Renyahnya Keripik Jamur Tiram Aneka Rasa

Jamursudah menjadi bahan makanan yang populer di semua kalangan masyarakat. Selain harganyarelatif murz, khasiat yangdimilikinya juga membuat banyak orang yang gemar untuk mengonsumsinya
Nenden Sekar Arum | 17 Maret 2015 11:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Jamur sudah menjadi bahan makanan yang populer di semua kalangan masyarakat. Selain harganya yang relatif murah, khasiat yang dimilikinya juga membuat banyak orang yang gemar untuk mengonsumsinya.

Karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, bisnis yang berkaitan dengan jamur-jamuran terus menjamur. Meskipun semakin banyak pemainnya, bisnis ini pun semakin banyak diminati.

Berbagai inovasi makanan jamur pun terus bermunculan, dan membuat konsumen makin penasaran dengan produk yang dihadirkan. Tak heran, pelaku usaha di bisnis makanan berbahan jamur tidak pernah kapok untuk mengolah jamur menjadi untung.

Salah satu pelaku usaha yang mengolah jamur menjadi uang adalah Iwan Kustiawan dengan produk Keripik Jamur Tiram Alfian. Pria yang berdomisili di Cimahi, Jawa Barat itu mengawali bisnisnya sejak pertengahan tahun lalu.

Berbekal pengalamannya menjalani bisnis serupa bersama dengan salah satu rekannya, akhirnya dia memutuskan untuk memulai usaha sendiri. Dia melihat, peluang bisnis kuliner dari olahan jamur permintaannya cenderung terus meningkat.

Iwan mengaku pemilihan jamur tiram juga disebabkan harga bahan baku yang relatif murah, serta lebih mudah untuk diolah menjadi berbagai macam makanan, sedangkan pilihan produk keripik juga disebabkan pasarnya yang besar, baik dari kalangan anak-anak hingga dewasa.

Saat itu, Iwan merogoh kocek sebesar Rp3,7 juta, yang digunakan untuk membeli perlengkapan produksi seperti kompor, penggorengan, alat racik bumbu, dan bahan baku berupa jamur tiram segar.

“Perlengkapan lainnya seperti kemasan dan stiker promosi pengadaannya dicicil sambil mulai produksi awal,” katanya.

Sekarang dengan dibantu tiga orang pekerja, Iwan bisa memproduksi Keripik Jamur Tiram Alfian sebanyak 300 kemasan tiap harinya.

Adapun, keripik jamur yang diproduksinya terdiri atas dua kemasan, yakni kemasan 100 gram yang dijual dengan harga Rp9.000 untuk eceran, Rp7.500 untuk reseller dengan minimal pemesanan 40 pak, dan Rp6.000 untuk agen dengan minimal pembelian 108 kemasan.

Selain itu, adalah kemasan keripik jamur dengan isi 150 gram. Satu bungkus keripik jamur tersebut dibanderol dengan harga Rp12.000 untuk eceran, dan Rp9.500 untuk reseller dengan minimal pembelian 26 bungkus.

“Margin keuntungannya tidak tetap, karena harga bahan baku jamurnya juga naik turun, tapi rata-rata berada pada kisaran 30%-50%,” imbuhnya.

Keripik buatannya itu juga disajikan dalam 15 rasa, seperti rasa original, keju, balado dan barbeque, dengan varian rasa yang paling laris adalah rasa pedas.

Untuk memenuhi bahan baku pembuatan produknya, Iwan bekerja sama dengan beberapa pemasok jamur segar di kasawan Bandung dan sekitarnya. Dia juga mengandeng beberapa petani jamur untuk bisa menyediakan jamur tiram yang dibutuhkannya.

“Saat ini masih kerja sama dengan supplier jamur segar, karena untuk produksi jamur sendiri membutuhkan modal yang cukup besar,” paparnya.

Selain memasarkan produknya melalui reseller dan agen yang sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia, Iwan juga beberapa kali mengirimkan produknya ke luar negeri seperti Filipina dan Hong Kong karena bantuan kenalannya yang bekerja di sana.

“Ada beberapa TKI yang membawa produk keripik jamur dan menjualnya kepada beberapa turis asing di sana. Pesanannya juga lumayan banyak,” paparnya.

Dia juga menjual produknya secara online melalui berbagai forum jual beli online, serta akun Facebook dan Twitter @Alfijamurtiram.

Iwan mengaku memiliki ambisi untuk bisa menjual produknya di jaringan minimarket, tetapi masih banyak kendala yang dihadapinya, misalnya urusan izin dari Departemen Kesehatan dan kapasitas produksi yang masih kecil.

“Saya sudah coba untuk memasukkan produk di beberapa minimarket, tapi memang agak susah karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi,” katanya.

Meski demikian, dia tidak patah arang. Sambil terus memperbaiki kualitas dan meningkatkan kapasitas produksi, dia pun berusaha untuk terus memberikan sentuhan inovasi pada produknya.

Ke depannya, Iwan ingin melakukan diversifikasi produk jamur, tak hanya fokus pada pembuatan keripik jamur, tapi dia juga akan memproduksi makanan olahan jamur lainnya seperti nugget jamur dan sate jamur.

Tag : peluang usaha, bisnis kuliner
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top