Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CIPUTRA WAY: Dimulai Dari yang Kecil

Setiap gagasan penting dimulai dengan yang kecil. Memang belum nyata, terbukti atau mudah dijelaskan. Dan sekelompok kecil orang, yang berada di pinggiran, terlibat dengannya.
Ir.Ciputra
Ir.Ciputra - Bisnis.com 20 Mei 2016  |  11:09 WIB
Begawan Properti Ciputra - Forbes.com
Begawan Properti Ciputra - Forbes.com

Saya sejak lama sudah membagikan kurva adopsi Rogers tetapi saya menyadari bahwa kurva ini tidak secara luas menjelaskan apa yang sedang terjadi. Inilah penjelasannya yang lebih gamblang:

Orang yang berbeda memiliki pola pikir berbeda saat menghadapi pasar yang berbeda. Sebagian orang ingin mencoba makanan baru, namun selalu mengandalkan produk fashion atau mobil. Sebagian orang hidup di ambang budaya populer berkaitan dengan gaya hidup namun ingin menjadi  pelaku di balik layar saat harus memahami sains terbaru.

Setiap gagasan penting dimulai dengan yang kecil. Memang belum nyata, terbukti atau mudah dijelaskan. Dan sekelompok kecil orang, yang berada di pinggiran, terlibat dengannya.

Kadang, gagasan sampingan itu mulai dipahami mereka yang ada di sekitarnya. Hal ini mungkin apa yang terjadi pada musik punk di CBGB. Kini hal itu berisiko namun ada lebih banyak orang yang melakukannya. Lagi-lagi, inilah jenis orang yang ingin mencari hal berisiko.

Kadang, meski lebih jarang, ide yang berisiko dianggap oleh para pengamat budaya sebagai ‘hal baru’. Mereka memberikan peringatan pada audiens, masyarakat yang ingin menyerap hal baru namun tidak ingin berisiko mengadopsi dengan salah sehingga mereka menghindari risiko.

Saat ada cukup orang yang mengadopsi sebuah hal baru, ia akan menjadi hal yang disukai dan kemudian hal itu mungkin bisa dipasarkan secara massal.

Jumlah tidak bisa berbohong:Ada lebih banyak orang dalam kelompok massal ini! Ada orang yang hanya membeli lagu hit pop, yang hanya ke restoran makanan cepat saji, yang hanya mengemudikan mobil paling populer. Kenyataannya, inilah keputusan kelompok ini dalam agregat yang membuat ide itu menjadi ide yang digemari luas.

Akhirnya, saat cukup banyak orang dengan pandangan massal menerima sebuah ide, mereka mulai menekan yang lain di sekitar mereka, bersikeras bahwa mereka bmenerima ide baru itu seolah ia selalu benar, karena inilah apa yang dicari dalam grup itu, kepastian ide yang selalu benar.

Anda bisa menerapkan siklus ini pada Talking Heads, ide-ide diet, peran gender yang bermacam-macam dan ras dalam masyarakat. persepsi mengenai agama yang diatur, gerakan-gerakan politik, sushi, praktik pernikahan—- Hal-hal yang diterima saat ini, hal-hal yang hampir tiap orang yakini sebagai kebenaran universal dan tak akan pernah usang, merupakan praktik pinggiran kurang dari seabad lalu.

Kesalahan yang dibuat oleh para pedagang ide ialah bahwa mereka membawa ide-ide pinggiran mereka pada mereka yang yak menyukai ide pinggiram. alih-alih menghabiskan waktu dan mengerjakan kemajuannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra way

Sumber : ciputraentrepreneurship.com

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top