ORANG TERKAYA INDONESIA: 3 Taipan Kian Tajir

Pundi-pundi harta tiga orang terkaya di Indonesia kian menggelembung meski pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun lalu melambat.
Sukirno | 05 April 2016 11:40 WIB
Chairul Tanjung. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pundi-pundi harta tiga orang terkaya di Indonesia kian menggelembung meski pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun lalu melambat.

Ketiganya, yaitu Chairul Tanjung yang kekayaannya tumbuh 11,63%, dari US$4,3 miliar pada akhir 2014 menjadi US$4,8 miliar pada April 2016, sedangkan kekayaan Sri Prakash Lohia tumbuh 6,82%, dari US$4,4 miliar menjadi US$4,7 miliar. (Lihat grafis).

Adapun Bachtiar Karim, yang mengelola Grup Musim Mas, mampu membukukan pertumbuhan fantastis hingga 65% dengan mengandalkan lini bisnis utama minyak sawit mentah. Harga CPO tercatat melonjak lebih dari 50%, sejak terkapar di level terendahnya pada September tahun lalu.

Penyebabnya adalah dampak El Nino yang membuat pasokan CPO menipis dan kebijakan biofuel yang digenjot pemerintah mulai mengerek harga sawit.

Terlebih lagi, Pemerintah Malaysia yang mulai menerapkan pajak bagi CPO, membuat harga minyak sawit dunia kian menjulang. Sentimen positif minyak sawit, di tengah tren pelemahan harga komoditas, pun juga dinikmati oleh grup Salim.

Warisan mendiang Liem Sioe Liong atau akrab disebut Sudono Salim kepada putranya Anthoni Salim diproyeksi bakal kian berjaya tahun ini.

Bila ditelisik lebih dalam, pundi-pundi kekayaan Anthoni Salim sebagai Taipan ke-3 di Indonesia versi majalah Forbes mencapai US$5,4 miliar setara dengan Rp70,98 triliun. Total pendapatan enam emiten Grup Salim sepanjang tahun lalu mencapai Rp124,4 triliun dengan laba bersih Rp8,25 triliun.

Pantauan Bisnis.com dari tujuh perusahaan Grup Salim yang melantai di pasar modal, harga sahamnya rerata naik 4,27% sejak awal tahun. Bahkan, harga saham tiga emiten milik Anthoni, menempati 10 besar lonjakan tertinggi sepanjang tahun berjalan.

Ketiga emiten itu adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP), dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP). Masing-masing INDF melonjak 39,61%, SIMP melompat 37,05%, dan LSIP naik 33,33%, year-to date.

Masa jaya Grup Salim pada tahun ini diamini oleh Direktur PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee. Menurut dia, moncernya kinerja para konglomerat itu didukung oleh sektor perusahaan yang mereka miliki.

Tampaknya, sektor barang-barang konsumsi dan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) tahun ini bakal gemilang. Kedua sektor itu digenggam oleh Grup Salim melalui INDF, ICBP, SIMP, dan LSIP.

“Saham LSIP dan SIMP milik Grup Sa lim, AALI milik Grup Astra, serta BWPT milik Grup Rajawali mulai naik,” kata Hans Kwee ketika berbincang dengan Bisnis.com.

Selanjutnya, saham-saham consumer goods mulai merangsek menunjukkan taringnya. Hingga kemarin, Indeks consumer goods industry telah melompat 10,91% ytd, mengalahkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang naik 5,6%.

Katalis lonjakan saham-saham sektor consumer goods di antaranya pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI Rate). Turunnya BI Rate diprediksi bakal menurunkan bunga kredit perbankan yang akan membuat daya beli masyarakat terbantu lebih baik.

Sentimen sektor consumer goods selanjutnya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditopang oleh sektor konsumsi domestik sebesar 56%.

Begitu pula dengan belanja pemerintah yang meningkat dari 9% menjadi 13% tahun ini, diharapkan mendorong tingkat konsumsi masyarakat.

Saham-saham sektor konsumsi diproyeksi bakal kian berjaya dan dipilih oleh investor pada tahun ini, misalnya saja, INDF dan ICBP milik Grup Salim, serta PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).

Hal itu terjadi seiring dengan peningkatan daya beli masyarakat yang bakal mempertebal pundi-pundi keuntungan perusahaan perdagangan eceran.

Mochtar Riady, pemilik Grup Lippo, melalui PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) dan PT Matahari Departement Store (LPPF) diproyeksi bakal meraup lonjakan harga saham hingga akhir tahun.

Sepanjang tahun berjalan, lima saham emiten Grup Lippo telah melonjak tertinggi dari 10 emiten konglomerasi. Kelima emiten itu adalah MLPL (76,65%), LPLI (62,78%), MFMI (31,02%), dan LPPS (25%).

Kendati demikian, kekayaan Mochtar Riady sejak Desember 2014 silam, melorot 18,52% menjadi US$2,2 miliar setara dengan Rp28,9 triliun. Rerata, sebelas saham emiten Grup Lippo pun terkoreksi 2,3% sepanjang tahun berjalan.

Sumber : Bisnis Indonesia, Selasa (5/4/2016)

Tag : chairul tanjung, orang terkaya di indonesia
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top