LILANI SALIM, Perempuan Tangguh di Balik Salim Group

Namun, bisa jadi tidak banyak yang mengenal sosok perempuan setia yang mendampingi Om Liem hingga menghembuskan nafas terakhirnya di Singapura pada Juni 2012 silam. Dia adalah Lie Kim Nio atau Lilani Salim.
Lili Sunardi | 07 Maret 2016 20:00 WIB
Lie Kim Nio atau Lilani Salim. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Siapa tidak kenal Liem Sioe Liong alias Sudono Salim atau lebih dikenal dengan sebutan Om Liem? Semasa hidupnya, taipan sahabat dekat Presiden ke-2 RI Soeharto itu berhasil membangun gurita bisnis dan pernah tercatat sebagai orang terkaya Indonesia dan Asia, serta pernah masuk daftar 100 orang terkaya dunia.

Namun, bisa jadi tidak banyak yang mengenal sosok perempuan setia yang mendampingi Om Liem hingga menghembuskan nafas terakhirnya di Singapura pada Juni 2012 silam. Dia adalah Lie Kim Nio atau Lilani Salim.

Betul pepatah yang menyebutkan, “Di balik kesuksesan seorang pria, selalu ada wanita hebat di belakangnya.” Meskipun sosok Lilani tidak terlalu sering muncul sebagaimana sang suami, pepatah itu yang paling tepat menggambarkan perempuan asal Lasem, Jawa Tengah, ini.

Meski berada di belakang layar, Lilani sukses mendukung bisnis sang suami, hingga kerajaan bisnis Om Liem diturunkan kepada generasi penerusnya. Maka, kepergian Lilani pada akhir pekan lalu membuat seluruh ke luarga besar Salim kehilangan.

Pesan singkat yang menginformasikan kepergian Lilani pun beredar di kalangan internal pada Jumat (4/3/2016) malam, beberapa saat setelah ibu dari empat anak dan nenek dari tujuh cucu itu meninggal di hari yang sama.

This is to inform you the sad demise of Mdm. Liem Kiem Nio (Lilani), beloved mother of Mr. Anthoni Salim and grandmother of Mr. Axton Salim. She passed away in peace today, Friday, 4 March 2016 in Singapore at 11.25 am local time, at the age of 91 years old,” demikian bagian dari kutipan pesan singkat tersebut.

Lilani yang meninggal di usia 91 tahun dikenal sebagai perempuan yang tangguh. Sofjan Wanandi, pengusaha yang saat ini menjadi Ketua Tim Ahli Ekonomi Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengenang Lilani sebagai sosok wanita yang luar biasa.

Perempuan asal Lasem, Jawa Tengah, itu menjalani tugasnya sebagai ibu rumah tangga yang baik di saat Om Liem membangun bisnis. “Nyonya Lilani sangat berjasa. [Dia] berhasil menjaga anak-anaknya dan berperan besar dalam mendidik anaknya, karena waktu itu Om Liem [Sudono Salim] jarang pulang untuk cari uang,” katanya kepada Bisnis.com di Jakarta, Minggu (6/3/2016).

Sejak dulu, Om Liem memang jarang membawa serta istri dan keluarganya untuk mengikuti acara atau perayaan tertentu. Hal itu ternyata juga disebabkan oleh keinginan Lilani untuk lebih banyak di rumah, dan tidak mau ikut campur di bisnis.

Hal ini berbeda dengan kondisi yang lumrah ketika itu. Pada masa itu, lanjut Sofjan, banyak istri pengusaha yang ikut berbisnis dan mendapatkan posisi tertentu. “Ke kantor suaminya saja jarang. Saya gak pernah melihat Nyonya Lilani di kantor Om Liem saat saya berkunjung ke sana,” ucapnya.

SALING PERCAYA

Hal itu tentu saja menunjukkan rasa saling percaya yang tinggi antara Sudono Salim dan Lilani. Bahkan, keduanya terus bersama membangun rumah tangga yang harmonis hingga mereka menutup usia.

Sofjan menceritakan betapa sedihnya Lilani saat Om Liem meninggal pada 2012. Lilani sangat kehilangan dan terlihat sangat terpukul dengan kepergian suaminya itu. “Saya ketika itu melayat dan dirangkul oleh Nyonya Lilani. Dia bercerita betapa sedihnya dirinya atas kepergian Om Liem,” katanya.

Franciscus Welirang, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk. yang juga menantu Lilani, sempat memberikan konfirmasi mengenai meninggalnya Lilani karena usia yang sudah lanjut.

Namun, dia masih belum dapat memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai sosok ibu dari Mira Salim, istrinya tersebut. Perjumpaan pertama Lilani dengan Om Liem terjadi di Kudus, tempat Liem yang baru saja hijrah dari Tiongkok pada 1939, untuk memulai usaha.

Kecantikan Lilani membuat Liem muda tidak bisa tidur, hingga akhirnya memutuskan untuk melamarnya. Perjalanan asmara keduanya tidak berlangsung mulus. Latar belakang Liem yang merupakan China Totok membuat orang tua Lilani menolak pinangan Liem.

Namun, keteguhan Liem akhirnya meluluhkan hati orang tua Lilani. Mereka memperbolehkan keduanya menikah, dengan syarat Liem tidak boleh membawa Lilani ke Tiongkok. Pesta pernikahan keduanya dilangsungkan berhari-hari sebagai bentuk rasa syukur.

Meski sempat mengalami kejatuhan bisnis, setelah keduanya menikah, usaha Liem berkembang pesat. Kini, pasangan hidup pendiri Salim Group itu sudah berpulang. Jenazah disemayamkan di Mt. Vernon Sanctuary Parlour di Aljunied Road, Singapura, tempat keluarga menerima ucapan duka cita.

Pemakaman akan dilakukan pada Kamis (10/3) di Choa Chu Kang Chinese Cemetery, Singapura, di dekat tempat sang suami tercinta yang telah mendahuluinya. (Anggi Oktarinda)

Sumber : Bisnis Indonesia, Senin (7/3/2016)

Tag : grup salim
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top