekonomi, hubungan kedua negara tumbuh dengan sangat cepat kendati ada masalah dan krisis yang tengah melanda benua Eropa saat ini. 

Ekspor dan perdagangan di antara Uni Eropa dan Indonesia bahkan tumbuh lebih dari 20% pada tahun lalu. Maka, Eropa menjadi mitra dagang terbesar ketiga dan sumber investasi terbesar kedua bagi Indonesia.

Saat ini ada investasi dari sekitar 1.000 perusahaan Uni Eropa yang menghasilkan lebih dari 1,5 juta lapangan pekerjaan di Indonesia. Jadi, ada lebih dari 1,5 juta orang Indonesia sekarang ini yang sudah bekerja di sejumlah perusahaan milik  Uni Eropa. Dan jumlah ini diharapkan akan terus meningkat.
 

Dalam bidang politik , hubungan kedua negara pun semakin kuat. Presiden kami baru saja mengadakan pertemuan.

Pada tahun ini, kami berharap dapat menyelenggarakan yang pertama kalinya dalam Dialog Kementerian Formal (Formal Ministrial Dialogue) dengan para menteri luar negeri Uni Eropa dan menteri luar negeri Indonesia.


Kami sudah mulai banyak mengembangkan kerjasama baru di berbagai bidang untuk terus menunjukkan betapa mendalamnya hubungan kerjasama antara Uni Eropa dan Indonesia.

Lalu apa lagi?

Kemungkinan yang lebih penting lagi adalah pengembangan atau ekspansi people to people contact antara Uni Eropa dan Indonesia, yaitu dalam jaringan lintas batas negara (cross-border). Tahun lalu kami mengharapkan bisa menembus 7 juta.

Ternyata, ada lebih dari 7 juta baik orang Indonesia ataupun Uni Eropa  yang saling mengunjungi wilayah satu sama lain. Ini sangat bagus dan sangat mengesankan.!
 

Jadi, kami (Uni Eropa) juga sangat bangga dengan hubungan kerjasama ini. Jika anda lihat di bidang komersial (ekonomi), ekonomi, politik, dan people to people, hubungan kedua negara semakin membaik.

Bagaimana prospek ekonomi ke depannya?

Perekonomian Uni Eropa dan Indonesia saling melengkapi satu sama lain. Kadang-kadang, Indonesia menandatangani suatu kerjasama dengan negara-negara lain yang tidak saling melengkapi perekonomian. Padahal, Indonesia itu sebenarnya tengah saling bersaing. Tapi tidak dengan kami (Uni Eropa).

Misalnya, Indonesia membuat sepatu, t-shirt, atau apapun, sedangkan Uni Eropa yang membuat mesin-mesinnya. Jadi sebenarnya ekonomi Uni Eropa dan Indonesia itu saling melengkapi.
 

Maka dari itu,saya pikir yang sebenarnya bahwa jika kita dihadapkan pada masa depan, cara terbaik yang dapat kita lakukan adalah dengan cara mempererat investasi dan perdagangan melalui beberapa perjanjian. Tentunya dengan diskusi pemerintah Uni Eropa dan Indonesia.

 Kerjasama apa yang bisa dikembangkan antara kedua negara ke depannya?

Tidak ada kerjasama yang tak bisa dikembangkan. Namun, ada banyak kerjasama khusus yang harus lebih ditingkatkan lagi.

Di antaranya keselamatan dan keamanan, perdagangan kayu, perikanan, minyak sawit, dan begitu banyak areal lainnya lagi termasuk kontra-terorisme, dialog antar-agama. Jadi, aspek hubungan kedua negara sangat mendalam dan luas.

Faktor apa yang dapat mendorong kerjasama kedua negara ?

Yang paling penting saat ini sebenarnya adalah perjanjian untuk dapat memfasilitasi kerjasama kedua negara.

Lalu apa hambatannya?

Kita harus mencegah terjadinya kebijakan proteksionisme baik di Uni Eropa maupun di Indonesia. Mencegah proteksionisme sehingga tidak akan membangun dinding penghalang yang dapat menghentikan perdagangan.

Jika kita dapat menerapkannya, maka secara otomatis akan dapat mendorong ke pertumbuhan kerjasama di berbagai bidang yang saling menguntungkan.

Jadi, bagaimana prospeknya ke depannya?

 Kerjasama Uni Eropa-Indonesia yang secara alamiah saling melengkapi ini memiliki outlook (prospek)  yang besar untuk pertumbuhan.

Cara terbaik untuk mempromosikannya yang sebaiknya bisa dilakukan adalah melalui perjanjian formal, seperti yang diinginkan oleh presiden Uni Eropa. 

Mendongkrak perdagangan, investasi, hingga menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan sehingga kesejahteraan yang lebih bagi Indonesia dan Uni Eropa.  Inilah yang kita berdua inginkan, mutual win-win (kerjasama saling menguntungkan). (if)

    

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Winda Rahmawati

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top